Target Listrik 35 Ribu MW Tidak Akan Direvisi

Friday, October 13th 2017. | Berita

IndonesiaBisnis.net – Pemerintah tak akan mengubah target pertambahan kapasitas listrik 35 ribu MW yg sekarang ini sedang berjalan. Penambahan kapasitas listrik diperlukan untuk menyeimbangkan pertumbuhan tenaga listrik sebesar 8,7 persen per tahun dan untuk meningkatkan rasio elektrifikasi menjadi 97,4 persen pada tahun 2019.

“Pemerintah tak akan merevisi besaran target listrik 35 ribu MW karena rasio elektrifikasi kita masih rendah artinya masih ada ribuan desa, jutaan penduduk yg tak mendapatkan akses listrik, tak adil kalau kita tak kerja keras untuk memenuhi keperluan listrik mereka karena listrik adalah jendela peradaban, sebegitu mereka bisa akses listrik, seketika dunia terbuka,” ujar Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said, Senin (7/9/2015).

Pemerintah beberapa waktu lalu telah meresmikan proyek kelistrikan untuk 50 pulau terluar. Sudirman bersyukur saat peresmian listrik di 50 pulau terluar, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara akan masuk dgn koneksi jaringan IT di 50 pulau terluar tersebut. Menurut Sudirman itu berarti 50 titik terluar tersebut akan juga mendapatkan akses informasi dan ilmu pengetahuan.

Sebelumnya, Direktur Ketenagalistrikan Jarman menegaskan pembangunan kapasitas listrik 35 ribu MW merupakan suatu keperluan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi serta untuk meningkatkan rasio elektrifikasi. Hingga bulan Juni 2015, Jarman manmbahkan, rasio elekrifikasi kita baru mencapai 86,39 persen dgn kapasitas pembangkit sebesar 53,5 GW.

Rasio elektrifikasi nasional tersebut menurut Jarman, masih lebih rendah dari negara-negara tetangga seperti, Singapura yg telah mencapai 100 persen, Brunei 99,7persen, Thailand 99,3 persen, dan Vietnam 98,0 persen.

Dijelaskan Jarman, Pemerintah menargetkan rasio elektrifikasi sebesar 97,4 persen dalam lima tahun kedepan dan untuk mencapai target sebesar itu diperlukan tambahan kapasitas terpasang sebesar 35 ribu MW diluar 7.400 MW yg sekarang ini telah dalam tahap konstruksi.

”PLN harus konsentrasi di transmisi karena ini merupakan backbond yg harus dibangun bagaimanapun juga karena tanpa transmisi pembangkit itu tak dapat menyalurkan listrik ke masyarakat,” ujar Jarman.

Artikel Lainnya:

.:[Close ads]::[Click 2x]:.

.:[Close ads]::[Click 2x]:.