Begini Saran Menko Sofyan Atasi "Dwelling Time" yang Lamban

Thursday, January 3rd 2019. | Berita

IndonesiaBisnis.net – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil menyarakankan agar birokrasi dan segala aturan terkait mulai dari proses perizinan sampai melakukan bongkar muat barang di pelabuhan melalui satu pintu.

Pasalnya, kata Sofyan, terlalu banyaknya instansi pemerintah yg mengurusi dwelling time dalam menerbitkan izin membuat proses bongkar muat menjadi lamban. 

Sofyan menilai, terlalu banyak aturan yg tak sederhana soal dwelling time karena harus melalui sejumlah kementerian membuat molornya proses bongkar muat.

“Aturan-aturan itu sekarang banyak yg tak simpel. Itu harus kita simpelkan. Bikin mudah izinnya. Harus satu pintu aja yg ngurusin itu (dwelling time). Kan malah  jadi dapat transparan. Misal untuk jenis identifikasi importir kita sederhanakan kalau dapat enggak usah ribet-ribet,” kata Sofyan saat ditemui di kantornya, Selasa (4/8/2015).

Meski demikian, pihaknya mengatakan akan membicarakan hal ini lebih lanjut kepada kementerian-kementerian terkait proses dwelling time ini.

Nantinya, Sofyan juga akan menugaskan Direktorat Jenderal Bea Cukai untuk menjadi ketua  dalam kegiatan bongkar muat barang.

“Iya, nanti Bea Cukai ketua. Tapi ya sesuai UU yg ada akan kita terapkan sesegera mungkin agar masalah ini cepat teratasi dan para eksportir dan importir bisa mengambil barangnya dgn cepat. Yang terpenting kita simpelkan dulu. Bea cukai dan Pelindo besok akan dipanggil, serta lembaga dan kementerian di pelabuhan,” ungkapnya.

Sofyan mengakui, dgn cara tersebut, bisa mempercepat waktu bongkar muat barang dalam kurun waktu dua sampai tiga hari sesuai arahan Presiden Joko Widodo.

Selain itu, bisa meminimalisasikan ongkos logistik di Indonesia yg sekarang ini masih menjadi masalah.

“Kan Pak Jokowi maunya dua sampai tiga hari proses bongkar muat barang telah berjalan, maunya secepat mungkin. Nah cara ini semoga dapat mencapai target itu. Yang ditekankan pak Jokowi juga yg paling penting  yg masih bermasalah sekarang ini,” katanya.

Artikel Lainnya:

.:[Close ads]::[Click 2x]:.

.:[Close ads]::[Click 2x]:.