Memanfaatkan kredit saat usaha terjepit

Saturday, May 21st 2016. | Personal Finance

Utang memang kerap berkonotasi negatif. Tetapi, kalau Anda berbisnis, utang justru dapat menjadi sahabat dan penolong. Bahkan banyak pelaku bisnis menyebut jangan takut berutang. Mungkin Anda juga telah sering mendengar kisah sukses pebisnis mengembangkan usahanya setelah mendapat utang alias kredit.

Saran ini sebetulnya juga berlaku bagi usaha kecil dan mikro. Kini masih banyak pelaku usaha mikro dan kecil yg ogah berurusan dgn kredit, terutama bila berasal dari lembaga keuangan. Memang, utang dapat jadi penghambat pertumbuhan usaha kecil dan mikro bila pengelolaannya salah. Tetapi, bila dimanfaatkan dgn baik, kredit dapat menjadi pemicu pertumbuhan.

Apalagi kini telah banyak institusi yg siap mengucurkan kredit bagi pelaku usaha mikro dan kecil. Selain dari perbankan, pengusaha skala mikro dan kecil dapat memperoleh kredit dari lembaga keuangan mikro, modal ventura, sampai koperasi.

Produk kredit yg terdapat juga sangat banyak. Mulai dari kredit modal kerja atau kredit usaha rakyat sampai kredit yg didesain khusus untuk usaha tertentu, seperti kredit waralaba. Jadi celah untuk memperoleh kredit usaha bagi pengusaha kecil dan mikro sekarang ini sangat banyak.

Apalagi, sekarang ini, pemerintah juga mendorong perbankan dan lembaga keuangan lain memperbesar penyaluran kredit usaha untuk pengusaha kecil dan mikro. Dengan begitu, pengusaha kecil dan mikro dapat berkesempatan berkembang.

Meski kesempatan dan akses pengusaha kecil dan mikro memperoleh kredit semakin terbuka, pengusaha kecil dan mikro harus tetap hati-hati bila hendak mendapatkan kredit. Kalau tak cermat, pengusaha malah dapat terjebak pada skema kredit yg sebenarnya justru memberatkan usahanya.

Perencana keuangan dan konsultan usaha sepakat pelaku usaha mikro dan kecil harus memperhatikan saat yg tepat untuk mengajukan kredit. Belum tentu saat si pengusaha mau ekspansi dia butuh kredit. Kalau setiap kali ekspansi si pengusaha mengajukan kredit, dapat jadi hal ini malah menambah beban keuangan usahanya.

• Cari anggaran lunak

Pengusaha kecil dan mikro juga tak harus selalu mengandalkan kredit dari bank atau lembaga keuangan lain saat membutuhkan anggaran. Terutama jika usaha Anda baru berjalan. Pada masa awal merintis usaha, ada baiknya Anda mencari bantuan anggaran dari teman atau keluarga. Dengan cara begini, sebab pinjaman yg diperoleh berupa pinjaman lunak, arus kas usaha dapat lebih terjaga.

Alternatif lainnya, Anda juga dapat mencari investor yg mempunyai visi yg sama dgn Anda. Pengembalian pinjaman ke investor dapat dilakukan dgn cara pembagian keuntungan bulanan. Besar pembagian keuntungan sesuai kesepakatan bersama, tapi kalau dapat seringan mungkin agar tak mengganggu kelangsungan usaha, kata Fauziah Arsiyanti, Perencana Keuangan Fahima Advisory. Dengan cara ini, target pengembalian utang juga dapat lebih jelas.

Cara lainnya, Anda juga dapat menjadikan investor sebagai salah satu pemegang saham. Dengan cara ini maka investor juga akan menjadi penguasa aset usaha Anda. Si investor juga akan memperoleh dividen dari laba. Tapi Anda tak perlu lagi mengembalikan pokok pinjaman. Kalau dia juga turun bekerja, maka dapat mendapat gaji sebagai profesional, sebut Henky Eko Sriyantono, konsultan usaha.

Anda dapat pergi mencari kredit ke bank atau lembaga keuangan lainnya apabila memang benar-benar membutuhkan anggaran eksternal untuk berkembang, atau saat usaha Anda telah berjalan baik dan memiliki arus kas yg stabil.

Idealnya, seorang pengusaha kecil dan mikro dapat mulai mencari kredit ke institusi keuangan bila usahanya telah berjalan setahun. Ini tentu dgn anggapan usahanya berjalan baik. Biasanya, dalam periode enam bulan pertama setelah berdiri, pemilik usaha telah dapat meraba apakah usahanya bakal prospektif atau tak. Bila tak berjalan sesuai harapan, maka pemilik usaha punya waktu sekitar setengah tahun lagi untuk memperbaiki kinerja usaha.

Nah, kalau Anda mempertimbangkan mencari pendanaan lewat kredit institusi keuangan, ada beberapa hal yg perlu Anda perhatikan.

• Potensi bisnis untuk berkembang

Apa alasan Anda mengajukan permohonan kredit? Idealnya, pengusaha kecil dan mikro mengajukan kredit bila butuh anggaran untuk ekspansi usaha. Misalnya untuk menambah kapasitas produksi atau membuka cabang baru demi memperluas pangsa pasar. Jika memang belum benar-benar membutuhkan kredit, sebaiknya hindari upaya mencari utangan, apalagi sampai berburu ke sana ke mari.

Sebelum mengajukan kredit, silakan membuat hitung-hitungan berapa keperluan anggaran yg dibutuhkan untuk ekspansi. Buat juga rencana alokasi penggunaan anggaran kredit. Anda juga harus mempunyai hitungan seberapa besar potensi pendapatan dan keuntungan yg dapat diperoleh dari rencana ekspansi tersebut.

