Reksadana dulu, baru merdeka secara finansial

Tuesday, August 1st 2017. | Personal Finance

Reksadana dapat menjadi pilihan untuk mencapai tujuan keuangan. Selama tepat dgn tujuan dan profil risiko, reksadana dgn berbagai kelebihan dan kekurangannya layak menjadi salah satu isi keranjang investasi Anda.

Akhir-akhir ini, Ita Rahma, karyawan sebuah BUMN di sektor keuangan, malas mengakses kanal-kanal berita online yg membahas tentang kabar ekonomi terkini. Padahal, sebelumnya perempuan 30-an tahun ini begitu bersemangat membuka website yg mengupas berita ekonomi. “Membaca berita sekalian mengecek pertumbuhan anggaran investasi di reksadana saya,” ujarnya.

Kemalasan Ita membaca berita tentang kondisi ekonomi terkini dan menengok perkembangan anggaran investasinya di reksadana bukan tanpa sebab, lo. Situasi perekonomian domestik yg belakangan lebih banyak memberikan kabar buruk membuatnya agak stres. Maklum, kelesuan ekonomi di dalam negeri akibat akumulasi berbagai faktor, baik eksternal maupun internal, nyata-nyata menumbangkan kinerja hampir semua produk investasi keuangan pasar modal. Tak terkecuali produk reksadana.

Dan, Ita cukup satu dari sekian ratus ribu investor reksadana yg dipaksa menghadapi penurunan nilai investasi mereka akibat kondisi pasar yg tengah tak bersahabat. Memang, separah apa, sih, kinerja reksadana sekarang ini? Infovesta Utama, lembaga riset reksadana, mencatat, dalam setahun terakhir sampai 29 Juli 2015, Indeks Equity Fund Infovesta amblas 8,06%.

Bahkan dalam enam bulan terakhir, rata-rata penurunan return produk reksadana saham di pasar mencapai 13,54%.  Kinerja reksadana jenis lain juga tak jauh berbeda. Rata-rata imbal hasilnya tergerus penurunan nilai aset yg menjadi underlying asset.

Nah, bila Anda rajin menyimak artikel atau paparan para ahli investasi pasar modal, kondisi naik turun pasar sejatinya adalah hal yg sangat lumrah. Soalnya, reksadana atawa mutual fund termasuk produk pasar modal yg tak kalis dari risiko-risiko, termasuk juga risiko turbulensi pasar.

Meski tak dapat lepas dari berbagai risiko, reksadana sebagai produk investasi pasar modal menjanjikan manfaat yg tak sedikit, lo. Sudah banyak orang yg merasakan keuntungan berinvestasi di produk yg disebut kontrak investasi kolektif (KIK) ini.

Ita, misalnya, yg berinvestasi di reksadana sekitar empat tahun terakhir, telah pernah merasakan keuntungan dari memutar duit di produk investasi tersebut. Maka dari itu, walau kini kinerja reksadana tengah amburadul, Ita berusaha tetap tenang dan fokus pada tujuan berinvestasinya.

Cocok bagi pemula
Prihatmo Hari Mulyanto, Direktur Utama Danareksa Investment Management, mengingatkan, reksadana adalah produk investasi untuk tujuan keuangan jangka panjang. Tekanan pasar cukup sebuah kondisi sementara. Kelak, kinerja reksadana akan kembali membaik seiring perbaikan kondisi perekonomian.

Bagi kalangan yg masih belum akrab dgn investasi di pasar modal, istilah saham mungkin lebih akrab terdengar di telinga ketimbang reksadana. Seperti saham, reksadana adalah salah satu produk investasi di pasar modal. Sebagaimana sebuah produk investasi, reksadana dapat Anda manfaatkan untuk membantu pencapaian sebuah tujuan keuangan.

Para perencana keuangan di tanah air banyak yg getol merekomendasikan para kliennya untuk memakai reksadana sebagai instrumen investasi dalam sebuah rencana keuangan. Bukan tanpa sebab mengapa reksadana banyak disarankan oleh para financial planner.

