Ribuan Pegawai Freeport Bakal Dites Urine

Sunday, October 1st 2017. | Berita

IndonesiaBisnis.net – Kepolisian Resor Mimika, Papua, menilai positif rencana pemeriksaan urine untuk mengecek kadar narkoba pada ribuan karyawan PT Freeport Indonesia sebagaimana digagas oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Papua.

Kasat Narkoba Polres Mimika AKP Mursaling kepada Antara di Timika, Jumat (4/9/2015), mengatakan pemeriksaan urine pada karyawan Freeport tersebut sangat positif sebagai upaya bersama untuk memberantas peredaran narkoba di Kabupaten Mimika.

“Kami belum mendengar rencana itu. Tatapi kalau memang benar, tentu ini positif,” kata Mursaling.

Satuan Narkoba Polres Mimika, katanya, akan memberikan dukungan kepada BNN Papua untuk melakukan upaya preemtif dan preventif dalam rangka pemberantasan dan penanggulangan penyalahan narkoba di kalangan warga setempat.

Apalagi dalam waktu dekat BNN Papua akan mengoperasikan Kantor Badan Narkotika Daerah Kabupaten Mimika.

“Sudah tentu kita memberi dukungan penuh dalam rangka membebaskan warga Mimika dari peredaran gelap narkoba,” jelas Murasling.

Kepala BNN Provinsi Papua, Kombes Pol Jackson Arisano Lapalonga sebelumnya mengatakan siap berkoordinasi dgn manajemen PT Freeport untuk melakukan tes urine ribuan karyawan perusahaan tambang itu.

Kegiatan itu bertujuan untuk mencegah dan memberantas peredaran narkoba di kalangan pekerja tambang.

“Kami akan jalin komunikasi bersama Pemkab Mimika dan pihak PT Freeport Indonesia terkait sidak tes narkoba yg sedang direncanakan. Saya akan bicara dgn pihak terkait dan jalin komunikasi dgn pihak berkepentingan untuk lakukan pencegahan dan pemberantasan narkotika di Mimika,” katanya.

Di Provinsi Papua, katanya, terdapat dua kabupaten/kota yg menjadi titik peredaran narkoba yakni Kabupaten Mimika dan Kota Jayapura. BNN Papua juga telah mengusulkan pembentukan BNN di tingkat kabupaten/kota, yakni di Kota Jayapura, Keerom dan Kabupaten Mimika, namun BNN Pusat baru menyetujui pembentukan BND di dua kabupaten.

“Tahun ini telah dibentuk BND Kabupaten Mimika. Ini membuktikan bahwa Mimika telah menjadi perhatian pemerintah. Lahannya telah disiapkan, tinggal proses administrasi untuk bangun gedungnya,” jelas Jackson.

Pintu narkoba Dari survei yg dilakukan BNN Provinsi Papua, selama ini peredaran gelap narkoba di wilayah Papua dan Papua Barat masuk melalui pintu perbatasan Indonesia dgn PNG, baik melalui pintu perbatasan resmi maupun tak resmi alias ilegal.

Pada 2013, BNN Provinsi Papua telah melakukan pengujian sampel urine di kalangan pelajar SMA/SMK di tiga kabupaten itu. Pelajar yg menjalani tes urine di Mimika dan Keerom sebanyak 1.050 orang, sementara di Kota Jayapura sebanyak 1.000 orang.

Dari hasil pemeriksaan tersebut, BNN Papua menyimpulkan tingkat penggunaan narkoba di tiga wilayah itu cukup mengkhawatirkan karena mencapai 1,4 persen. Angka itu lebih tinggi dari persentase penggunaan narkoba di kalangan pelajar di Provinsi Papua yg mencapai 0,8 persen dan lebih kecil dibanding persentase tingkat nasional yg mencapai 2,2 persen.

“Dari sampel yg kami ambil, di Timika ada pelajar yg telah menggunakan opium dan ekstasi, sementara di Kota Jayapura, Keerom dan Kabupaten Jayapura penggunaan ganja di kalangan pelajar cukup mengkhawatirkan. Inilah yg menjadi alasan mendesak untuk segera membuka Kantor BNN di tiga kabupaten/kota itu supaya hal ini menjadi perhatian kita bersama,” ujar mantan Kepala BNN Papua Antonius Kadarmanta beberapa waktu lalu.

Sesuai hasil survei nasional yg dipublikasikan oleh BNN pada 2013, penggunaan narkoba di kalangan pelajar di Papua sebanyak 16.750 kasus atau sebesar 0,8 persen. (Antara)

Artikel Lainnya:

.:[Close ads]::[Click 2x]:.

.:[Close ads]::[Click 2x]:.