Untung rugi investasi reksadana cara lump sum

Wednesday, October 11th 2017. | Personal Finance

JAKARTA. Untuk memilih strategi investasi reksadana yg paling cocok untuk Anda, tengok lagi rencana keuangan Anda. Sesuaikan rencana keuangan dan karakter risiko untuk menemukan strategi investasi reksadana yg pas.

Strategi investasi reksadana dgn cara lump sum cocok digunakan oleh investor yg sulit mendisiplinkan diri dalam melakukan investasi. “Investasi sekaligus ini memang lebih tak ribet, investor tak harus bolak-balik menyetor investasi,” kata Edward P. Lubis, Direktur Utama Bahana TCW Investment Management.

Strategi investasi ini dapat digunakan oleh investor-investor yg menerima penghasilan tak tetap. Misalnya saja pemilik toko. Dus, ia dapat berinvestasi setiap menerima keuntungan.

Strategi investasi ini juga dapat menguntungkan bila investor memperhatikan market timing. Perencana keuangan dari Finansia Consulting Eko Endarto mengatakan, apabila pasar sedang bergerak menguat dan investor masuk ke pasar saat harga masih di bawah, investasi dgn cara lump sum akan langsung memberikan manfaat bagi investor. “Peningkatan aset dgn nilai besar akan terasa,” kata dia.

Karena itu, investor harus memahami waktu yg tepat untuk memulai investasi, agar memperoleh hasil maksimal. Masalahnya, sangat sulit untuk menentukan waktu yg tepat masuk ke pasar. “Orang yg ahli saja masih kesulitan menentukan kapan waktu yg tepat untuk berinvestasi,” cetus Edward.

Alhasil, masalah market timing ini juga menjadi salah satu kelemahan dari strategi investasi lump sum. Bila investor ragu-ragu dan selalu merasa waktunya kurang pas jika ingin masuk ke pasar sebab pasar sedang bergejolak, dapat jadi ia malah tertinggal dan gagal masuk di posisi harga yg murah. Atau dapat jadi, investor salah membuat keputusan, sehingga akhirnya malah masuk ke pasar saat harga telah naik tinggi dan mendekati koreksi.

Selain itu, investasi dgn cara lump sum ini kurang cocok bagi investor yg modalnya tak terlalu besar. Semakin besar nilai investasi awal, akan semakin optimal hasilnya.

Investasi reksadana secara sekaligus ini cocok digunakan untuk keperluan investasi dalam jangka pendek dan menengah, terutama keperluan keuangan dalam periode kurang dari lima tahun. “Karena tujuan keuangan dalam jangka waktu tersebut membutuhkan kepastian likuiditas,” cetus Eko.

Dengan anggapan kinerja pasar modal di jangka pendek atau jangka menengah positif, investasi dgn cara lump sum dapat memberikan imbal hasil lebih optimal ketimbang investasi secara berkala. Dengan demikian, investor akan lebih mudah mencapai target imbal hasil yg diinginkan.

Eko mencontohkan, strategi investasi ini cocok digunakan untuk mempersiapkan biaya menunaikan ibadah haji beberapa tahun ke depan. Atau investor juga dapat memanfaatkan strategi ini untuk menyiapkan anggaran renovasi rumah.

Tentu saja, investor tetap harus rajin melakukan evaluasi atas kinerja investasinya. Salah satu faktor yg perlu diperhatikan adalah apakah hasil investasi tersebut dapat mengalahkan tingkat inflasi


Artikel Lainnya:

.:[Close ads]::[Click 2x]:.

.:[Close ads]::[Click 2x]:.