Marina Banyuwangi "Groundbreaking" September 2015

Monday, August 7th 2017. | Berita

IndonesiaBisnis.net – Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan peletakan batu pertama pembangunan marina atau dermaga kapal pesiar di Banyuwangi, Jawa Timur, rencananya akan dilakukan pada September 2015.

“Tadi dilaporkan Pelindo III akan membangun marina baru di Banyuwangi. Akan di-‘groundbreaking’ September tahun ini,” katanya saat memantau Indonesia Yacht Show 2015 di Batavia Marina Sunda Kelapa, Jakarta, Jumat (21/8/2015).

Menurut dia, sekarang ini Indonesia memiliki sejumlah marina yg populer dan ramai didatangi wisatawan yakni Nusa Point (Batam), Batavia Marina (Jakarta), juga Padang Bai dan Benoa (Bali).

Namun, keberadaan dermaga sandar kapal pesiar yg minim itu masih belum optimal untuk mendukung target pemerintah yg mematok 1.500 kunjungan “yacht” tahun ini, naik dua kali lipat dari tahun sebelumnya sebanyak 750 “yacht”.

Mantan Dirut PT Telkom itu mengatakan meningkatnya kunjungan “yacht” diharapkan dapat berdampak pada peningkatan devisa pariwisata.

Pasalnya, rata-rata kunjungan wisatawan mancanegara dgn “yacht” dapat menghasilkan devisa sampai 67,5 juta dolar AS dgn hitungan ada 750 kapal dgn rincian lima orang per kapal dgn pengeluaran sekitar 150 dolar AS per hari per orang dalam masa tinggal (stay) 120 hari.

“Sampai Juli lalu itu telah hampir 800 kapal yg datang ke Indonesia sehingga saya optimis target 2015 dapat tercapai. Untuk 2019 kita harapkan ada sekitar 8.000 ‘yacht’ yg datang ke Indonesia,” katanya.

Untuk memenuhi target tersebut, pemerintah akan membangun 100 marina, termasuk yg dibangun oleh pengusaha pariwisata, dalam lima tahun ke depan.

Sebelumnya, PT Pelindo III (Persero) tengah mematangkan rencana pembangunan pelabuhan marina di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, yg akan dibangun di Pantai Boom.

Direktur Utama Pelindo III (Persero) Djarwo Surjanto mengatakan pembangunan marina itu menjadi salah satu upaya perseroan untuk mengembangkan bisnis di luar layanan pelabuhan komersial bongkar-muat barang.

Pengembangan marina itu sendiri akan dilakukan melalui anak usaha Pelindo III, yaitu PT Pelindo Properti. Pengembangan pelabuhan yg diperkirakan memakan biaya Rp200 miliar itu secara bertahap akan diintegrasikan dgn pengembangan marina yg dilakukan di Labuan Bajo (Nusa Tenggara Timur) dan Benoa (Bali).

Perseroan akan menggandeng klub layar terbesar di Australia, Fremantle Sailing Club (FSC), dalam pembangunan dermaga yg diprediksi berlangsung selama satu tahun itu. (Antara)

Artikel Lainnya:

.:[Close ads]::[Click 2x]:.

.:[Close ads]::[Click 2x]:.