Tetap happy, meski lanjut kuliah dengan utang

Friday, June 16th 2017. | Personal Finance

Sewaktu Anda masih bersekolah dulu, mungkin Anda sering mendengar para guru mengucapkan kata mutiara: tuntutlah ilmu setinggi langit. Kata-kata tersebut boleh jadi benar. Masyarakat masih menganggap semakin tinggi pendidikan seseorang akan lebih bagus bagi orang tersebut.

Karena itu, tak heran kalau banyak orang yg berlomba-lomba menuntut ilmu sampai jenjang pendidikan yg paling tinggi. Tak cukup mendapat gelar sarjana, banyak yg kemudian melanjutkan pendidikan ke S-2 bahkan S-3.

Tetapi, tingginya jenjang ilmu yg ditempuh biasanya berbanding lurus dgn jumlah biaya yg harus dikeluarkan. Semakin tinggi jenjang pendidikan yg ditempuh, semakin tinggi pula biayanya. Tambah lagi, inflasi di biaya pendidikan biasanya lebih tinggi ketimbang inflasi nasional

Buat orang yg mempunyai kantong tebal, soal biaya mungkin tak menjadi masalah. Kalaupun tak, dia dapat mencari beasiswa. Tapi, tentu, persaingan memperoleh beasiswa biasanya ketat. Alhasil, tak semua orang dapat melanjutkan pendidikan secara gratis.

Nah, buat Anda yg kantongnya cekak dan sulit memperoleh beasiswa tetapi tetap ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi, tak perlu khawatir. Anda dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yg lebih tinggi dgn memanfaatkan utang.

Perencana keuangan Janus Financial Indah Hapsari Arifaty menuturkan, ada beberapa sumber anggaran yg dapat dipertimbangkan bila seseorang berniat melanjutkan pendidikan dgn mengandalkan anggaran pinjaman.

Pertama, akan lebih baik bila dapat memperoleh pinjaman dari keluarga atau teman. Pinjaman lunak seperti ini telah pasti tak berbunga dan ada kelonggaran untuk masa pembayarannya, terang Indah.

Kedua, Anda dapat mencari pinjaman di kantor tempat bekerja atau di koperasi perusahaan. Fasilitas pinjaman dari tempat kerja ini biasanya syaratnya ringan dan prosesnya juga cepat. Selain itu, bunganya juga sangat rendah. Cuma mungkin tak dapat menutupi seluruh biaya kuliah, sehingga tetap perlu ditambah dari anggaran pribadi, ungkap Indah.

Bahkan sejumlah perusahaan memiliki anggaran peningkatan kualitas karyawan melalui pemberian beasiswa pendidikan. Bila tempat kerja Anda menyediakan program ini, ada baiknya Anda memanfaatkannya.

Ketiga, Anda juga dapat memanfaatkan produk pembiayaan pendidikan dari lembaga keuangan. Saat ini lembaga keuangan seperti bank dan multifinance juga mulai membiayai pembiayaan pendidikan.

• Agunan mobil

Pada pertengahan Juni lalu, Mandiri Tunas Finance meluncurkan program pembiayaan multiguna bagi para pegawai yg hendak melanjutkan pendidikan ke jenjang strata dua (S-2). Cuma, pembiayaan ini tak dapat digunakan untuk melanjutkan pendidikan di sembarang kampus.

Untuk program ini, Mandiri Tunas Finance bekerjasama dgn PPM Manajemen. Jadi, pembiayaan cukup dapat diperoleh oleh orang yg melanjutkan pendidikan S-2 di PPM. Ke depannya kami akan bekerjasama juga dgn berbagai universitas, terang Ignatius Susatyo Wijoyo, Presiden Direktur Mandiri Tunas Finance.

Perusahaan pembiayaan ini tengah mencari lima institusi pendidikan lagi untuk menjadi partner program ini. Syaratnya, lembaga pendidikan tersebut berakreditasi minimal A.

Untuk memperoleh pembiayaan pendidikan ini, Mandiri Tunas Finance mensyaratkan agunan berupa mobil. Mobil yg dapat menjadi jaminan adalah mobil buatan Jepang yg usia maksimalnya lima tahun dan telah lunas. Tapi Mandiri Tunas Finance tak mensyaratkan uang muka pendaftaran pendidikan.

Mandiri Tunas Finance akan menyediakan plafon maksimal sebesar 70% dari harga kendaraan di pasaran. Bila permohonan pembiayaan disetujui, Mandiri Tunas Finance akan langsung membayar penuh biaya kuliah di awal.

Debitur dapat memilih tenor pelunasan antara 12 bulan sampai 36 bulan. Mandiri Tunas mengenakan kembang 8% setahun. Susatyo mencontohkan, dgn anggapan debitur mengambil tenor 36 bulan, maka cicilan per bulan yg harus dibayar sekitar Rp 2,7 juta-Rp 2,9 juta.

Lantaran biaya cicilan terhitung cukup besar, perencana keuangan menyarankan agar cermat bila hendak mengambil pembiayaan untuk melanjutkan kuliah. Ada beberapa hal yg perlu dipertimbangkan.

• Penting atau tak

Pengeluaran untuk pendidikan memang bukan termasuk pengeluaran konsumtif. Tapi jangan lupa, melanjutkan pendidikan S-2 dan S-3 merupakan keperluan tambahan. Karena itu, perencana keuangan menyarankan untuk menabung terlebih dulu dan jangan terburu-buru menempuh pendidikan lanjutan. Sehingga, Anda dapat memanfaatkan anggaran sendiri.

Mengambil pembiayaan untuk sekolah lagi dapat dilakukan bila dalam kondisi mendesak untuk sekolah lagi. Misalnya sebagai syarat penunjang karier. Kalau memiliki aset seperti mobil, lebih baik menjual aset atau menggadaikannya, kata Diana Sandjaja, perencana keuangan Tatadana Consulting.

 

• Hitung kemampuan

Sebelum memutuskan mengambil pembiayaan untuk sekolah lagi, timbang dulu berapa besar kemampuan keuangan untuk mencicil setiap bulan. Jadi jangan malah menyesuaikan kemampuan keuangan dgn cicilan yg harus dibayarkan. Itu salah, sebaiknya hitung kemampuan dulu baru hitung tenor serta plafon yg dapat diperoleh, sebut Indah.

Jangan lupa, porsi utang yg ideal maksimal cukup 30%-35% dari total pendapatan tiap bulan. Jadi kalau Anda memutuskan mengambil pembiayaan anggaran pendidikan, pastikan total cicilan bulanan tak membuat total cicilan utang yg harus dibayar setiap bulan lebih dari porsi tersebut.

• Jangan rakus

Kalau ternyata biaya kuliah yg dibutuhkan tak sebesar plafon yg dapat diperoleh, jangan lantas tergoda mengambil semua plafon. Ambil pembiayaan sesuai keperluan agar utang tak terlalu besar.

Bahkan akan lebih baik bila cukup sebagian anggaran kuliah yg dibiayai dgn pembiayaan. Jangan sampai terlalu banyak menciptakan utang baru, kata Diana.

Jadi, persiapkan rencana menempuh pendidikan lanjut dgn matang.

Artikel Lainnya:

.:[Close ads]::[Click 2x]:.

.:[Close ads]::[Click 2x]:.