Budi Raharjo, perencana keuangan OneShildt Financial Planning, menilai, ada banyak keunggulan reksadana sehingga dapat menjadi pilihan tepat bagi investor pemula. Produk investasi ini memiliki karakteristik yg relatif mudah dipahami oleh pemodal debutan.

Kendati berisi aset dasar berupa produk pasar modal seperti saham, obligasi, maupun instrumen pasar uang, reksadana relatif cocok bagi investor pemula. Sebab, si investor tak memutar sendiri uangnya di reksadana miliknya. Ada manajer investasi (MI) atawa fund manager yg mengelola kerja reksadana, agar dapat memenuhi target performanya.

Seorang investor reksadana tak dituntut memiliki bekal pengetahuan, pengalaman, skill, maupun informasi seluas para trader di pasar saham. “Bila memiliki itu semua, lebih baik Anda terjun langsung menjadi trader,” ujar Tri Agung Winantoro, Direktur Utama Asia Kapital Raya.

Nah, sebab kebanyakan orang tak punya persyaratan mumpuni untuk terjun langsung sebagai investor atau trader di pasar modal, keberadaan reksadana menjadi pilihan yg tepat bagi mereka yg ingin mencicipi pengalaman sebagai pemodal di pasar finansial.

Lantas, apa saja kekurangan dan kelebihan reksadana bila dibandingkan dgn instrumen investasi lain, seperti saham, obligasi, properti, emas atau deposito? Berikut pemaparan para perencana keuangan dan manajer investasi.

• Modal
Berinvestasi membutuhkan modal. Bayangan seseorang ketika berinvestasi di pasar modal yg lekat dgn kehidupan para yuppies, boleh jadi adalah tuntutan modal yg besar. Pandangan itu tak terlalu salah, sih. Untuk dapat berinvestasi atau menjadi trader saham, sebagai gambaran, modal ideal yg memungkinkan Anda dapat leluasa menerapkan strategi dan meraup cuan adalah sekitar Rp 50 juta. Tentu akan sulit bila Anda cukup mengandalkan pembelian satu lot saham atau 500 lembar saham saja untuk dapat berselancar mencari keuntungan di lantai bursa.

Begitu juga kalau hendak berinvestasi di pasar obligasi atau surat utang. Modal pembelian satu unit obligasi minimal Rp 5 juta. Tanpa kekuatan modal yg besar, Anda bakal kalah pamor dgn pemodal besar atau investor institusi.

Nah, berinvestasi di reksadana yg merupakan produk pasar modal justru tak menuntut modal gede. Bahkan, reksadana dapat disebut sebagai investasi bermodal paling minim. Anda dapat memulai investasi di reksadana cuma dgn duit Rp 100.000 atau Rp 250.000.

Mengapa dapat semurah itu modal yg dituntut di reksadana? Anda perlu ingat, nama lain reksadana adalah kontrak investasi kolektif di mana sekian banyak investor menitipkan anggaran mereka untuk dikelola fund manager di suatu portofolio investasi. Uang dari ratusan investor bahkan ribuan investor di sebuah reksadana itu memungkinkan seorang fund manager melakukan transaksi dgn leluasa di produk-produk yg menjadi aset dasar dari reksadana tersebut.

Dari sisi modal, reksadana juga masih lebih unggul dibanding investasi riil, seperti properti atau emas. Untuk memiliki sebuah properti, Anda harus merogoh kocek sampai ratusan juta rupiah. Emas tak jauh berbeda, menuntut modal minimal ratusan ribu sampai jutaan rupiah untuk menebus sekian gram si kuning menyala itu.

Reksadana pun masih unggul dari sisi modal ringan bila dibandingkan dgn deposito. Deposito perbankan mensyaratkan anggaran minimal Rp 8 juta dgn pilihan tenor mulai satu bulan sampai 24 bulan.

• Risiko
Meski dikenal sebagai investasi dgn modal ringan, sebagaimana produk investasi lazim, reksadana juga memiliki risiko yg tak sedikit. “Harga reksadana berfluktuasi sehingga tak ada kepastian berapa unit reksadana dapat kita dapatkan dari setiap pembelian,” ujar Mike Rini, perencana keuangan dan Chief Executive Officer Mitra Rencana Edukasi.

