Pertamina & Saudi Aramco Teken Kontrak untuk Kilang Cilacap

Monday, July 10th 2017. | Berita

Suara.com – PT Pertamina (Persero) dan Saudi Aramco telah menetapkan kontrak Engineering and Project Management Services untuk pelaksanaan studi Basic Engineering Design (BED) untuk program kerjasama kedua perusahaan dalam RDMP Cilacap kepada Amec Foster Wheeler Energy Limited.

Kontrak telah ditandatangani oleh Said Al-Hadrami, Vice President of International Operations Saudi Aramco dan Rachmad Hardadi, Direktur Pengolahan PT Pertamina (Persero) di kantor pusat Pertamina Jakarta, Senin (23/4/2016). Penandatanganan ini sebagai kelanjutan dari Heads of Agreement (HoA) yg sebelumnya telah ditandatangani oleh kedua pihak pada November 2015.

“Proyek pengembangan kilang Cilacap akan dilakukan melalui kerjasama antara Pertamina dan Saudi Aramco, dan tahapan ini dianggap sebuah kemajuan yg cukup signifikan. Untuk melakukan sebuah proyek sebesar ini, keberadaan partner strategis dgn kemampuan teknik dan finansial yg mumpuni tentu sangat diperlukan. Dan menurut kami Saudi Aramco merupakan partner yg ideal,” jelas Rachmad Hadadi.

“Menandatangani kontrak kerjasama pengembangan kilang Cilacap ini merupakan pencapaian yg luar biasa dalam kerjasama Saudi Aramco dgn Pertamina. Saudi Aramco melihat potensi jangka panjang dari investasi dan kerjasama ini, dimana kami melihat proyek ini akan saling menguntungkan bagi kedua belah pihak dan juga negara dalam beberapa dekade kedepan. Kami yakin proyek ini bisa meningkatkan kemakmuran Indonesia melalui ketahanan energi yg lebih baik dan memperkuat rantai nilai energi global perusahaan kami,” Said Al-Hadrami mengatakan.

Dalam 9 bulan kedepan, Amec Foster Wheeler akan mengembangan ruang lingkup terkait usulan proyek pengembangan kilang yg telah ada di Jawa Tengah dan akan menyelesaikan konfigurasi dan paket lisensi. Pengembangan kilang Cilacap adalah bagian dari program Refinery Development Master Plan (RDMP) yg dimiliki Pertamina yg bertujuan untuk meningkatkan ketahanan energi Indonesia. Diperkirakan untuk proyek pengembangan kilang Cilacap akan membutuhkan anggaran sebesar 4 miliar Dolar AS sampai 5 miliar Dolar AS.

Ketika proyek pengembangan mencapai tahap penyelesaian, kapasitas dari kilang Cilacap akan meningkat menjadi 370.000 barel per hari. Selain itu, produksi bensin dan diesel akan lebih maksimal dgn kualitas lebih tinggi, dan akan dipasok untuk keperluan domestik. Proyek pengembangan ini juga akan meningkatkan kapasitas petrokimia yg dibuat kilang, yaitu aromatics meningkat sampai lebih dari 600 KTPA dan polypropylene meningkat sampai 160 KTPA.

Kedua perusahaan menargetkan penyelesaian Front End Engineering Design (FEED) pada 2018, dan memulai fase EPC di tahun 2019, sehingga proyek RDMP CIlacap direncanakan selesai di akhir tahun 2022. Rachmad Hardadi mengatakan bahwa proyek kolaborasi ini merupakan langkah awal menuju kerjasama – kerjasama lain yg serupa antara Pertamina dan Saudi Aramco, yaitu pengembangan kilang Dumai di Sumatera dan kilang Balongan di Jawa Barat.

Artikel Lainnya:

.:[Close ads]::[Click 2x]:.

.:[Close ads]::[Click 2x]:.