Supaya liburan berkesan dan tanpa beban

Sunday, September 3rd 2017. | Personal Finance

Seperti tujuan keuangan lainnya, anggaran liburan juga harus direncanakan supaya tak menganggu rencana lainnya.  Tergantung jangka waktu, reksadana dapat jadi cara lain pilihan investasi.

Apakah Anda mulai merasa penat dan jenuh dgn aktivitas harian dan bangun di pagi hari mulai terasa berat dan menyiksa sebab tak lagi menikmati tugas dan pekerjaan sebelumnya? Boleh jadi, ini adalah saatnya untuk berlibur.    

Seseorang memang membutuhkan waktu untuk beristirahat sejenak dari rutinitasnya. Tujuannya supaya memperoleh keseimbangan  jiwa dan kesegaran jasmani. Dengan keluar dari kesibukan yg mendera, mereka berharap akan memperoleh semangat lagi saat bekerja atau menjalani hidup. Bukankah bertemu dgn orang-orang yg berbeda di tempat yg baru dapat memperkaya pengalaman hidup pula?

Apalagi, menurut beberapa studi yg pernah dilakukan, berlibur juga menjadi salah satu cara untuk mendongkrak produktivitas kerja, kualitas hubungan sosial sampai kesehatan. Oleh karena itu, tak sedikit perusahaan yg menetapkan peraturan meminta pegawainya untuk mengambil jatah cutinya. Beberapa di antaranya bahkan punya jadwal rutin liburan bersama sesama karyawan.

Hanya, untuk menikmati momen liburan yg menyenangkan sekaligus berkesan, butuh anggaran di luar dari biasanya. Apalagi, jika ingin berlibur dgn mengunjungi tempat-tempat nan eksotik lengkap dgn pemandangan alam maupun bangunan yg menakjubkan.

Bagi sejumlah orang, mungkin biaya liburan yg mahal tak jadi soal. Namun, alangkah baiknya jika anggaran liburan itu memang benar-benar disiapkan. Tujuannya, tentu saja supaya Anda benar-benar dapat menikmati liburan tanpa meninggalkan beban samasekali.

Bahkan, sejumlah orang memiliki target rutin berlibur setiap tahun. Maraknya industri pariwisata memang kian menggugah banyak orang untuk berlibur atau sekadar jalan-jalan merasakan uniknya kehidupan di berbagai negara. Bermacam persiapan pun harus benar-benar Anda hitung supaya target-target Anda tak terlewati.

Susun rencana
Dalam ilmu perencana keuangan, menyiapkan anggaran liburan dapat menjadi salah satu tujuan keuangan. Dengan demikian, liburan yg Anda lakukan lebih terencana secara finansial. Eko Endarto, perencana keuangan dari Finansia Consulting, menuturkan, anggaran liburan memang harus direncanakan karena liburan merupakan keperluan konsumtif. “Apalagi kalau butuh anggaran yg besar, makan perlu direncanakan supaya tak menganggu cashflow sehari-hari,” jelas dia.

Segendang sepenarian, Chairman One Shildt Consulting Risza Bambang juga memaparkan, perencanaan liburan diperlukan agar keperluan anggaran liburan tersebut tak mengganggu rencana investasi masa depan atau rencana keperluan masa depan lainnya. Selain itu, “Agar keperluan anggaran dapat dipersiapkan semenjak dini dgn menyisihkan disposable income,” terang dia.   Lantas, bagaimana cara membuat anggaran liburan yg benar?    

Dalam menyusun rencana liburan pun, ada tahap-tahap yg harus terlebih dulu Anda putuskan. Berikut tahapan untuk membuat perencanaan keuangan liburan:  

• Jangka waktu
Pertama, Anda harus menentukan waktu berlibur atau jangka waktu. Ini gunanya untuk menetapkan instrumen investasi apa yg sesuai untuk memenuhi keperluan anggaran liburan.

Eko mengatakan, tak ada angka ideal untuk menentukan jangka waktu untuk berlibur, tergantung dari keinginan masing-masing individu atau keluarga. “Tidak ada angka yg pasti karena itu pengeluaran bersifat konsumtif,” ujar dia.

Namun, sebagian besar orang merencanakan liburan itu dalam jangka pendek. “Paling lama tiga tahun,” kata Eko.

• Destinasi wisata
Kedua, Anda harus menentukan tujuan wisata yg akan dikunjungi, kapan dan berapa lama Anda akan menghabiskan waktu di sana. Tujuan wisata ini boleh cukup satu kota. Bisa juga, rencana liburan Anda sekaligus berkunjung ke beberapa kota dan sejumlah negara.

Nah, jika tujuan wisata Anda adalah kota-kota di Indonesia, mungkin akan lebih mudah.  Namun, bila destinasi wisata adalah kota-kota di luar negeri, Anda harus mengantongi surat perizinan saat masuk ke negara-negara tersebut.  Sebab, ada komponen biaya khusus yg harus Anda keluarkan untuk mengurus perizinan berikut ciri-ciri diri ketika berada di luar negeri.

