Pelni: Biaya 'Siluman' Hambat Tol Laut

Sunday, December 3rd 2017. | Berita

IndonesiaBisnis.net – General Manajer PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Cabang Manokwari, Papua, Adrian mengatakan sejumlah persoalan masih menghambat realisasi program tol laut yg akan dilaksanakan pemerintah pusat di antaranya adanya biaya yg tak jelas atau ‘siluman’.

“Untuk Manokwari misalnya, banyak biaya yg harus dikeluarkan saat kapal di pelabuhan. Di sisi lain biaya operasional kapal dari pelabuhan muat menuju pelabuhan tujuan pun tinggi,”kata Adrian di Manokwari, Minggu (20/9/2015).

Adrian menilai, program tol laut telah sangat jelas yakni untuk menyamakan harga barang di seluruh di daerah. Agar program itu terlaksana, kendala-kendala yg bersifat teknis dan operasional harus diselesaikan.

“Program inikan targetnya disparitas harga, sehingga hal-hal yg menimbulkan biaya harus ditekan semaksimal mungkin,”kata dia.

Di Pelabuhan Manokwari, kata dia, setidaknya ada 10 aitem pembayaran yg harus dikeluarkan baik oleh pihak kapal maupun pemilik logistik.

Untuk itu, lanjut Adrian, agar harga barang di Manokwari sama dgn harga barang di wilayah jawa dan wilayah barat Indonesia lainya. Pemerintah harus dapat menekan hal-hal yg menimbulkan biaya.

Selain menyiapkan subsidi untuk biaya kapal, pemerintah harus bisa membersihkan biaya-biaya yg timbul di pelabuhan. “Dari biaya bongkar muat, biaya buruh, biaya kapal keluar, dan sejumlah biaya lainya,”sebutnya.

Ia juga berharap, pemerintah dapat membersihkan biaya-biaya ‘siluman’ yg terjadi di Pelabuhan Manokwari.

Pelabuhan, kata dia, dibangun dgn menggunakan anggaran negara, ia berharap pemerintah mampu menekan hal-hal yg menimbulkan biaya. Agar program ini berjalan baik dan dinikmati masyarakat. (Antara)

 

 

 

Artikel Lainnya:

.:[Close ads]::[Click 2x]:.

.:[Close ads]::[Click 2x]:.