Peci Spongebob, keripik talas, dan mainan edukatif

Friday, March 18th 2016. | Peluang Usaha

Selamat pagi, apa kabar? Semoga baik-baik saja dan puasa tak menjadi halangan untuk beraktivitas. Namun pastinya agar kita selalu fit memerlukan asupan makanan yg baik ketika sahur. Ngomong-ngomong soal makanan, jadi teringat sama silky pudding. Nah, ada usaha silky pudding bernama Puyo.

Yang membesut Puyo adalah  Adrian Christopher Agus bersama sang adik, Euginie Patricia Agus. Usaha mereka berdua  dapat dibilang pelopor produk sikly pudding di Jabodetabek.

Adrian memulai usahanya semenjak Juli 2013. Resep puding lembut didapat dari sang ayah yg memang hobi membuat puding. Puyo memiliki sembilan varian rasa, seperti taro, bubble gum, choco, green tea, hazelnut, leci, mangga, dan jeruk. Tiap cup Puyo dibanderol dgn harga Rp 12.500. Setelah sukses dgn produk silky pudding, Adrian menambah varian produk, yaitu silky drink. Produk ini, kata Adrian, merupakan minuman yg diberi topping puding Puyo. Harga minuman ini Rp 23.000 per cup.

Adrian mengungkapkan, potensi usaha ini sangat bagus. Terbukti pada 2013, Puyo cukup dijual di mal Living World, Alam Sutera. Nah, sepanjang tahun lalu, Puyo menambah enam gerai penjualan. Sementara, tahun ini Puyo kembali menambah delapan gerai. “Jadi totalnya ada 14 gerai Puyo di Jabodetabek,” sebut Adrian. Kapasitas produksi silky pudding di Puyo sekarang ini mencapai 3.000 cup per hari. Menurut hitung-hitungan KONTAN, dari usaha ini Puyo dapat mencatatkan keuntungan sekitar Rp 1 miliar saban bulan.

Masih ada lagi makanan yg sehat bergizi yaitu rempeyek kepiting. Adalah Filsa Budi Ambia yg membikin rempeyek kepiting yg dimereki Kampoeng Timur. Kenapa rempeyek kepiting? Menurut Filsa, karena kepiting banyak terdapat. Dia memulai usaha ini semenjak 2013 dgn duit yg tersisa, Rp 100.000, setelah melakoni berbagai usaha namun tak berhasil. Awalnya, dia membuat 20 bungkus rempeyek. “Respon pasar ternyata sangat bagus karena belum pernah ada rempeyek dibuat dari daging kepiting,” ucapnya. Omzet Filsa dari rempeyek kepiting pada bulan pertama Rp 300.000. Namun jumlah itu terus bertambah.

Kini, Filsa memproduksi 1.000 bungkus rempeyek kepiting per hari. Selain rasa orisinal, dia juga menyediakan varian rasa pedas dan lada hitam. Dia menjual rempeyek kepiting itu seharga Rp 12.000 dan Rp 24.000 per bungkus. Saban hari, Filsa mengolah puluhan kilogram kepiting untuk dijadikan rempeyek. Filsa bilang, bahan baku kepiting berlimpah di Balikpapan. Harganya Rp 75.000 per kg. “Satu kilogram kepiting dapat jadi 20 sampai 30 bungkus rempeyek,” sebutnya.

Nah, masih ada lagi makanan yg dapat untuk berbuka atau sahur, yaitu keripik talas dari Padang Panajang, Sumatera Barat. Keripik ini berasal dari  Sentra Produksi Keripik Talas di Kelurahan Silaing Bawah dan Silaing Atas. Omzet pembuat di sentra ini mencapai puluhan sampai ratusan juta per bulan.

Rosita Aswin, 39 tahun,  mengatakan telah memproduksi keripik talas semenjak 1999. Awalnya keripik talas memang belum dijadikan produk oleh-oleh khas Padang Panjang. Rosita bilang, saat itu ia membuat keripik cukup untuk membantu suaminya yg bekerja sebagai pemasok jengkol. Ketika itu, situasi perekonomian juga masih sulit karena krisis moneter. Baru sekitar tahun 2005, keripik talas mulai tren sampai akhirnya menjadi produk oleh-oleh khas Padang Panjang.  

Dalam sehari, kapasitas produksinya dapat mencapai 300 bungkus untuk ukuran besar dan 500 bungkus ukuran kecil.  Ia memproduksi keripik talas balado dan keripik talas bumbu. Untuk kemasan  besar dihargai Rp 10.000 dan ukuran kecil Rp 5.000. Seminggu tiga kali, ia rutin memasok keripik ke para pedagang yg menjadi langganannya. Belum lagi pembeli yg mengambil langsung ke tempat produksi. “Pokoknya hampir semua produksi terjual,” katanya. Dari usahanya ini, ia dapat mengantongi keuntungan sampai Rp 150 juta lebih setiap bulannya.

Sudah bisa referensi soal makanan. Namun, bagaimana cara mengetes kandungan gizi makanan kita. Lakukan  saja tes laboratoraium. Bingung beli perngakatnyanya, kan, sekarang ada LabSatu yg menjual peralatan laboratorium secara online. LabSatu adalah pelopore-commerce untuk produk perangkat lab.

