Goldman Pangkas Proyeksi Harga, Harga Minyak Dunia Turun Lagi

Saturday, October 28th 2017. | Berita

IndonesiaBisnis.net – Pasar minyak dunia merosot pada Sabtu, 912/9/2015), setelah Goldman Sachs memangkas proyeksi harga untuk tahun depan dalam menghadapi pasokan yg lebih besar daripada perkiraan awal.

Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober turun 1,29 dolar AS menjadi berakhir di 44,63 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange, setelah bertambah hampir dua dolar AS.

 Minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Oktober 2015, patokan global untuk minyak, ditutup pada 48,14 per barel di London, turun 75 sen.

Sejak Jumat pekan lalu, kedua kontrak telah kehilangan sekitar tiga persen.

“Masih banyak kebingungan di sini. Kami telah bolak-balik, dan kami mencoba untuk menemukan nilai wajar,” kata Carl Larry dari Frost & Sullivan.

“Untuk setiap laporan yg keluar, setiap prediksi yg datang, kami masih belum keluar dari kisaran ini, antara 40 dolar AS dan 50 dolar AS,” tambahnya.

Goldman Sachs memangkas proyeksi harga 2016 untuk WTI menjadi 45 dolar AS per barel, turun tajam dari perkiraan Mei sebesar 57 dolar AS.

“Pasar minyak bahkan kelebihan pasokan lebih besar dari yg kita duga dan kita sekarang memperkirakan surplus ini bertahan pada 2016, karena pertumbuhan lebih lanjut produksi OPEC, bertahannya pasokan non-OPEC dan pelambatan pertumbuhan permintaan, dgn risiko-risiko condong ke permintaan yg lebih lemah akibat pelambatan Tiongkok,” katanya.

Dalam kasus terburuk, bank AS itu memproyeksikan harga minyak dapat jatuh mendekati 20 dolar AS per barel jika kelebihan pasokan melampaui kapasitas logistik dan penyimpanan.

Di sisi lain, Badan Energi Internasional (IEA) memperkirakan bahwa persediaan minyak di luar OPEC akan turun setengah juta barel per hari pada tahun depan, dgn pembuat-pembuat minyak serpih AS menyumbang sebesar empat-perlima dari penurunan.

Mendukung pandangan itu, rig minyak Baker Hughes AS cenderung terus menurun pada Jumat. Jumlah rig, ukuran yg diawasi dgn ketat untuk kegiatan pengeboran, jatuh 10 rig menjadi 652 rig, turun 59 persen dari setahun lalu. (AFP/Antara)

Artikel Lainnya:

.:[Close ads]::[Click 2x]:.

.:[Close ads]::[Click 2x]:.