Dubes Cina Temui Menteri Rini, Ada Apa?

Saturday, May 6th 2017. | Berita

IndonesiaBisnis.net – Duta Besar Cina untuk Indonesia Xie Feng menyambangi Kementerian Badan Usaha Milik Negara untuk bertemu dgn Menteri Rini Soemarno, Senin (3/8/2015).

“Ini telah kesekian kalinya sebenarnya Cina datang ke sini (Kementerian BUMN). Kedatangan mereka mau membicarakan tindak lanjut project review itu. Dia kan berkomitmen mau jadi mitra utama Indonesia dalam pembangunan infrastruktur. Makanya mau menanyakan progress-nya,” kata Staf Khusus Kementerian BUMN Sahala Lumban Gaol di Kementerian BUMN, Senin (3/8/3015).

Kunjungan Dubes Cina tersebut dalam rangka project review yg akan dilakukan perusahaan BUMN Cina dan Indonesia yg didanai China Development Bank dan Industrial and Commercial Bank of Cina senilai 50 miliar dolar AS atau sekitar Rp665 triliun.

Selain menanyakan kemajuan kerjasama antara BUMN Indonesia dan perbankan Cina yg ditandai dgn Mou beberapa waktu lalu, kedatangan Dubes Cina juga untuk menindaklanjuti nota kesepahaman yg telah ditandatangani antara Kementerian BUMN dgn National Development Reformation Commission milik Cina.

“Dulu, kan telah ada MoU dgn kita antara BUMN dgn National Development and Reform Commission (NDRC)‎, ada rencana investasi Tiongkok ke Indonesia dan ini dalam rangka follow up ke situ,” katanya.

Sahala menambahkan setelah pertemuan akan ada beberapa Menteri dari Cina datang untuk berdiskusi lebih lanjut dgn Kementerian BUMN agar investasi ke Indonesia berjalan baik.

Pada Februari 2015, Presiden Joko Widodo dan beberapa menteri Kabinet Kerja mengunjungi Negeri Tirai Bambu. Dalam kunjungan terdapat dua kerjasama yg dilakukan pemeritah Indonesia dgn Cina.

Pertama, penandatanganan nota kesepahaman antara Kementerian BUMN da NDRC. NDRC merupakan organisasi pemerintahan China layaknya Badan Perencanaan Pembangunan Nasional yg juga membawahi beberapa perusahaan milik pemerintah.

Selain itu, ‎Kementerian BUMN juga melakukan penandatanganan MoU dgn China Development Bank untuk menyediakan anggaran sebesar 50 miliar dilar AS dalam rangka membiayai proyek yg akan dikerjakan tujuh BUMN Indonesia bersama Cina.

Adapun tujuh perusahaan pelat merah yg mendapat pinjaman dari CDB, seperti PT. Adhi Karya Tbk. yg mendapat pinjaman 1 miliar dolar AS, PT. Aneka Tambang Tbk. 5,92 miliar dolar AS, dan PT. Wijaya Karya Tbk. 4,06 miliar dolar AS.

Selain itu, CDB juga menyediakan anggaran 10 miliar dolar AS untuk PT. PLN. ICBC juga menyediakan anggaran senilai 20 miliar dolar AS untuk BUMN. Ada sekitar enam-tujuh perusahaan pelat merah yg mendapatkan pinjaman tersebut, tak terkecuali PLN.

Artikel Lainnya:

.:[Close ads]::[Click 2x]:.

.:[Close ads]::[Click 2x]:.