Sesi Penutupan Kamis Sore Kurs Rupiah Turun Lagi 24 Poin

Wednesday, August 2nd 2017. | Berita

IndonesiaBisnis.net – Nilai tukar rupiah yg ditransaksikan antarbank di Jakarta, Kamis sore (20/8/2015), kembali melemah sebesar 24 poin menjadi Rp13.866,00 dibandingkan posisi sebelumnya di posisi Rp13.842,00 per dolar AS.

“Meski the Fed (Bank Sentral AS) memberi sinyal penundaan untuk menaikan suku bunganya, namun investor masih tetap memburu dolar AS disebabkan prospek ekonomi Amerika Serikat dinilai lebih baik dibandingkan negara maju lainnya sehingga membuat investor merasa nyaman memegang mata uang Negeri Paman Sam itu,” ujar analis pasar uang dari Bank Mandiri, Reny Eka Putri di Jakarta.

Menurut dia, di tengah kondisi ekonomi global yg cenderung melambat, aset dalam mata uang dolar AS dinilai lebih baik dibandingkan instrumen lainnya. Dolar AS dianggap baik karena bisa menjaga nilai aset investor agar tak tergerus.

Dia menambahkan bahwa sentimen dari dalam negeri juga belum ada yg mendukung untuk mendorong nilai tukar rupiah kembali ke area positif. Data ekonomi Indonesia yg dirilis pada bulan ini juga tak sesuai dgn harapan pasar.

“Ekonomi Indonesia triwulan II 2015 ini melambat menjadi sebesar 4,67 persen dibandingkan capaian triwulan II 2014 yg tumbuh 5,03 persen. Selain itu, kinerja ekspor-impor Indonesia juga belum cukup positif,” katanya.

Kendati demikian, menurut Reny, penguatan dolar AS cenderung mulai terbatas. The Fed diperkirakan akan menjaga dolar AS agar tak meningkat terlalu tinggi karena bisa mengganggu sistem keuangannya.

“Penguatan dolar AS yg terlalu tinggi bisa menahan kinerja ekspor Amerika Serikat yg nantinya bisa menahan laju ekonominya,” katanya.

Sementara itu, dalam kurs tengah Bank Indonesia (BI) pada Kamis (20/8/2015) mencatat nilai tukar rupiah bergerak melemah menjadi Rp13.838,00 dibandingkan sebelumnya di posisi Rp13.824,00 per dolar AS. (Antara)

Artikel Lainnya:

.:[Close ads]::[Click 2x]:.

.:[Close ads]::[Click 2x]:.