Ini Penjelasan Pertamina soal Tudingan KKN Menko Rizal

Tuesday, October 31st 2017. | Berita

IndonesiaBisnis.net – Direktur Pemasaran PT Pertamina Ahmad Bambang menanggapi peryataan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli. Rizal mengatakan dua proyek Pertamina membuang-buang uang dan berindikasi kolisi, korupsi, dan nepotisme (KKN).

Bambang menjelaskan dua proyek Pertamina yakni penambahan fasilitas penyimpanan (storage) bahan bakar minyak (BBM) sebesar 2,4 miliar dolar AS dan pembangunan pipa untuk pendistribusian BBM telah dijalan yg benar. Hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan ketahanan energi nasilan yg sekarang ini masih sangat rendah yg dimiliki Pertamina, yakni cukup cukup untuk 20 hari saja.

“Itu (Storage) merupakan keperluan. Konsumsi BBM di Indonesia terus meningkat, oleh sebab itu kita juga harus meningkatkan cadangan minyak kita. Pertamina sekarang storagenya cukup cikup cukup 20 hari saja, makanya penambahan storage itu sangat dibutuhakan,” kata Bambang saat ditemui di kantornya, Jumat (11/9/2015).

Sementara untuk pembangunan pipa penyaluran distibusi ke BBM sekarang ini sangat dibutuhkan agar penyaluran BBM ke daerah-daerah terutama di wilayah Indonesia timur menjadi lebih mudah.

“Ini cukup agar penyaluran dan pendistribusian BBMnya menjadi lebih mudah. Jadi langsung melalui pipa,” katanya.

Ia mengakui pembangunan pipa dan storage BBM ini membutuhkan anggaran investasi yg besar dan tak termasuk dalam program prioritas pemerintah. Tapi, lanjut dia, PT Pertamina akan melakukan banyak kerjasama dgn perusahaan energi dalam negeri yg memiliki fasilitas penyimpanan BBM. Hal ini dilakukakn untuk mengakali anggaran investasi yg besar untuk pembangunan storage.

“Kita kerjasama dgn perusahaan dalam negeri. Jadi kita pakai storagenya, kita pakai untuk menyimpan BBM. Kerjasamanya dgn cara kita suplai BBM ke mereka, kalau suplainya belum dipakai sama mereka kita suplai ke tempat lain. Biayanya lebih murah, mereka tak perlu keluarin biaya inventori, harga jadi lebih murah, ketahanan energi juga naik dan transaksinya pakai rupiah juga,” ungkapnya.

Ia mengatakan bahwa storage ini sangat dibutuhkan oleh Indonesia untuk meningkatkan cadangan minyak ditengah konsumsi BBM yg terus meningkat. Ia mencontohkan, negara-negara seperti Amerika, Jepang, Malaysia dan Singapura telah memiliki cadangan minyak sampai 3-6 bulan ke depan, hal ini sebab memiliki storage yg memadai.

“Dinegara-negara ASEAN saja paling dikit punya stok BBM sampai 45 hari. Pemerintah ingin stok BBM meningkat secara bertahap. Makanya kita tingkatkan pelan-pelan. Rencananya 30 hari dulu,” ungkapnya.

Sebelumnya, Menurut Rizal, rencana tersebut dinilai sebagai tindakan yg membuang uang dan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN).
Ia menilai, storage BBM yg dimiliki Pertamina secara nasional sebesar 18-20 hari telah cukup.

“Menurut saya storage Pertamina telah cukup. Ngapain buang uang 2,4 Miliar dolar AS cukup untuk meningkatkan menjadi 30 hari. Harusnya yg jual minyak ke Indonesia yg bangun, bukan Pertamina,” kata Rizal, Kamis (10/9/2015) kemarin.

Terkait pembangunan pipa yg akan digunakan untuk mendistribusikan BBM. Hal tersebut sebab, menurutnya, infrastruktur distribusi BBM Pertamina sekarang ini telah bagus.

“Kemudian usulan mau bangun Pipa BBM se-Indonesia? Sudah bagus kok. Kalau bangun di seluruh Indonesia dapat bangkrut nih.” Katanya.

Menurutnya, jika pipa-pipa tersebut dibangun, faktor keamannya yg perlu diperhatikan. Karena, pipa tersebut dinilai sangat rawan. “Kalau ada yg tanam bom di sana habis lah itu Pertamina,” katanya.

Artikel Lainnya:

.:[Close ads]::[Click 2x]:.

.:[Close ads]::[Click 2x]:.