BI Yakin Pelemahan Rupiah Cuma Sementara

Saturday, June 3rd 2017. | Berita

IndonesiaBisnis.net – Bank Indonesia meyakini pelemahan nilai tukar rupiah yg terjadi dalam beberapa pekan terakhir cukup bersifat sementara.

“Kami melihat bahwa sekarang ini rupiah undervalued (di bawah nilai fundamentalnya) dan dari dalam negeri sendiri sekarang ini kami memandang rupiah telah cukup kompetitif terhadap ekspor manufaktur dan mampu mendorong turis masuk ke Indonesia,” kata Deputi Gubernur Senior Mirza Adityaswara di Jakarta, Selasa (11/8/2015).

Mirza juga menilai perkembangan rupiah juga dipengaruhi oleh pembayaran utang dan deviden secara musiman, khususnya di Triwulan III 2015.

Ia menuturkan Bank Indonesia akan selalu memonitor perkembangan rupiah dan terus menerus di pasar untuk menjaga volatilitasnya.

Terkait dgn pergerakan rupiah hari ini, Mirza mengatakan hal itu merupakan reaksi dari keputusan pemerintah Tiongkok melakukan depresiasi dgn melebarkan rentang mata uangnya (currency band).

“Hal itu dilakukan oleh pemerintah Tiongkok untuk mengurangi pelarian modal, meningkatkan daya saing yuan agar mendorong ekspor dan melindungi investor dalam negeri. Saat ini mata uang Jepang, Korea, dan Eropa, yg merupakan pesaing dagang utama Tiongkok, telah terdepresiasi cukup besar,” kata Mirza.

Di sisi lain, lanjutnya, kebijakan di Cina tersebut berpengaruh terhadap seluruh mata uang regional termasuk rupiah. Hampir seluruh mata uang global melemah terhadap dolar AS.

“Pengaruh kebijakan di Tiongkok terhadap rupiah, tak sebesar pengaruh yg terjadi pada Singapura dolar, Korean won, Taiwan dolar dan Thai bath,” ujar Mirza.

Berdasarkan kurs JISDOR BI, nilai tukar rupiah pada Selasa ini kembali melemah tipis menjadi Rp13.541 per dolar AS dari hari sebelumnya Rp13.536 per dolar AS. (Antara)

Artikel Lainnya:

.:[Close ads]::[Click 2x]:.

.:[Close ads]::[Click 2x]:.