Impian sederhana Ella V. Brizadly

Wednesday, March 8th 2017. | Peluang Usaha

Ella V. Brizadly punya impian sederhana, namun sangat mulia. Ia ingin menjadi ibu yg dapat menghabiskan banyak waktu bersama keluarga di rumah. Ketika masih menjadi karyawan di perusahaan tambang, sulit baginya menjalani hidup sesuai impiannya. Dus, Ella memilih jalur jadi pengusaha semenjak 2011 sehingga sebagian besar waktu dinikmati bersama keluarga di Depok, Jawa Barat.

Dilema yg dialami Ella merupakan dilema yg dihadapi sebagian besar ibu yg harus memilih antara bekerja penuh waktu atau fokus mengurus anak di rumah. Setelah 21 tahun menjadi karyawan, Ella menyadari bahwa ia bukanlah tipe wanita ambisius yg ingin mencapai puncak karier. Padahal, jabatan terakhirnya di
PT Bumi Resources Tbk cukup prestisius, yakni manajer di Divisi Corporate Secretary.

Sebelum memutuskan keluar dari pekerjaan, Ella sempat punya beberapa usaha. “Saya harus mempersiapkan diri, jadi ketika resign saya telah punya usaha yg stabil,” ujarnya. Dia pernah membuka rumah makan, warung internet, sampai produksi perlengkapan tempat tidur atau bedding set.

Di antara ketiganya, usaha pembuatan bedding set berkembang cukup bagus. Ella memproduksi sprei dgn kualitas premium. Akan tetapi, usaha ini tak berjalan lama karena permintaan bedding set terbatas. “Di Indonesia, customer cukup beli bedding set sekali setahun dan jumlahnya tak banyak,” cetusnya.

Pada 2011, akhirnya Ella menemukan usaha yg berhasil membuatnya berani keluar dari tempatnya bekerja. Ia memproduksi produk mode, mulai dari baju, tas, dan sepatu dari perpaduan kain batik dan kulit impor. Usaha ini ia beri nama PRibuMI dan dirilis mulai April 2011.

Produk pertama yg ia produksi ialah baju batik. Awalnya, ia menggunakan baju batik hasil desainnya ke kantor. Lama-kelamaan, banyak orang yg menyukai baju buatan Ella, termasuk ibu-ibu pejabat. Nah, untuk melengkapi baju batik, pada Oktober tahun yg sama, Ella mengeluarkan produk tas dari bahan batik juga.

Ella semakin serius fokus merancang produk mode PRibuMI dgn meluncurkan koleksi sepatu dari kain batik pada Januari 2012. Pada saat yg sama, akhirnya Ella memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya dan fokus membesarkan PRibuMI.

Namun sebab orderan makin banyak, Ella tak sanggup lagi menampung permintaan baju batik. Ia pun menghentikan desain baju batik dan beralih memproduksi dompet, kotak kacamata, dan gantungan kunci, tetap dgn perpaduan batik dgn kulit. Ketika usahanya berkembang, Ella meminta dukungan suaminya, Brizadly Arifin, agar fokus membesarkan PRibuMI.

Saat ini Ella mengurus desain, manufaktur, dan pemasaran serta promosi PRibuMI. Sementara suaminya dipercaya mengurus keuangan PRibuMI serta manajemen dan sumber daya manusia.

Dengan dukungan sang suami, PRibuMI berkembang pesat. Dalam empat tahun, PRibuMI mengeluarkan ratusan produk tas, sepatu, dan aksesori dgn kisaran Rp 1,5 juta sampai di atas Rp 25 juta.

Ella bilang, sebagian besar produk PRibuMI dibuat berdasarkan orderan. Sementara, cukup 20% produk yg dibuat sebagai stok. Dengan 30 karyawan, saban bulan ia dan suami memproduksi lebih dari 300 item PRibuMI.

Budaya nusantara
PRibuMI lahir karena kecintaan Ella terhadap kain nusantara. Ella dan suami tergabung dalam komunitas pecinta barang antik. Nah, dari salah satu anggota komunitas, Ella mendapat pencerahan tentang batik antik. Dari situ, Ella tertarik mengoleksi kain batik antik, sampai mengoleksinya.

Koleksi yg menggunung ternyata tak membuat sang suami senang. Ella malah dilarang menambah koleksi bila kain yg telah ada tak dipakai. Peringatan inilah yg meng-inspirasi Ella untuk menyulap kain batik jadi produk mode.

Ella menuturkan, darah seni mengalir secara alamiah dalam dirinya. Sejak kecil, dia suka mendesain. Namun, kepergian sang ayah memaksanya harus melunturkan niat sekolah desain. Dus, ia memutuskan untuk kuliah di ASMI agar cepat lulus dan dapat membantu sang ibu yg seorang guru.

Bungsu dari tiga bersaudara ini juga termasuk pribadi yg perfeksionis. Dus, ketika merintis PRibuMI, Ella tak mau main-main. Perempuan 41 tahun langsung mengurus perizinan dan mematenkan merek usahanya. “Padahal waktu itu saya belum mulai produksi,” ungkapnya sambil tertawa.

Karakter perfeksionis Ella terwujud dalam produk PRibuMI yg punya desain elegan dan detail yg menawan. Tak heran bila banyak desainer lain menyontek rancangannya. “Itu membuat saya bangga karena artinya rancangan saya disukai banyak orang,” ucap perempuan kelahiran Jakarta ini.

Nah, ketika mau mulai produksi, Ella tak sengaja bertemu dgn mantan kepala produksi merek lokal dgn kualitas internasional. “Jadi, ada satu brand yg telah lama pecah kongsi sehingga tak produksi sepatu lagi sehingga saya rekrut orang-orang bagian produksinya,” kisah ibu dari Zachvier dan Fayzel ini.

Ia pun mengangkat orang tersebut sebagai kepala produksi di PRibuMI. Pertemuan itu semakin memantapkan Ella untuk membesarkan usahanya.

Ella juga fokus menggunakan kain nusantara untuk produk-produk PRibuMI. Selain batik, ia menggunakan kain songket, ulos, dan tenun dari berbagai daerah di Indonesia. Demi menonjolkan kekayaan budaya nusantara, Ella menggunakan nama daerah dan kota di Indonesia terhadap produk tas dan sepatu PRibuMI.

Meskipun bernuansa etnik, produk PRibuMI sarat dgn sentuhan modern. Pasalnya, Ella ingin customer PRibuMI tetap terlihat kekinian dgn desain kain tradisional yg disematkan pada produknya.    

 

Artikel Lainnya:

.:[Close ads]::[Click 2x]:.

.:[Close ads]::[Click 2x]:.