Strategi mengatur modal saat hendak berwaralaba

Monday, May 2nd 2016. | Personal Finance

Kalau Anda berniat berbisnis tetapi belum memiliki pengalaman, konsultan usaha kemungkinan akan menyarankan Anda mengambil waralaba. Skema bisnis memang cocok bagi pebisnis pemula. Sebab, orang yg menjalankan waralaba, alias terwaralaba, tak perlu benar-benar memulai bisnis dari awal.

Terwaralaba cukup mengikuti sistem yg telah dibuat oleh pewaralaba. “Karena skema bisnis telah disiapkan pewaralaba, skema ini ramah bagi yg baru merintis usaha,” kata Mike Rini, perencana keuangan dan Chief Executive Officer Mitra Rencana Edukasi. Biasanya, terwaralaba cukup menyiapkan modal dan tempat.

Saat ini, banyak tawaran waralaba yg beredar, dgn besar modal juga banyak. Lalu, bagaimana memilih waralaba yg cocok? Konsultan usaha biasanya akan menyarankan investor memilih bisnis waralaba yg sesuai dgn hobi atau minatnya.

Tapi, dapat jadi waralaba yg sesuai dgn minat ternyata membutuhkan modal lebih besar ketimbang modal yg telah dimiliki. Kalau Anda mengalami hal tersebut, tak perlu berkecil hati. Anda tak lantas harus melirik waralaba lain dgn modal lebih murah, tetapi tak sesuai dgn minat Anda.

Persiapkan modal
Idealnya, Anda tak memulai bisnis waralaba dgn modal pas-pasan. Perlu diingat, modal yg diperlihatkan pewaralaba kepada calon terwaralaba biasanya cukup berupa simulasi. Jadi ketika terwaralaba mulai menjalankan bisnisnya, modal dapat jadi malah membengkak. Atau dapat jadi waktu balik modal lebih lama dari perhitungan dalam simulasi.

Pada dasarnya, besar modal yg dibutuhkan juga akan bergantung pada tujuan membeli waralaba. Jika Anda berinvestasi di waralaba untuk mencari penghasilan tambahan, Anda juga perlu mempersiapkan anggaran cadangan minimal enam bulan anggaran operasional. “Bedakan anggaran ini dari anggaran bisnis atau biaya waralaba,” kata Eko Endarto, perencana keuangan dari Finansia Consulting.

Bila tujuan Anda menjalankan waralaba untuk mendapat pemasukan utama, maka Anda harus menyiapkan modal lebih besar lagi. Ini untuk menjamin usaha Anda dapat terus berjalan, sehingga Anda tak kehilangan pendapatan.

Di luar modal awal, Anda sebaiknya juga menyiapkan biaya operasional cadangan sebesar 12 bulan anggaran operasional. Seringkali, sebuah usaha masih belum mendatangkan untung di tahun pertama. “Jangan mengandalkan laba di tahun pertama,” kata Budi Raharjo, perencana keuangan dari One Shildt Consulting.

Karena itu, terwaralaba sebaiknya juga memiliki modal cadangan untuk mengantisipasi modal membengkak. Tapi, bila ternyata modal yg dimiliki tak cukup untuk menjalankan waralaba yg Anda minati, jangan menyerah.

Perencana keuangan menilai, akan lebih baik mencari tambahan modal untuk memulai waralaba yg Anda minati ketimbang beralih menjalankan waralaba yg kurang diminati, tetapi modalnya pas. Ada beberapa cara yg dapat Anda lakukan bila modal masih belum cukup saat masuk ke waralaba yg diminati.

• Mencari tambahan anggaran lunak
Bila waralaba yg Anda minati ternyata membutuhkan modal lebih besar dari yg Anda miliki, Anda sebaiknya mencari tambahan anggaran. Cara paling sederhana tentu dgn mencari pinjaman lunak dari saudara atau teman.

Bila sulit mendapat pinjaman lunak, Anda dapat mencari partner untuk bekerjasama memulai usaha waralaba. Partner Anda tersebut dapat menanggung kekurangan modal.

Tapi harus diingat, rekan Anda tersebut harus memiliki visi yg sama dalam menjalankan bisnis. Jadi, bisnis waralaba yg dipilih dapat berjalan lancar tanpa perselisihan. Jangan lupa bicarakan juga soal pembagian porsi keuntungan serta tanggung jawab di bisnis tersebut.

Kalau Anda juga sulit mendapat mitra, Anda dapat menjual aset, seperti mobil, perabotan bernilai tinggi atau properti, untuk mendapat tambahan anggaran. Salah satu keuntungan dari menjual aset, Anda akan terhindar dari beban keuangan yg besar. Anda tak perlu pusing memikirkan pembayaran utang atau pembagian keuntungan dgn pihak lain.

Anda juga terhindar dari beban kembang, seperti bila Anda meminjam ke lembaga keuangan. “Kalau baru mau usaha telah pinjam ke lembaga keuangan, repot jadinya,” kata Mike.

• Berutang ke lembaga keuangan
Kalau susah mendapat pinjaman lunak, Anda dapat mencari pinjaman ke lembaga keuangan, misalnya ke bank. Salah satu keuntungan dari berutang ke bank adalah, Anda dapat tahu lebih jelas hitung-hitungan prospek usaha Anda. Bank dapat membantu Anda melihat apakah waralaba yg Anda pilih bankable atau tak, serta gambaran umum prospek usaha di masa mendatang.

Carilah kredit usaha yg bunganya tak memberatkan arus kas di masa mendatang. Selain itu, pastikan jumlah cicilan utang nantinya tak akan lebih besar dari keuntungan bulanan. Menurut hitungan Budi, idealnya pinjaman ke lembaga keuangan cukup sebesar 15% dari keperluan modal. Jumlah cicilan per bulan maksimal 30% pendapatan.

• Mengurangi beban
Bila modal yg Anda miliki benar-benar ngepas, Anda boleh saja tetap mengambil waralaba yg Anda minati. Agar arus kas tetap lancar, Anda dapat menyiasatinya dgn mengurangi beban operasional.

Misalnya, Anda dapat mengurangi biaya gaji karyawan. Anda dapat merekrut karyawan dalam jumlah minimal. Atau, Anda dapat juga mengurangi jumlah karyawan. Konsekuensinya, Anda juga harus terlibat secara langsung dalam menjalankan bisnis sebagai karyawan.   

• Melakukan akuisisi
Anda juga dapat mengambil alih waralaba yg Anda minati dari terwaralaba yg telah ada. Biaya mengambil alih waralaba ini dapat lebih murah. Budi bilang, biaya mengambil alih waralaba biasanya lebih pasti. Sementara bila memulai sendiri, ada kemungkinan terjadi pembengkakan biaya.

Silakan mencoba.   

Search terms:

franchise richeese factory, harga franchise richeese factory, franchise richeese, waralaba richeese factory, richeese factory franchise, richeese factory franchise info, franchise richeese factory indonesia,

Artikel Lainnya:

.:[Close ads]::[Click 2x]:.

.:[Close ads]::[Click 2x]:.