Ambil contoh, Anda juga harus menghitung biaya untuk mengurus paspor dan visa jika berkunjung ke negara-negara yg belum bebas visa.

Belum lagi, Anda juga harus menghitung fluktuasi nilai mata uang. Mungkin biaya-biaya tersebut tak besar, namun ada baiknya tetap memasukkan komponen tersebut dalam perencanaan keuangan liburan.

Namun, bukan berarti perjalanan domestik tak menguras kantong. Biaya untuk menjelajah destinasi yg menawan di wilayah Indonesia bagian Timur, seperti Raja Ampat di Papua atau Pantai Ora di Maluku tak kalah mahal dgn perjalanan ke luar negeri.

Setelah menetapkan tujuan, Anda juga harus merencanakan aktivitas apa saja yg akan dilakukan, atraksi apa saja yg akan dikunjungi, perlengkapan apa saja yg harus dibawa, tempat tinggal di sana, alat transportasi ke sana dan selama di sana, termasuk oleh-oleh yg akan dibeli.

Oh ya, untuk mengikuti sebuah atraksi, adakalanya ada ketentuan yg harus diikuti. Misalnya, dalam acara Sensation White di Amsterdam. Sesuai tradisi yg berlaku, peserta harus memakai baju putih sebagai ungkapan dukacita.

Atau, jika Anda ingin menonton Opera di Vienna, Anda harus menyiapkan gaun malam nan elegan. Tentu akan menjadi biaya tambahan bila Anda tak punya koleksi gaunnya, bukan?

Untuk memudahkan, itenerary atau jadwal dan rute wisata yg dibuat oleh agen-agen perjalanan dapat menjadi bahan rujukan Anda dalam membuat agenda selama berlibur. Anda dapat mengunduhnya lewat internet atau mengambil brosur yg sering dibagikan saat pameran tour and travel.

Jika destinasi wisata Anda sangat spesifik, Anda juga dapat berselancar di internet untuk menggali informasi dan pengalaman dari orang-orang yg lebih dulu mengunjungi objek wisata yg diincar. Dari situ, Anda dapat menentukan itenerary liburan sendiri.  

• Hitung biaya
Setelah menentukan tujuan wisata, objek yg akan dikunjungi atau atraksi yg akan diikuti, menghitung anggaran biaya merupakan tahapan yg ketiga. Hitunglah semua pengeluaran. Jangan lupa, Anda juga harus memasukkan biaya makan dalam rencana ini.

Dalam menyusun anggaran biaya ini, Anda dapat memilah antara biaya yg harus dibayar di sana dan apa saja yg dapat dibayar di sini. “Tujuannya untuk mengurangi beban biaya di tempat tujuan,” kata Risza.

Untuk memperoleh perkiraan biaya ini, rajin-rajinlah mencari info melalui internet atau bahkan melalui telepon jika memungkinkan.

Biaya-biaya yg dapat dibayarkan terlebih dulu, misalnya tiket pesawat, sewa hotel atau penginapan, biaya transportasi lokal (bus dan kereta), serta biaya agen perjalanan jika Anda memang mengikuti tur dari agen perjalanan di sana.

Siapkan alat pembayaran dalam beberapa model, misalnya uang tunai, kartu kredit dan kartu debit. “Jangan terlalu banyak membawa uang tunai, terutama di negara-negara tertentu yg membatasi uang tunai yg dibawa,” jelas Risza.

• Sisihkan sebagian penghasilan
Setelah nilai total biaya liburan diperoleh, maka saatnya mulai menabung atau menyisihkan sebagian dari penghasilan dan mencari instrumen investasi yg dapat memberikan imbal hasil yg bagus dalam jangka pendek. Dana yg disisihkan tetap berasal dari pendapatan, namun jangan sampai mengganggu pengeluaran rutin, termasuk pengeluaran untuk tabungan atau tujuan investasi masa depan.  

Anda dapat menghitungnya dgn kalkulator atau lewat program Excell. Bila ingin mudah, Anda dapat memanfaatkan situs perencana keuangan yg biasanya juga menyediakan fasilitas financial calculator untuk menentukan pembayaran reguler atau nilai uang yg mesti ditabung per bulan.

Anda dapat langsung memasukkan jangka waktu (sekarang sampai dgn waktu liburan), kembang investasi dan nilai masa depan. “Jangan lupa, nilai masa depan di-upgrade dgn anggapan inflasi selama periode jangka waktu,” kata Risza. Hasil dari perhitungan inilah yg harus disisihkan setiap bulan.

Misalnya, untuk liburan satu tahun lagi, Anda butuh biaya Rp 20 juta, maka setiap bulannya Anda perlu menabung Rp 1,66 juta. Perhitungan dalam tempo setahun memang cukup sederhana sebab Anda tak perlu memperhitungkan inflasi.

Lain halnya, jika liburan dilakukan sekitar 2–3 tahun lagi atau bahkan lebih lama. Anda telah harus memperhitungkan kenaikan biaya nantinya.

