Cara Mudah Budidaya Belut di Kolam dan Drum yang Menjanjikan

Sunday, April 30th 2017. | Berita
Tips Budidaya – Cara Mudah Budidaya Belut. Banyaknya permintaan belut dan semakin sedikitnya belut yg terdapat di pasar dari hasil penangkapan secara alami membuat budidaya atau beternak belut semakin digemari. Belut dapat dibudidayakan di dalam drum maupun kolam. Secara umum perbedaan budidaya belut di kolam dan drum adalah wadah yg digunakan untuk pemeliharaan. Kolam dan drum yg dijadikan sebagai media budidaya belut harus benar-benar diperhatikan sebab belut akan berkembang dgn lebih baik apabila medianya cocok.
Cara Mudah Budidaya Belut di Kolam dan Drum yang Menjanjikan

Panduan Cara Mudah Budidaya Ternak Belut di Kolam dan Drum

Bagi Anda yg akan beternak belut di kolam dan drum, sebaiknya gunakanlah media yg baik. Media tersebut terdiri dari lumpur kering, kompos, jerami padi, pupuk TSP, dan mikroorganisme stater. Anda perlu mengatur peletakkan media-media tersebut dgn benar. Urutan peletakkannya yaitu letakkan jerami dgn tebal 50 cm di bagian dasar kolam, siram mikroorganisme stater sebanyak 1 liter di atas jerami, masukkan kompos setinggi 5 cm, terakhir masukkan campuran lumpur kering setinggi 25 cm dan 5 kg pupuk TSP di bagian paling atas.

Dalam beternak belut di dalam kolam dan drum, Anda harus memasukkan air setinggi 15 cm dari media teratas. Hal tersebut disebabkan belut membutuhkan air sebagai habitat hidupnya. Di samping itu, kolam juga perlu ditanami eceng gondok sampai menutupi ¾ besar kolam sebagi tempat persembunyian belut. Untuk membuat media terfermentasi, diamkan media yg terdapat di dalam kolam dua minggu lamanya sebelum memasukkan bibit belut yg akan dibudidayakan. Beberapa sumber pakan tambahan seperti jentik nyamuk, zooplankton, cacing, dan jasad-jasad renik nantinya akan terdapat saat media telah terfermentasi.

Baca : Cara Mudah Budidaya Lobster Air Tawar untuk Pemula

Selama proses pembesaran berlangsung, sifat kanibalisme yg dimiliki belut saat beternak belut di dalam kolam dan drum tak akan terjadi apabila jumlah makanan yg terdapat telah mencukupi. Sifat kanibalisme belut akan muncul ketika memasuki usia 10 bulan. Biasanya para peternak belut memasukkan sekitar 9.400 bibit ke dalam kolam berukuran 5m x 5m x 1m.
Ikan cetol, ikan impun, bibit ikan mas, cacing tanah, belatung, dan bekicot yg masih hidup merupakan makanan yg dapat diberikan untuk budidaya belut. Ada baiknya memberikan makanan-makanan tersebut di atas pukul 5 sore satu kali sehari. Selain itu, agar nafsu makan belut dapat bertambah, berikanlah temulawak Curcuma xanthorhiza dan pelet ikan.

Lihat : Cara Ternak Bebek

Hal lain yg perlu diperhatikan dalam beternak belut yaitu kualitas air di dalam kolam dan drum. Ukuran pH air yg disenangi bibit belut berkisar 5-7. Seringnya air berubah menjadi basa selama pembesaran. Untuk itulah air perlu diberi penetralisir dan sering mengukur pH air. Suhu air optimal juga harus selalu dijaga pada kisaran 26-28°H. Panen belut bisa dilakukan setelah lewat empat bulan.

Artikel Lainnya:

tags: , ,
.:[Close ads]::[Click 2x]:.

.:[Close ads]::[Click 2x]:.