Lima alasan mempersiapkan pensiun di usia muda

Tuesday, June 27th 2017. | Personal Finance

Tidak banyak orang yg menyadari pentingnya memiliki perencanaan pensiun di usia produktif. Salah satu penyebabnya, mereka beranggapan bahwa masa pensiun masih terlalu jauh untuk dipikirkan sekarang ini.

Tak heran, banyak orang di usia produktif justru lebih tertarik untuk mengalokasikan uang yg mereka miliki ke hal lainnya, seperti berlibur, menyicil rumah, membeli apartemen, maupun membeli mobil. Padahal, Presiden Direktur Sun Life Financial Indonesia Elin Waty, mengatakan, sangatlah penting untuk merencanakan anggaran pensiun di usia produktif. Bahkan, perencanaan anggaran pensiun perlu segera dilakukan saat Anda baru mulai bekerja.

Setidaknya, ada lima alasan perlunya merencanakan pensiun di usia produktif

1.      Waktu terus berjalan dan usia semakin menua

Anda tak dapat 100% mengandalkan orang lain untuk menopang kehidupan Anda di masa tua. Hal ini harus sepenuhnya Anda sadari. Jika Anda terus menunda perencanaan keuangan, waktu terus berjalan. Nah, saat usia Anda semakin tua, kesempatan yg Anda miliki untuk merencanakan anggaran pensiun akan semakin singkat dan berat.

2.      Tingkat inflasi yg semakin tinggi

Meningkatnya inflasi merupakan sebuah fakta yg tak bisa kita hindari. Semakin dini Anda merencanakan anggaran pensiun, Anda akan semakin mudah bersahabat dgn tingkat inflasi yg terus menanjak.

3.      Tidak bergantung pada anak

Anda tentu pernah mendengar nasihat lawas yg mengatakan banyak anak banyak rezeki. Jika Anda memiliki banyak anak, beban Anda untuk menanggung masa tua barangkali lebih ringan. Namun, kebanyakan orang tua masa kini cukup memiliki dua orang anak. Anda tentu tak ingin anak Anda menanggung biaya yg diperlukan ketika Anda tua dan memasuki masa pensiun. Oleh karena itu, penting sekali untuk menjadi calon orang tua yg mandiri dalam hal keuangan di masa tua karena telah memiliki bekal anggaran pensiun yg cukup.

4.      Persaingan global yg semakin ketat

Banyak orang lupa akan pentingnya perencanaan pensiun semenjak muda. Alhasil, ketika usia semakin senja, mereka memutuskan untuk terus bekerja untuk mengejar keperluan anggaran pensiun. Tidak bisa dipungkiri, saat usia menua dan kesempatan kerja semakin terbatas, banyak sekali talenta muda berkualitas tinggi di luar sana. Jika kita tak mampu bersaing, kemungkinan terburuk adalah posisi kita di perusahaan bisa digantikan oleh orang lain. Ujung-ujungnya, kita menderita karena tak memiliki kesempatan lagi untuk mengumpulkan anggaran pensiun.

5.      Cicilan masih ringan

Keriuhan kota beserta hiruk-pikuknya seringkali membuat Anda terlena untuk mengabaikan perencanaan keuangan, termasuk perencanaan pensiun. Alhasil, rencana cukup menjadi wacana yg tak pernah terwujud. Padahal, semakin cepat Anda merencanakan anggaran pensiun, anggaran yg harus Anda bayar setiap bulannya semakin ringan bila dibandingkan Anda baru merencanakan anggaran pensiun, misalnya, di usia 40 tahun.

Untuk mencegah berbagai hal buruk terjadi dalam persiapan pensiun, Elin mengatakan, penting bagi siapa pun untuk memiliki mitra yg memandu dalam membuat perencanaan pensiun. “Prinsipnya, semakin dini kita melakukan persiapan anggaran pensiun, semakin ringan cicilan yg kita bayarkan,” ujarnya.


Artikel Lainnya:

.:[Close ads]::[Click 2x]:.

.:[Close ads]::[Click 2x]:.