Menperin: Krisis Global Peluang Investor Asing di Indonesia

Saturday, December 16th 2017. | Berita

IndonesiaBisnis.net – Menteri Perindustrian Saleh Husin mengatakan krisis ekonomi sejatinya menjadi peluang bagi investor asing yg ingin menanamkan modal di Indonesia. Sebab selisih mata uang rupiah dan dolar membuat biaya investasi menjadi lebih murah.

“Biasanya cukup cukup membeli satu hektare tapi karena krisis ekonomi global jadi dapat beli 1,5 hektare, ini contohnya. Jadi krisis ini, justru peluang bagi mereka yg ingin berusaha di Indonesia,” kata Saleh seusai menjadi pembicara utama pada seminar di Palembang, Sabtu (26/9/2015).

Pada seminar ‘Peluang dan Tantangan Indonesia Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean’ di Fakultas Hukum, Universitas Sriwijaya itu Husin menjaskan faktor ini yg diharapkan menjadi pendorong berkembangnya Kawasan Ekonomi Khusus di beberapa provinsi. Sumatera Selatan yg sekarang ini sedang membangun KEK Tanjung Api-Api diharapkan memanfaatkan peluang ini untuk menjadi suatu wilayah industri yg memiliki daya saing.

“Sudah ada keinginan untuk mengembangkan KEK di Sumsel, dan jangan sekadar membangun tapi harus benar-benar memastikan ada investornya. Investor ini harus membawa investor lainnya juga,” kata dia.

Kehadiran banyak investor ini sangat penting karena pemerintah berkeinginan membuka wilayah industri di luar Jawa.

“Saat ini bicara industri tak lagi cukup di Jawa tapi juga luar Jawa, karena potensi sumber daya yg dimiliki Indonesia demikian luar biasa dan harus dikembangkan untuk kesejahteraan rakyat,” kata dia.

Kawasan Tanjung Api Api ini memiliki lahan seluas 1.000 hektare yg akan diperuntukan sebagai pelabuhan barang internasional dan Kawasan Ekonomi Khusus. Pemerintah daerah memprediksi dibutuhkan anggaran sampai Rp104 triliun untuk merealisasikan pembangunan pelabuhan, jalan tol, mono rel, sampai wilayah industri.

Penetapan Presiden tentang wilayah ekonomi khusus Tanjung Api-api telah tertuang dalam Peraturan Pemerintah No 51 Tahun 2014 yg ditandatangani Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 30 Juni 2014. Perpres ini kemudian menjadi dasar bagi Provinsi Sumatera Selatan untuk sepenuh hati mendorong proyek ini terealisasi karena telah masuk dalam delapan KEK yg telah ditetapkan pemerintah. (Antara)

Artikel Lainnya:

.:[Close ads]::[Click 2x]:.

.:[Close ads]::[Click 2x]:.