Pertumbuhan Ekonomi 4,7 Persen, Sudah Saatnya Rombak Kabinet

Saturday, May 20th 2017. | Berita

IndonesiaBisnis.net – Ketua DPP PAN Teguh Juwarno mengatakan telah saat Presiden Joko Widodo melakukan perombakan Kabinet Kerja, terutama di pos-pos menteri perokonomian.

Ia beralasan, hal itu sebab pertumbuhan ekonomi Indonesia cukup tumbuh 4,7 persen pada sementer T 2015. Sehingga menjadi acuan kinerja menteri di sektor perekonomian belum maksimal.

“Coba lihat zaman SBY dulu kurs Rp12 ribu langsung kalang kabut. Kalau sekarang Rp13.500 masih adem. Sikap presiden yg humble dan memberi pemakluman lebih untuk politik. Jangan sampai rakyat terus bergejolak karena pertumbuhan yg lemah dan nilai tukar rupiah yg terus merosot. Makanya reshuffle itu lebih cepat lebih baik,” kata Teguh dalam diskusi Perombakan Kabinet Sudah Net, Sabtu (8/8/2015).

Ia mencontohkan, seharusnya Kementerian BUMN memiliki peranan lebih dalam mendongkrak perkonomian Indonesia dgn menarik banyak investor. Saat ini BUMN memegang aset negara Rp5 tiliun.

Dana tersebut bisa digunakan untuk menarik investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia melalui perusahaan-perusahaan BUMN. Tapi, lanjut dia, kondisinya justru BUMN meminta modal investasi.

“BUMN punya aset dua kali lipat dari APBN kita harusnya itu dapat digunakan untuk meyakinkan investor menanamkan modalnya di Indonesia. Tapi sekarang, bukannya duit datang malah minta penambahan penanaman modal,” ungkapnya.

Ia mencontohkan PT Pertamina. Kontrak karya yg dimiliki Pertamina lebih besar dibandikan Petronas. Teguh pertanyakan kenapa Pertamina selalu rugi? Hal inilah yg menjadi sorotan bahwa perombakan kabinet itu perlu dipercepat.

“Pertamina asetnya lebih besar dari Petronas, tapi rugi terus siapa yg salah. Contoh Freeport, kenapa dia dapat terkenal di dunia, ya karena pemerintahnya (Amerika Serikat) gencar menarik investor, mau modal dan lain-lain. Makanya bisa membantu perekonomian di Amerika sana,” kata dia.

Artikel Lainnya:

.:[Close ads]::[Click 2x]:.

.:[Close ads]::[Click 2x]:.