Saat ini, tengah terjadi pergeseran perilaku pasar. Laboratorium dan riset banyak diisi oleh generasi muda yg melek internet. Ini juga menjadi potensi bagi pebisnis. Generasi muda ini dapat mengubah gaya pemasaran yg biasa dilakukan oleh pebisnis produk laboratorium dan bahan kimia, dari gaya pemasaran konvensional menjadi online. Di sisi lain, Hendry bilang, potensi penjualan produk laboratorium tahun ini mencapai US$ 1 juta atau sekitar Rp 13 miliar. Sasaran pasarnya ialah pelaku industri, baik farmasi, parfum, dan rumahsakit. Selain itu, usaha ini juga menyasar akademisi, badan riset pemerintah, dan agen penjualan produk laboratorium.

Jadi, ayo kita tes makanan kita. Sambil menunggu hasil tes, kita lihat sekeliling. Ternyata banyak pernak-pernik berbahan kain seperti dompet, tas, sampai pengisi interior, seperti sarung bantal, pelapis sofa, lampu meja dan lainnya. Artinya persaingan di produk ini juga besar. Karena itu, pembuat pernaik-pernik berusaha mempunyai keunikan masing-masing, selain model, pembuat juga banyak bermain dgn motif-motif kain. Karena itu, pembuat sacap menggambar sendiri motif-motif kain yg mereka pakai. Dari sinilah muncul keperluan akan jasa cetak kain.

Usaha jasa cetak kain ini juga masih tergolong baru. Shrelo, salah satu pemainnya, baru memulai bisnis ini tiga tahun lalu. Sebelumnya, Abimono, pemilik Shrelo, bersama istrinya sempat bekerja sebagai karyawan dan punya pengalaman dalam usaha offset printing. Lalu pada 2012, usaha cetak kain dimulai. Awalnya, usaha ini dimulai secara maklon. Abimono mencari order klien terlebih dahulu, lalu mencetak kain di tempat lain. Sistem ini berlangsung selama enam bulan. Selain mencari pasar, Abimono ingin tahu dan mendapatkan kualitas terbaik untuk cetak kain. Pemakai jasa ini datang dari konsumen ritel. Sebagian besar adalah pengusaha atau pemilik usaha yg memproduksi garmen, tas, sarung bantal dan lainnya. Saat ini, kisaran order cetak kain di Shrelo berkisar 500 meter–3.000 meter saban bulan. Abimono menuturkan, dari usaha ini, ia dapat mencetak laba sektiar 15% dari keuntungan.  

Lumayan juga laba yg diraih Shrelo. Bagaimana kalau kita gunakan sedikit laba itu untuk menyegarkan badan, kita main golf. Gaya kan. Tapi permainan golf kita ini dijamin enggak akan membuat lelah dan kepanasan. Soalnya, kita main golf di ruang tertutup. Ya, kita main di simulator golf.

Salah satu yg mempopulerkan simulator golf di dalam negeri ialah Golfmax, yg terletak di mal Bellagio, wilayah Mega Kuningan Barat, Jakarta Selatan. Andrian, Manager Golfmax Indonesia. Bilang bahwa akurasi simulator golf yg digunakan di Golfmax mencapai 90%. Pasalnya, 10% sisanya ada faktor embusan angin di lapangan sesungguhnya. Dus, penikmat golf di lapangan terbuka tak kesulitan menyesuaikan diri ketika bermain golf menggunakan simulator. Demikian pula, pemula yg belajar main golf dgn simulator akan terbiasa ketika beralih ke lapangan terbuka.

Golfmax memiliki tujuh simulator golf. Tiga di antaranya merupakan ruangan VIP berukuran 49 meter persegi, sementara sisanya ruangan reguler berukuran 30 meter persegi. Untuk pemakaian ruangan VIP, dikenakan biaya Rp 300.000 per jam. Adapun biaya pemakaian ruangan reguler sebesar Rp 200.000 per jam. Mari mencoba simulator golf.

Orang-orang kreatif
Sudah segar, sekarang kita membuat kaligrafi. Enggak dapat. Jangan takut ada Muhammad Assiry Jasiri. Pria ini adalah pengusaha ukir kayu kaligrafi. Assiry memang amat berminat dgn kaligrafi. Sejak kecil bakatnya ini ditempa di pesantren di Kudus. Kini, jasanya banyak dicari untuk interior masjid dan properti lainnya.

Selama menuntut ilmu di Pesantren Kudus, Assiry sempat meraih juara pertama lomba kaligrafi tingkat Provinsi Jawa Tengah di tahun 1999 ketika dia masih berusia 21 tahun. Di tempat ini dia juga banyak belajar tentang seni ornamen Timur Tengah. Sekitar tiga tahun dia menghabiskan waktu mengenyam pendidikan di pesantren tersebut. “Selain belajar mengkaji Al-Qur'an dan ilmu-ilmu soal Islam, di tempat ini santri diajarkan keahlian seni yg bernapaskan religius, seperti desain, kaligrafi, membuat kubah dan desain mesjid,” ucap Assiry kepada KONTAN.

