Cadangan Devisa Indonesia Turun Jadi 103 miliar dolar As

Sunday, July 24th 2016. | Berita

IndonesiaBisnis.net – Posisi cadangan devisa Indonesia akhir pada pertengahan September 2015 sebesar 103 miliar dolar AS per hari, angka ini lebih rendah jika dibandingkan dgn posisi akhir Agustus 2015 sebesar 105,6 miliar dolar AS per hari.

Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo mengatakan, perkembangan tersebut didorong oleh peningkatan pengeluaran untuk pembayaran utang swata yg mulai jatuh tempo serta penggunaan devisa dalam rangka stabilisasi nilai tukar rupiah untuk mendukung terjaganya stabilisasi makro ekonomi dan sistem keuangan di Indonesia.

“Makanya cadangan devisa kita menurun. Jadi swasta jatuh waktunya lebih pendek daripada utang pemerintah. Jadi kalau ditanya tentang jatuh waktu pinjaman, sepanjang kuartal III ini cukup banyak juga yg jatuh tempo, swasta ya, bukan pemerintah,” kata Agus saat ditemui di ruang rapat komisi XI, DPR, Senin malam (21/9/2015).

Meski cadangan devisa negara mengalami penurunan pada pertengahan  September ini, Agus mengatakan, angka penurunan tersebut belum angka fix yg dapat dipegang sebagai laporan Bank Indonesia di minggu ketiga September ini.

Pasalnya, angka ini dapat mengakami naik dan turun. Hal tersebut sebab masih akan ada penerimaan ekspor, pembayaran utang dan sebagainya yg belum dikalkulasikan.

“Kalau kamu tanya tentang cadangan devisa (103 miliar dolar AS) itu belum angka fix ya. Yang kita pegang masih 105,6 miliar dolar AS. Ini sifatnya masih dinamis, jadi masih dapat naik turun. Jadi ini bukan statement resmi,” ungkapnya. 

Artikel Lainnya:

.:[Close ads]::[Click 2x]:.

.:[Close ads]::[Click 2x]:.