Asuransi: Perlu payung ekstra biar maksimal

Tuesday, August 22nd 2017. | Personal Finance

Berulang kali mendapat telepon dari tenaga pemasar sebuah perusahaan asuransi membuat Rizal Suhaili, karyawan swasta di Jakarta Selatan, jadi sedikit kepikiran. “Tawaran produk asuransi kesehatan mereka sepertinya menarik karena preminya sangat murah,” ujar Rizal kepada KONTAN, beberapa waktu lalu. Selidik punya selidik, produk yg ditawarkan kepada Rizal adalah asuransi kesehatan bersistem tunjangan alias hospital cash plan.

Belakangan, perusahaan asuransi memang getol menawarkan jenis asuransi berpremi mikro ini. Jadi, cerita Rizal, kalau sakit rawat inap nanti mendapat santunan sekian ratus ribu per hari. Rizal sejatinya telah memiliki asuransi kesehatan. Namun, dia merasa manfaat rawat inapnya masih belum optimal. Nah, perlu atau tak bagi Rizal membeli asuransi baru tentu harus melalui pertimbangan matang.

Diana Sandjaja, perencana keuangan Tatadana Consulting, mengatakan bahwa produk asuransi kesehatan pada prinsipnya ada dua jenis. Pertama, sistem hospital benefit. Sistem asuransi kesehatan ini memberi manfaat sesuai dgn plan yg kita pilih. Setiap plan ada perincian manfaat yg ditanggung, mulai dari manfaat rawat inap, biaya dokter, biaya obat, biaya laboratorium, dan seterusnya. Sistem klaim biasanya cashless alias non-reimbursement. Namun, kendati Anda punya banyak produk asuransi kesehatan yg berbeda-beda, sistem ini cukup membayar sesuai dgn kuitansi yg dibayarkan nasabah dgn pembagian beban antarperusahaan asuransi.

Kedua, sistem hospital cash plan. Produk ini memberi manfaat penggantian biaya sesuai dgn jumlah hari perawatan di rumah sakit atau setiap tindakan. Besar penggantian telah disepakati di awal kontrak. Misal, Anda membeli produk cash plan dgn besar santunan Rp 1 juta per hari. Ketika terjadi rawat inap selama 10 hari, Anda akan mendapatkan santunan Rp 10 juta. Tidak peduli meski total biaya rawat inap Anda cukup Rp 6 juta atau Rp 50 juta. “Sistem ini tak memperhitungkan total biaya rawat inap,” kata Diana.

Hingga sekarang ini, kebanyakan metode klaim produk asuransi kesehatan cash plan adalah reimbursment. Yang menarik, santunan akan tetap dibayarkan oleh perusahaan asuransi kendati biaya rawat inap Anda telah dibayarkan oleh asuransi lain. Pasalnya, klaim cash plan biasanya cukup mensyaratkan fotokopi kuitansi pembayaran biaya rumah sakit. Asuransi berskema cash plan bukan cuma untuk risiko kesehatan. Di pasar ada juga tawaran-tawaran produk-produk asuransi berskema cash plan yg menutup risiko kecelakaan sampai penyakit kritis.

Pengganti penghasilan asuransi kesehatan berjenis cash plan, menurut para perencana keuangan, cocok sebagai pelengkap asuransi kesehatan yg telah Anda miliki. Misalnya, dari pemberi kerja, Anda telah difasilitasi asuransi kesehatan dgn limit tertentu. “Hospital cash plan dapat Anda manfaatkan untuk berjaga-jaga apabila plafon biaya kesehatan dari kantor tak mencukupi,” kata Budi Raharjo, perencana keuangan OneShildt Financial Planning.