Selain itu, waktu transaksi juga dibatasi waktu yakni maksimal jam 13.00 setiap saat kerja. Kalau transaksi dilakukan melewati cut off time tersebut, harga nilai aktiva bersih (NAB) yg dibeli investor mengikuti NAB hari berikutnya.

Di sisi lain, investor reksadana menanggung risiko biaya pembelian (subscription fee) yg dapat mengurangi modal investasi. Ada pula management fee yg harus dibayar oleh investor reksadana. “Fee ini dapat mengurangi keuntungan investasi,” ungkap Mike.

Bila dibanding investasi di produk pasar modal lain, seperti saham atau obligasi, investor sejatinya juga dibebani komisi broker, baik saat pembelian maupun penjualan. Begitu juga jika membeli properti melalui jasa broker, Anda akan terkena komisi makelar sekitar 5%.

Tapi tenang, besar fee atau biaya-biaya yg menyertai investasi reksadana tak terlalu besar-besar amat, kok. Subscription fee sebagai contoh, maksimal 3%. Tidak sedikit reksadana di pasar yg tak mengenakan komisi pembelian atau free subscription.

Budi menambahkan, kalau melihat sisi keamanan, reksadana relatif lebih aman dibandingkan dgn investasi di saham atau obligasi. Pasalnya, pengelolanya ialah perusahaan manajemen investasi yg pekerjaan utamanya memang meracik reksadana dgn bekal keahlian dan pengalaman. Bandingkan bila Anda menjalankan sendiri transaksi saham atau obligasi dgn bekal kemampuan minim. Tentu risikonya dapat lebih besar.

• Likuiditas
Reksadana terbilang investasi yg cukup likuid karena dapat mencairkannya kapan saja Anda mau. Waktu pencairannya rata-rata selama C+3 alias tak dapat serta merta cair seperti anggaran deposito di bank. “Tapi, dapat pula memakan waktu sampai 14 hari kerja. Cukup lama dibandingkan dgn pencairan deposito,” beber Tri.

Investor juga perlu mencermati, apakah ada biaya-biaya tambahan ketika mencairkan investasi di reksadana.  Beberapa produk reksadana di pasar mengenakan fee redemption sekian persen bila investor mencairkan anggaran sebelum rentang waktu tertentu.

Mike menambahkan, harga reksadana juga berfluktuasi. Dus, walau likuid, ketika NAB turun saat pencairan, Anda berisiko menanggung rugi. Tapi, yg enak dari sifat likuid reksadana, Anda dapat serta merta mencairkan tanpa perlu pusing mencari pembeli sebagaimana halnya bila hendak menjual aset riil semacam properti.

Hanya, reksadana tak dapat Anda gadaikan sebagaimana emas di jasa gadai bila tiba-tiba membutuhkan anggaran tunai. Pilihannya cukup menjual. Jika kelak berminat membeli lagi, Anda berisiko terkena harga lebih mahal atau justru dapat memperoleh harga rendah. “Cuma, dari sisi kepraktisan, reksadana lebih menarik dari emas ataupun properti,” kata Agus S. Yanuar, Presiden Direktur Samuel Asset Management.

• Besar keuntungan investasi
Sebuah produk investasi dinilai cukup menarik kalau memiliki historis keuntungan yg menawan. Menurut Mike, reksadana menjanjikan return of investment (ROI) yg jauh lebih tinggi dari produk perbankan seperti deposito. Reksadana juga cukup tangguh mengalahkan inflasi dalam jangka panjang. Dalam hal ini, reksadana bersaing ketat dgn saham, obligasi, juga properti.

Sedang dalam rentang jangka pendek atau sekitar satu tahun sampai dua tahun, produk perbankan seperti deposito kadangkala lebih menguntungkan sebab tak mengandung risiko fluktuasi pasar.

Ketika kondisi perekonomian tengah bagus dan pasar sedang bullish, return ratusan persen di sebuah produk reksadana bukanlah hal mustahil. Dengan keunggulan modal minim, peluang return tinggi menjadi kelebihan reksadana yg dapat diharapkan. Dengan catatan, selama investor melakukan investasi sesuai tujuan keuangan.

