Analis: Perbaikan Perekonomian Tergantung Listrik, Kenapa?

Friday, July 28th 2017. | Berita

IndonesiaBisnis.net – Sampai sekarang ini belum ada analis perekonomian pun yg dapat memprediksi waktu perekonomian Indonesia akan membaik. Namun ada cara agar perekonomian Indonesia membaik.

Selain menunggu kepastian penaikan suku kembang dari Fed Found Rate (FFR), Amerika Serikat, Indonesia dapat mengupayakan hal lain. Salah satunya melakukan tranformasi dgn mempercepat industrialisasi.

“Itu memerlukan listrik besar. Karena industrialisasi kita itu lemah,” kata Analis perekonomian dari Universitas Gajah Mada, Tony Prasetiantono di Kantor Bank Permata Jakarta, Kamis (20/8/2015).

Sebelumnya, pemerintahan Joko Widodo optimis target penambahan energi listrik sebesar 35 ribu megawatt selama 5 tahun terwujud. Namun ini dianggap hal abisius oleh Menteri Koordinantor Bidang Kemaritiman Rizal Ramli. Dia yakin dgn argumennya sampai mengajak Wakil Presiden Jusuf Kalla berdebat secara terbuka.

Kamis ini nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dikisaran Rp13.819 sampai Rp13.835. Menurut Tony, sekarang ini yg dilakukan Indonesia menggenjot investasi asing telah cepat. Sebab pada akhirnya mendorong peningkatan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB).

“Motor utamanya adalah konsumsi dalam negeri dan investasi,” kata dia.

Sementara jika cukup menunggu penaikan suku kembang Fed, itu tak ada kepastian. Di tambah tindakan Cina menurunkan nilai mata uangnya terhadap dolar AS. Penaikan suku kembang dilakukan Fed, devisit AS akan meningkat.

“Saya memprediksi tak akan dilakukan penaikan suku kembang Fed. Karena ketika dolas AS menguat, yen akan melemah. Jaraknya semakin lebar, Amerika semakin devisit,” kata dia.

Artikel Lainnya:

.:[Close ads]::[Click 2x]:.

.:[Close ads]::[Click 2x]:.