Demikian juga ketika sekarang ini Anda telah menjadi peserta BPJS atau memiliki asuransi kesehatan berjenis hospital benefit. Tambahan anggaran dari cash plan dapat Anda gunakan untuk melengkapi keperluan biaya. Contohnya, untuk biaya naik kelas rawat inap, tambahan biaya operasi, biaya rawat jalan, dan sebagainya. Kedua, asuransi kesehatan cash plan dapat sebagai pengganti penghasilan Anda yg berkurang selama Anda dirawat di rumah sakit. Ini terutama bagi Anda yg berprofesi sebagai wiraswasta, pedagang, atau profesional. “Cocok bagi mereka yg pendapatannya turut terhenti ketika jatuh sakit,” imbuh Budi.

Lantas, apa saja yg perlu kita perhatikan sebelum membeli produk asuransi kesehatan berjenis hospital cash plan. Simak advis para perencana keuangan sebagai berikut:

 

Sesuai dgn keperluan
Asuransi kesehatan bersistem cash plan cukup cocok sebagai asuransi sekunder. Dus, sebelum membeli, hitung dulu keperluan Anda. Misal, inflasi biaya rumah sakit menyebabkan kelas rawat inap yg nyaman bagi Anda sekarang ini naik menjadi Rp 2 juta per hari. Adapun asuransi kesehatan yg telah Anda miliki sekarang cukup memberi manfaat rawat inap Rp 1 juta per hari. Dengan demikian, Anda cukup membeli cash plan dgn santunan Rp 1 juta per hari.

Bila lebih dari itu, dikhawatirkan arus kas kita dapat terganggu. Karena itu, selain faktor keperluan, membeli asuransi juga harus kita sesuaikan dgn kemampuan anggaran. Di pasar, sekarang ini banyak ragam produk cash plan berpremi mikro. Premi produk mikro rata-rata di bawah Rp 500.000 per tahun. Bahkan, ada yg cuma Rp 100.000 per tahun. Namun, manfaatnya juga mikro. Santunan rawat inapnya rata-rata di bawah Rp 500.000 per hari. Persyaratan asuransi jenis ini pun mudah, bahkan ada yg produk yg aktivasinya cukup melalui short message service (SMS).

Menurut Freddy Pieloor, perencana keuangan MoneynLove Financial Consulting, besar premi sedikit banyak menentukan besar manfaat asuransi yg kita beli. Asuransi mikro preminya memang terjangkau. Tak heran, manfaatnya pun terbatas. “Asuransi mikro ini menyasar kalangan bawah yg selama ini belum akrab dgn produk asuransi,” kata dia. Menarikkah untuk dimanfaatkan oleh kelas menengah? Lagi-lagi Anda harus ingat, sesuaikan dgn keperluan manfaat yg Anda cari. Premi murah belum tentu mencukupi manfaat asuransi yg Anda butuhkan.

“Asuransi mikro manfaatnya terbatas. Kalau Anda mampu beli yg manfaatnya lengkap, membeli yg mikro nanti malah mubazir,” tandas Freddy. Kemudahan klaim Kebanyakan asuransi kesehatan bersistem cash plan atau santunan harian membayarkan manfaat kepada nasabahnya melalui skema reimbursement. Alhasil, nasabah harus mengeluarkan uang dulu untuk biaya rumah sakit, sebelum nanti mendapatkan penggantian dari perusahaan asuransi. Jadi, jangan malas meriset rekam jejak asuransi dgn sistem klaim yg mudah. Rata-rata proses klaim memakan waktu maksimal 14 hari kerja.

“Pilih perusahaan asuransi yg terkemuka agar klaimnya tak susah,” imbuh Budi. K, iya, pastikan Anda mengklaim asuransi sesuai dgn manfaat yg Anda beli. Asuransi kesehatan rata-rata cukup memberi manfaat untuk rawat inap akibat risiko penyakit. Jika Anda dirawat sakit akibat kecelakaan, asuransi kesehatan mustahil mau menanggung biaya Anda. “Nasabah asuransi di sini banyak yg malas membaca isi polis. Padahal, itu hal yg wajib kita lakukan sebelum membeli asuransi,” kata Freddy. Nah, sekarang, giliran Anda menimbang dan memilih.

Artikel Lainnya:

.:[Close ads]::[Click 2x]:.

.:[Close ads]::[Click 2x]:.