Mengenal strategi berinvestasi reksadana

Friday, August 18th 2017. | Personal Finance

JAKARTA. Kalau Anda mendapatkan rezeki nomplok berupa duit sebesar Rp 50 juta, lalu Anda berniat menginvestasikan duit tersebut di reksadana, bagaimana cara Anda menginvestasikan duit tersebut? Apakah Anda akan menginvestasikan langsung seluruh duit yg diterima tadi? Atau Anda akan memecah duit tersebut menjadi nominal yg lebih kecil, lalu menginvestasikan duit tersebut secara berkala?

Dalam berinvestasi reksadana, ada dua strategi investasi yg dapat dilakukan oleh investor. Pertama, investor dapat menginvestasikan duit dalam nominal besar secara sekaligus. Jadi, selanjutnya investor tak lagi menyetor tambahan investasi ke reksadana tersebut. Strategi ini juga ngetop dgn sebutan lump sum.

Kedua, investor dapat memilih melakukan investasi rutin secara berkala. Misalnya saja, investor menyetor anggaran Rp 500.000 setiap bulan untuk diinvestasikan di reksadana. Gaya investasi ini juga dikenal dgn istilah cost averaging. Kalau Anda berinvestasi di reksadana dgn cara mengizinkan manajer investasi melakukan autodebet sejumlah anggaran tertentu dari rekening bank Anda, cara investasi ini termasuk cost averaging.

Kedua cara investasi ini tentu memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing. Lalu, cara investasi yg mana yg paling oke digunakan untuk berinvestasi di reksadana?

Menurut Rudiyanto, Head of Operation & Business Development Panin Asset Management, pertanyaan yg tepat sebenarnya bukan cara mana yg lebih baik digunakan dalam berinvestasi di reksadana. Investor harus mempertimbangkan kedua strategi investasi tadi dgn melihat keperluan masing-masing.

Untuk menentukan mana strategi investasi reksadana yg lebih cocok untuk Anda, ada dua hal yg harus diperhatikan. Pertama, tujuan investasi Anda. Masing-masing strategi investasi dapat memberikan hasil yg optimal untuk tujuan keuangan yg berbeda.

Kedua, jangka waktu investasi Anda. Strategi investasi reksadana lump sum dan cost averaging dapat memberikan hasil investasi yg lebih optimal bila disesuaikan dgn jangka waktu investasi.

Tapi tentu saja, Anda juga harus tetap mempertimbangkan karakter Anda dalam berinvestasi. Sesuaikan strategi investasi reksadana tadi dgn karakter Anda. Misalnya, kalau Anda termasuk orang yg malas menyetor investasi secara rutin tiap bulan, ada baiknya Anda melakukan investasi secara lump sum. Untuk memperbesar investasi Anda, saat Anda mendapat anggaran yg cukup, Anda dapat menambah investasi secara lump sum lagi.

Agar dapat mengetahui lebih pasti strategi investasi reksadana mana yg cocok dilakukan untuk rencana keuangan tertentu, Anda perlu mengenali lebih jauh mengenai pilihan strategi investasi tersebut. Tiap strategi investasi dapat memberikan hasil investasi yg maksimal bila Anda dapat memanfaatkan keunggulan strategi tadi.


Artikel Lainnya:

.:[Close ads]::[Click 2x]:.

.:[Close ads]::[Click 2x]:.