Investasi reksadana juga bisa dengan cara mencicil

Thursday, August 17th 2017. | Personal Finance

JAKARTA. Selain investasi reksadana dgn cara lump sum alias menginvestasikan anggaran dalam jumlah besar sekaligus, investasi di reksadana dapat dilakukan dgn cara mencicil. Metode ini disebut cost averaging.

Investasi secara berkala atawa cost averaging cocok dilakukan oleh investor yg dapat berdisiplin dalam melakukan investasi. Maklum, ia harus dapat menyetor investasi dalam nilai tertentu tiap bulan.

Memang, investor dapat melakukan autodebet dari rekening bank. Tapi, bila investor sulit berdisiplin, dapat jadi duit investasi terpakai sebelum bank melakukan autodebet.

Investasi berkala ini cocok dilakukan oleh investor yg kantongnya tak terlalu tebal. Sebab, investor tak membutuhkan modal awal yg besar dan hasilnya tetap optimal. Strategi ini juga cocok digunakan oleh investor yg menerima pendapatan tetap setiap bulan, seperti pegawai kantoran.

Edward P. Lubis, Direktur Utama Bahana TCW Investment Management, bilang, salah satu keuntungan strategi investasi secara berkala adalah dapat menghindari risiko fluktuasi pasar. Sebab, dapat jadi di satu saat investor masuk ke pasar saat harga telah mahal, namun di waktu yg lain investor masuk ke pasar di saat harga masih rendah. Dus, investor tak perlu pusing memikirkan waktu yg tepat masuk ke pasar.

Tapi, investasi secara berkala ini kurang cocok bila digunakan untuk investasi dalam jangka pendek, sebab hasilnya bakal kurang optimal. “Kelemahannya adalah hasil yg didapat memang baru akan dirasakan untuk jangka panjang,” kata Eko Endarto, perencana keuangan dari Finansia Consulting.

Berdasarkan perhitungan KONTAN, investor yg melakukan investasi secara sekaligus dalam waktu lima tahun dapat mendapatkan hasil investasi lebih besar dibanding investor yg melakukan investasi secara berkala. Padahal, modal investasi mereka dalam kurun waktu tersebut sama besar.

Namun dalam jangka panjang, investasi secara berkala lebih menguntungkan ketimbang investasi sekaligus. Pasalnya, modal awal terus bertambah, sampai hasil investasi juga jadi lebih besar. Rata-rata, investasi secara berkala dapat menghasilkan keuntungan lebih besar dari investasi sekaligus setelah tahun keenam.

Karena itu, investasi secara berkala cocok untuk memenuhi keperluan keuangan jangka panjang. Misalnya saja, untuk mempersiapkan anggaran pensiun atau untuk mempersiapkan biaya sekolah anak di masa mendatang.


Artikel Lainnya:

.:[Close ads]::[Click 2x]:.

.:[Close ads]::[Click 2x]:.