95 Persen Pasar Musik Indonesia Dikuasai Musik Bajakan

Friday, November 24th 2017. | Berita

IndonesiaBisnis.net – Musik bajakan menguasai 95,7 persen pasar di Indonesia. Kondisi ini telah terjadi semenjak 2007 sementara itu musik sah cukup sekitar 4,3 persen. Berdasarkan catatan Persatuan Selebrity Penyanyi Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI) pada 2013 kerugian akibat pembajakan musik rekaman mencapai Rp4 triliun per tahun.

“Hal yg sama juga terjadi pada industri perfilaman, di mana berdasarkan perhitungan Asosiasi Produser Film Indonesia (APROFI) pembajakan yg dilakukan terhadap satu film saja bisa kerugian sekitar Rp4,3 miliar,” kata Ketua Satgas Anti Pembajakan Bekraf Ari Juliano Gema di Mabes Polri, Jakarta Jumat (18/9/2015).

Sehingga diperkirakan kerugian yg ditimbulkan jika membajak sekitar 100 film mencapai Rp437,5 miliar.

Oleh sebab itu, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) yg dipimpin oleh Triawan Munaf membentuk Satuan Tugas Penanganan Pengaduan Pembajakan Karya Musik dan Film.

Satgas ini beranggotakan pejabat di lingkungan Bekraf dan dibantu kelompok kerja yg beranggotakan profesional di bidang musik dan film dari Asosiasi Industri Rekaman Video Indonesia, Asosiasi Industri Rekaman Indonesia, Asosiasi Produser Film Indonesia, Persatuan Selebrity Penyanyi Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia dan Persatuan Produser Film Indonesia.

Satgas Anti Pembajakan ini juga bekerja sama dgn Bareskrim Polri untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

“Semua seniman yg telah merasa dirugikan bisa melaporkan ke Bareskrim dgn membawa dua bukti permulaan dan nanti akan diproses,” kata Ari.

Dia mengatakan dalam penindakan pembajakan ini telah ada beberapa situs unduh film yg diblokir. (Antara)

Artikel Lainnya:

.:[Close ads]::[Click 2x]:.

.:[Close ads]::[Click 2x]:.