Kota Vertikal, Solusi Hadapi Lonjakan Populasi

Monday, June 19th 2017. | Berita

Suara.com – Membludaknya jumlah populasi di sebuah negara tentu menimbulkan berbagai macam masalah. Salah satunya adalah meningkatnya keperluan hunian.

Menanggapi hal ini, sekarang banyak ilmuwan dan arsitek yg berusaha membuat terobosan baru dgn membuat konsep kota vertikal, atau kota yg dibuat sejumlah bangunan tinggi dgn ratusan lantai.

Kali ini, portal global Lamudi mengamati kosep kota vertikal ini, dan apakah benar konsep ini merupakan solusi terbaik untuk menanggulangi masalah populasi?

Kota vertikal adalah sebuah kota yg lengkap dan mandiri di dalam sebuah gedung pencakar langit. Di kota itu, orang-orang bisa hidup, bekerja, sekolah dan berbisnis dari ketinggian. Bahkan konsep ini pun dinilai bisa mengurangi dampak buruk terhadap lingkungan.

Tentu, untuk membangun konsep kota ini tak semudah yg dibayangkan, setidaknya ada beberapa faktor yg bisa mempengaruhinya, di antaranya:   

Modal Menjadi Kendala
Saat ini, ide tentang kota vertikal masih sebatas konsep, dan penghalang terbesar untuk mengubah konsep menjadi kenyataan adalah urusan modal. Untuk menciptakan dan merawat kota seperti itu akan membutuhkan anggaran dan waktu yg sangat banyak. Pengembang dan pemerintah nantinya harus saling bersinergi membuat konsep ini menjadi hemat biaya.

Tidak Dekat dgn Lingkungan
Biasanya, orang akan merasa nyaman jika berada di luar ruangan atau lingkungan yg alami. Namun bagaimana hal ini dapat dilakukan di kota vertikal?
Sebenarnya ada banyak cara yg dapat dilakukan untuk menjawab pertanyaan ini, salah satunya dgn cara membuat langit-langit transparan atau menggunakan kaca tembus pada bagian eksterior. Hal ini dimaksudkan agar orang yg berada di dalam gedung bisa leluasa melihat pemandangan sekitar dari dalam gedung.

Desain
Salah satu hal terpenting pembangunan kota vertikal adalah, desain gedung, contohnya seperti memisahkan area kerja dan residensial. Transportasi internal akan banyak menggunakan lift serta monorel.
Kenyamanan sangat dibutuhkan dan patut untuk dipertimbangkan terlebih dahulu, menghindari segala hal buruk yg akan terjadi bila tak didesain secara benar.

Sky City (Changsha)
Cina berencana membangun gedung tertinggi di dunia, bangunan ini direncanakan akan dibuat setinggi 838 meter. Mereka mengestimasikan 90 hari untuk pembangunan gedung. Bangunan setinggi 202 lantai tersebut, nantinya akan terdapat hotel, rumah sakit, kantor, juga toko di dalamnya.

Untuk masalah transportasi mereka memiliki 104 lift dgn kecepatan tinggi. Hari ini, gedung tertinggi di dunia masih dipegang oleh Burj Khalifa di Dubai yg memiliki tinggi 828 meter.

Namun hal itu akan segera disusul oleh Kingdom Tower di Jeddah yg diestimasikan tingginya mencapai lebih dari 1,000 meter.

 

Artikel Lainnya:

.:[Close ads]::[Click 2x]:.

.:[Close ads]::[Click 2x]:.