Jangan lupa, jika telah memperoleh nilai uang yg harus disisihkan, Anda tetap harus mempertimbangkan dgn kemampuan finansial. Jika tak cukup, maka rencana liburan harus disesuaikan, yakni dgn menurunkan kenyamanan atau pilihan gaya hidup.

Selain disisihkan dari pendapatan bulanan, persiapan anggaran liburan juga dapat diambil dari pendapatan tahunan Anda, seperti bonus, THR, dan lain-lain. Hanya, pastikan tak ada keperluan penting lainnya yg hendak dipenuhi dgn anggaran tersebut.

• Pilihan reksadana
Ada berbagai instrumen investasi yg dapat dipakai untuk mengumpulkan anggaran liburan. Salah satunya, reksadana. Sayangnya, untuk persiapan liburan dalam jangka pendek, belum banyak orang yg familiar menggunakan produk reksadana. “Kalau untuk liburan, banyak orang memilih produk tabungan. Reksadana belum familiar,” kata Eko.

Meski begitu, Panin Asset Management punya beberapa produk untuk liburan yg direncanakan dalam jangka setahun. Direktur Panin Asset Management Ridwan Soetedja mengatakan, pilihan produk untuk liburan adalah Panin Dana Utama Plus 2. Produk ini dapat jadi cara lain ketimbang menyimpan uang di tabungan.

Ridwan melanjutkan, untuk liburan dgn jangka waktu yg pendek di bawah setahun, investor dapat memilih reksadana pasar uang. Panin memiliki produk, yaitu Panin Dana Likuid dgn kebijakan investasi 100% anggaran kelolaan ditempatkan pada instrumen pasar uang. Jatuh tempo produk ini di bawah setahun.

Kinerja produk ini cukup bagus karena semenjak diluncurkan pada Juli 2012, imbal hasil produk ini mencapai 17,76%. Ridwan lebih menyarankan reksadana ini ketimbang deposito yg tak dapat setiap saat dicairkan. “Faktor likuiditas jadi keunggulan dari reksadana,” tutur dia.

Direktur Samuel Asset Management Agus S. Yanuar mengatakan, sekarang ini masyarakat telah dapat mempertimbangkan reksadana sebagai cara lain untuk persiapan anggaran liburan. “Ada klien kami yg merupakan pendaki gunung. Jadi, biaya pendaki gunung tiga tahun ke depan, direncanakan dari sekarang,” ungkapnya.

Kalau digunakan dua tahun atau tiga tahun mendatang, Agus menyarankan investor untuk membeli produk reksadana campuran atau pendapatan tetap. Atau kalau mau jangka waktu lebih lama, misalnya akan berwisata lima tahun yg akan datang, investor dapat ambil produk yg berbasis saham, baik reksadana campuran atau reksadana saham.

Adapun penarikan anggaran dapat dilakukan saat akan digunakan, dgn kondisi pasar seperti apapun. Agus mengatakan, ini sama halnya dgn reksadana dgn tujuan pendidikan. Setiap tahun, anggaran pasti ditarik sesuai keperluan, misalnya ketika membayar SPP pada awal tahun ajaran, yakni pertengahan tahun. Untuk liburan pun seperti itu, anggaran ditarik ketika mendekati liburan. Makanya, yg paling menentukan reksadana saham itu untuk uang yg digunakan di atas tiga tahun atau sekitar lima tahun.

Pada dasarnya, kata Agus, semua jenis tujuan keuangan dapat diakomodasi oleh produk reksadana. Yang menarik, produk reksadana sangat terjangkau, mulai Rp 100.000 dan dapat mulai atau ditarik kapan saja seperti tabungan. “Tapi dalam jangka menengah dan panjang, imbal hasilnya lebih tinggi,” sebut dia.

Bila memang ingin merencanakan liburan tiga tahun mendatang, Agus menyarankan produk SAM Dana Berkembang dan SAM Syariah Berkembang. Sementara, untuk produk reksadana saham ada SAM Syariah Equity Fund dan SAM Indonesia Equity Fund.

Secara historis, dgn menggunakan data Juli, reksadana saham dalam lima tahun terakhir cukup memberi imbal hasil 6,3% per tahun sebab ada koreksi besar di 2013 dan tahun ini. Sementara, dalam jangka 10 tahun, dari 2005, imbal hasil reksadana saham mencapai 12,2% per tahun.

Untuk reksadana campuran, imbal hasil sekitar 9,4% per tahun, sementara inflasi sekitar 7%. Dengan kata lain, return-nya masih di atas inflasi. Agus menambahkan, untuk menggaet investor yg hobi traveling, SAM sengaja berpromo di media, seperti National Geographic. “Kami ingin memperluas segmen pasar saja, jadi SAM juga menyasar investor yg punya hobi berwisata atau berpetualang,” ucapnya.

Mari, rencanakan liburan dgn baik dan bijak agar dapat berlibur dgn tenang dan nyaman!

Artikel Lainnya:

.:[Close ads]::[Click 2x]:.

.:[Close ads]::[Click 2x]:.