BPS Sebut Harga Pangan Turun Bulan Ini

Monday, November 6th 2017. | Berita

IndonesiaBisnis.net – Kepala Badan Pusat Statisk (BPS) Suryamin mengatakan harga pangan diprediksi turun di bulan September. Penurunan itu disebabkan berkurangnya permintaan masyarakat seusai lebaran terhadap komoditas tertentu.

“Lebaran telah lewat, konsumsi yg tinggi telah tak terjadi lagi. Waktu itu juga harga daging ayam naik. Banyak yg mengurangi makan daging ayam, malah beralih ke ikan. Jadi adanya peralihan konsumsi ini membuat beberapa komoditas mengalami penurunan,” kata Suryamin saat ditemui di kantornya, Senin (14/9/2015).

Adapun komoditas pangan yg mengalami penurunan adalah daging sapi turun 1,55 persen, daging ayam turun 8,04 persen, cabai rawit turun 4,23 persen, cabai merah turun 9,08 persen, bawang merah turun 12,31 persen, minyak goreng turun 1,55 persen, dan tepung terigu turun 0,49 persen.

Komoditas lain yg juga mengalami penurunan yaitu susu kental manis mengalami penurunan 0,26 persen dan gula pasir turun 1,16 persen. Serta kedua jenis gas elpiji untuk ukuran tiga kilogram (kg) yg turun 0,18 persen dan gas elpiji 12 kg yg turun 0,01 persen.

Meski terjadi penurunan di beberapa komoditas pangan dalam dua pekan terakhir, namun masih ada bahan pokok yg mengalami kenaikan harga, antara lain beras, bawang putih, tempe, telur ayam ras, ikan bandeng, ikan kembung, dan emas perhiasan.

Sementara, komoditas yg mengalami kenaikan yaitu ikan bandeng naik 0,48 persen, ikan kembung naik 1,61 persen, telur ayam ras naik 0,96 persen, tempe naik 3,84 persen, bawang putih naik 6,39 persen, dan beras naik 1,30 persen sampai 1,54 persen.

“komoditas tempe melonjak harganya karena naiknya harga kedelai impor akibat melemahnya nilai tukar rupiah. Selain itu, pascalebaran, banyak peralihan konsumsi masyarakat. Seperti lonjakan daging ayam beberapa waktu lalu yg menyebabkan sejumlah masyarakat akhirnya justru beralih ke komoditas ikan, waktu itu juga harga daging ayam naik. Banyak yg mengurangi makan daging ayam, malah beralih ke ikan. Nah karena peralihan ini saja makanya ada kenaikan dibeberapa komoditas,” katanya.

Artikel Lainnya:

.:[Close ads]::[Click 2x]:.

.:[Close ads]::[Click 2x]:.