Ambil contoh, berinvestasi di reksadana saham yg dapat memberikan return tinggi dalam jangka panjang. Dus, menjadi tak realistis bila berharap return tinggi kalau baru berinvestasi di reksadana saham sekian tahun. Namun, Anda perlu ingat, meskipun berpeluang memberi untung tinggi, reksadana cukup mampu mencetak pertumbuhan nilai aset. “Tapi, tak dapat memberikan pendapatan tetap,” kata Mike.

Fluktuasi pasar yg terkadang tajam juga menjadikan nilai sebuah reksadana tak pasti di masa depan. Seorang fund manager cukup dapat memberikan proyeksi return alih-alih menjanjikan sebuah keuntungan yg tetap. Ini jelas berbeda dgn deposito atau obligasi yg dapat memberikan pendapatan tetap bagi investor.

Jadi, semua risiko ini harus disadari oleh setiap investor reksadana agar tak terjebak kepanikan setiap kali terjadi turbulensi di pasar modal.

• Variasi pilihan
Reksadana banyak direkomendasikan oleh para perencana keuangan untuk membantu pencapaian tujuan keuangan seseorang. Selain karena berbagai kelebihan yg telah disebutkan, reksadana menjadi pilihan karena menyediakan banyak jenis yg dapat dipilih investor sesuai profil risiko dan horizon investasi mereka.

Misalnya, reksadana saham akan tepat dipilih untuk membantu pencapaian tujuan keuangan jangka panjang di atas lima tahun atau bahkan 10 tahun lebih. Adapun reksadana pasar uang, sebagai contoh lain, akan lebih tepat bagi tujuan investasi jangka pendek sekitar
1 tahun sampai 2 tahun.

Hal ini berbeda dgn investasi saham, contohnya, yg cukup direkomendasikan untuk investasi jangka panjang. Kalaupun untuk ditransaksikan harian (trading), investasi saham membutuhkan keahlian yg mumpuni dari si trader. Properti pun demikian, cukup tepat untuk investor bermodal besar dan sifatnya adalah untuk investasi jangka panjang.

• Tentukan tujuan
Supaya tak terjebak kerugian dalam berinvestasi reksadana, Budi menyarankan, agar pembelian reksadana selalu menimbang beberapa faktor.

Pertama, tujuan keuangan. Untuk apa Anda membeli reksadana harus jelas terlebih dahulu. Jangan cuma asal beli, ya. Tujuan berinvestasi akan sangat memengaruhi horizon investasi Anda berikut pemilihan jenis reksadana yg cocok. Contoh, Anda berniat merenovasi rumah enam tahun lagi, maka reksadana saham akan lebih tepat menjadi pilihan (lihat tabel simulasi investasi).

Kedua, profil risiko. Selain menimbang tujuan keuangan sebagai dasar utama pembelian, Anda perlu juga menimbang profil risiko sebagai investor. Ketika membeli reksadana, fund manager akan memberikan assestment pada Anda untuk mengetahui profil risiko, apakah  konservatif, moderat, atau agresif. Sebab, membeli reksadana sesuai profil risiko akan membuat Anda nyaman dalam berinvestasi.

Ketiga, kondisi finansial. Pastikan sebelum berinvestasi jenis apapun, kondisi keuangan Anda telah aman. Dana darurat serta asuransi jiwa dan kesehatan telah ada dan telah terbebas dari utang besar. Keuangan yg sehat cukup menanggung maksimal 35% utang.

Dana darurat perlu supaya Anda tak tergoda mencairkan duit di reksadana setiap kali membutuhkan uang tunai. Ingat betul, reksadana lebih tepat kalau  diperlakukan sebagai investasi jangka panjang.

Rudiyanto, Head of Operation and Bussiness Development Panin Asset Management, menambahkan, agar lebih tuntas,  jangan lupa rutin mengevaluasi kinerja reksadana. Dus, jangan beli lantas tutup mata, ya. “Evaluasi berkala perlu dilakukan untuk melihat, apakah hasil investasi masih sesuai dgn tujuan keuangan,” kata dia.

Selamat berinvestasi!       

 

Artikel Lainnya:

.:[Close ads]::[Click 2x]:.

.:[Close ads]::[Click 2x]:.