Harga Minyak Turun, Pendapatan Negara Bakal Tak Penuhi Target

Tuesday, November 28th 2017. | Berita

IndonesiaBisnis.net – Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan defisit anggaran pada akhir tahun 2015 berpotensi melebar dari perkiraan awal yakni sebesar 2,23 persen terhadap PDB, karena kinerja sektor penerimaan negara belum sesuai harapan.

“Sasaran masih sama, defisit melebar 2,23 persen, dan ‘shortfall’ penerimaan perpajakan Rp120 triliun. Tapi kita melihat ada potensi ‘shortfall’ turut terjadi di penerimaan negara bukan pajak (PNBP),” kata Menkeu dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (17/9/2015).

Menkeu mengatakan salah satu potensi tambahan “shortfall” penerimaan tersebut berasal dari PNBP yg terpengaruh anjloknya harga minyak dunia, sehingga diperkirakan pada akhir tahun tak mampu mencapai target.

“Kita mulai melihat ada potensi penurunan harga minyak dan ‘shortfall’ di PNBP, karena sebagai bayangan Agustus kemarin harga ICP kita cuma 42 dolar AS per barel, padahal anggapan (di APBN-P) 60 dolar AS per barel,” ujarnya.

Selain itu, tambah dia, potensi penurunan penerimaan juga terlihat pada sektor bea keluar yg sampai akhir Agustus 2015 realisasinya masih jauh di bawah harapan karena ekspor konsentrat tembaga sekarang ini sedang mengalami kelesuan.

Menkeu mengatakan untuk menjaga agar defisit anggaran tak makin melebar dari perkiraan, maka pemerintah akan menambah pembiayaan melalui pinjaman multilateral dan bilateral, bukan melalui penerbitan surat utang.

“Kita telah menyiapkan tambahan ‘financing’, utamanya melalui multilateral bilateral, tapi kami tetap mencermati potensi penurunan PNBP dan bea keluar, karena harga konsentrat tembaga tak sebaik biasanya,” ujarnya.

Kementerian Keuangan mencatat realisasi defisit anggaran sampai 31 Agustus 2015 mencapai Rp186,7 triliun (1,6 persen terhadap PDB) atau 83,9 persen dari target APBN-P 2015 sebesar Rp222,5 triliun (1,9 persen terhadap PDB).

Defisit anggaran tersebut berasal dari pendapatan negara yg mencapai Rp867,5 triliun atau 49,3 persen dari target sebesar Rp1.761,6 triliun dan belanja negara Rp1.054,2 triliun atau 53,1 persen dari pagu Rp1.984,1 triliun.

Dari sektor PNBP, penerimaan dari Sumber Daya Alam migas terlihat mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu, karena realisasinya baru mencapai Rp57,1 triliun, padahal pada periode yg sama tahun 2014 mencapai Rp128 triliun.

Kondisi tersebut yg mempengaruhi realisasi PNBP keseluruhan yg realisasinya baru mencapai Rp168,3 triliun atau 62,5 persen dari target APBN-P 2015 sebesar Rp269,1 triliun, bandingkan periode tahun 2014 yg mencapai Rp237,4 triliun.

Sementara, penerimaan dari sektor bea keluar juga diperkirakan tak mencapai target pada akhir tahun, karena realisasinya pada akhir Agustus baru mencapai Rp2,7 triliun atau 22,2 persen dari target Rp12,1 triliun. (Antara)

Artikel Lainnya:

.:[Close ads]::[Click 2x]:.

.:[Close ads]::[Click 2x]:.