Agar arus kas usaha tak terganggu, pastikan dulu rencana ekspansi tersebut dapat memberikan keuntungan bagi usaha Anda dalam waktu minimal satu tahun. Dengan demikian, setahun ke depan, pendapatan usaha Anda akan meningkat dan arus kas usaha Anda juga dapat lebih longgar. Anda pun tak akan kesulitan membayar cicilan kredit.

Henky Eko menyarankan, usaha kecil dan mikro sebaiknya mengajukan kredit bila memang rencana ekspansi tersebut telah jelas. Misalnya membeli mesin untuk memenuhi order yg telah deal. Jadi utang tersebut digunakan untuk proyek yg telah jelas, kata Cak Eko, panggilan akrab Henky Eko.

• Kemampuan mencicil utang

Pemilik usaha sebaiknya juga berhati-hati dalam menghitung besar anggaran yg dibutuhkan. Memang, tak ada patokan baku seberapa besar sebaiknya kredit yg diajukan. Yang jelas, kredit tersebut sebaiknya dapat memenuhi keperluan ekspansi usaha.

Tapi, sebelum memutuskan mengajukan kredit, pemilik usaha idealnya harus membuat rencana anggaran terlebih dulu. Jadi kita tahu seberapa besar kemampuan usaha kita berutang, kata Aakar Abyasa Fidzuno, CEO dan Founder Janus Financial.

Hitung keperluan anggaran untuk biaya operasional tiap bulan, biaya gaji pegawai dan biaya rutin lainnya. Bandingkan pengeluaran rutin dan pendapatan bulanan usaha. Idealnya, pendapatan harus lebih besar. Selisih dari pendapatan dan pengeluaran tersebut dapat dijadikan batas maksimum besar cicilan utang per bulan.

Nah, agar arus kas usaha tetap aman, Cak Eko menyarankan agar porsi cicilan utang tak melebihi 30% dari rata-rata pendapatan bulanan yg diperoleh dari usaha tersebut. Ini dgn anggapan anggaran untuk keperluan operasional setara 70% dari pendapatan bulanan. Jadi kalau cicilan enggak sampai 30% pendapatan itu lebih bagus, imbuh Cak Eko.

• Pilihan kredit

Ada banyak tawaran kredit yg dapat dimanfaatkan pelaku usaha kecil dan mikro untuk mengembangkan usahanya. Yang pasti, jangan mengambil kredit tanpa agunan atau kredit multiguna untuk pengembangan usaha. Kredit seperti itu akan memberatkan bagi pelaku usaha mikro dan kecil, jadi sebaiknya dihindari, kata Zizi, sapaan akrab Fauziah.

Jika Anda mencari kredit di perbankan, cobalah mengambil kredit modal kerja atau kredit usaha rakyat. KMK kredit yg tak mensyaratkan agunan yg boleh dilirik oleh pengusaha mikro dan kecil, cetus Aakar. Ini menjadi keunggulan kredit modal kerja. Sementara kredit usaha rakyat biasanya mengenakan kembang yg relatif lebih rendah.

Cuma, bila Anda mencari anggaran di bank, usaha Anda juga harus bankable dan accountable. Bank biasanya memiliki penilaian masing-masing soal kriteria usaha kecil dan mikro yg layak memperoleh pinjaman. Karena itu, supaya dapat mendapat kredit bank, seluruh aspek usaha Anda harus dikelola secara profesional, termasuk soal pembukuan keuangan.

Di luar kredit bank, Anda dapat memanfaatkan kredit dari modal ventura. Keuntungan kredit dari modal ventura ini adalah, usaha Anda juga akan mendapatkan pelatihan dan pendampingan dari lembaga modal ventura pemberi kredit. Hal ini direkomendasikan bagi Anda yg bingung mengembangkan usaha Anda.

Alternatif lain, Anda dapat mencari kredit dari koperasi atau lembaga keuangan mikro lainnya. Pilihlah lembaga keuangan mikro yg sesuai dgn aturan Kementerian Keuangan. Selain itu, pilih lembaga keuangan yg tak menerapkan denda saat ada keterlambatan pembayaran. Kalau untuk kembang, karena proses pengajuannya mudah, Anda harus siap dgn kembang yg tinggi, kata Zizi.

• Mengatur keuangan

Jika Anda telah berhasil memperoleh kredit, maka Anda harus disiplin dan rapi dalam mengelola keuangan Anda. Ini perlu dilakukan agar arus kas usaha tetap aman.

Zizi mengatakan, jika dalam periode enam bulan setelah memperoleh kredit pendapatan dan laba Anda cenderung turun, dapat jadi ini sebab indikator keuangan Anda tak sehat. Periksa lagi, mungkin saja ada alokasi penggunaan anggaran ekspansi yg salah.

Pastikan juga usaha Anda memiliki anggaran darurat. Ini untuk mengantisipasi masalah seperti konsumen Anda terlambat bayar orderan. Dengan demikian, Anda tetap dapat mencicil pinjaman.

Jadi hati-hatilah agar tak terjepit karena kredit. Kredit dapat juga jadi penyakit.

Search terms:

ternak paling cepat untung, ternak paling cepat, usaha yang menjamin, bisnis yang menjamin, jualan di sd, usaha yg menjamin, usaha sampingan polisi yang menjanjikan, bisnis menjamin, bisnis yg menjamin, ternak yang cepat untung,

Artikel Lainnya:

.:[Close ads]::[Click 2x]:.

.:[Close ads]::[Click 2x]:.