Lewat CV Assiry Art miliknya, dalam sebulan rata-rata Assiry dapat mengerjakan ukiran kayu untuk lima buah mesjid. Harga jasa pahat atap dia banderol mulai dari Rp 350.000 per meter. Ukuran paling kecil biasanya kubah berukuran 5 meter (m) x 5 m. ia bilang, untuk proyek pengerjaan hiasan ukir kaligrafi satu mesjid kecil dapat menghasilkan keuntungan sampai Rp 90 juta. Sementara itu, untuk proyek pengerjaan mesjid besar, membutuhkan kubah dgn total diameter sampai ratusan meter. Sehingga, tak heran keuntungan yg dapat dia raih dapat mencapai ratusan juta rupiah sampai miliaran rupiah dalam sebulan.  Pengerjaan proyek yg datang biasanya dilakukan oleh tim. Kini Assiry telah memiliki total karyawan sekitar 200 orang.

Selain Assiry kita masih punya orang memiliki talenta khusus. Yuk, kita temui Lulu, lengkapnya Lulu Lutfi Labibi. Pria ini jatuh cinta pada dunia busana saat menimba ilmu di Kriya Tekstil, Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Namun, kebingungan sempat menderanya, yakni  antara menjadi seniman dgn mengolah batik atau menjadi seorang desainer. Setelah menyadari passion terbesarnya adalah dunia mode, Lulu pun memutuskan menjadi perancang busana.

Dengan pilihan itu, semenjak lulus kuliah, tepatnya tahun 2006,  Lulu aktif mencari referensi gaya busana yg akan menjadi ciri khasnya. Dari sinilah, seleranya tumbuh. Pria yg memiliki hobi melukis ini menyukai konsep rancangan desainer asal Jepang. Sebut saja, Kenzo Takada dan Yohji Yamamoto. Dengan berkiblat pada mode busana di Negara Matahari Terbit itu, Lulu pun mengusung teknik  drapping sebagai konsep desainnya. Dengan teknik drapping akan terlihat rancangan seperti dililit, ditumpuk dan diikat dgn cantik. Boleh jadi, pakaian akan tampak asimetris antara sisi kanan dgn sisi kiri. Biasanya, rancangan dibuat dgn langsung menempelkan kain pada manekin atau tubuh manusia. Tak berhenti pada pemilihan teknik pembuatan pola, Lulu juga memilih cukup menggunakan kain Nusantara untuk menemukan ciri khas rancangannya.

Dari tadi sebenarnya kita banyak berhadapan dgn orang yg kreatif.  Namun, kreativitas itu dapat ditumbuhkan ketika keadaan mendesak. Buktinya Sholahuddin Fuadi. Ketika menemui kesulitan mencari mainan edukatif untuk buah hatinya, pria 46 tahun ini justru mengendus peluang berbisnis jenis mainan tersebut. Tuh kan. Kini, bersama sang istri, Ummu Masmuah, dia berhasil mencetak keuntungan ratusan sampai miliaran rupiah saban bulan dari mainan edukatif.

Fuad memulai usaha mainan edukatif bermodal Rp 400.000, uang pinjaman dari teman, dia membeli bahan baku, berupa potongan kayu. Produk mainan edukatif pertama mereka adalah puzzle. Mainannya diberi Haula Toys  dan dibanderol mulai dari Rp 10.000 sampai jutaan rupiah per unit. Dalam sebulan, Fuad dapat memproduksi 1.000 unit mainan. Kapasitas produksi biasanya akan meningkat tajam pada semester dua. Bahkan, dapat mencapai sepuluh kali lipat. Maklum, kebanyakan kliennya merupakan institusi pemerintah sehingga dia harus menunggu pencairan sebelum produksi.

Senang ya jadi orang kreatif seperti mereka. Tapi, ada lagi orang kreatif berikut. Yaitu membikin peci dgn karakter kartun. Itu dilakukan agar produksi meningkat peci dapat ditingkatkan. Tapi, dalam bulan puasa ini para pengusaha peci karakter ini mengatakan mengalami peningkatan penjualan. Salah satunya dapat meraup keuntungan sampai Kp 500 juta sebulan. Choiruddin Pradana, pengusaha peci asal Cirebon, Jawa Barat mengatakan, peci buatannya bermerek Azkafada mengalami peningkatan penjualan sampai 100% selama bulan Ramadan. Peci Choiruddin diberi karakter kartun seperti Sponge Bob, Nemo, Angry Bird, dan tokoh kartun lainnya. Rata-rata Choiruddin menjual peci buatannya di kisaran harga Rp 30.000 sampai Rp 40.000 per unit. Jika sedang ramai permintaan seperti sekarang ini, dalam sebulan.

Jadi, buah hati Anda telah dibelikan peci karakter kartun untuk tarawih atau shalat ied, kalau belum buru-buru deh. Soalnya, takut kehabisan kalau belinya di hari-hari terakhir Ramadan. Tapi, di hari akhir jangan sibuk belanja doang, tapi tingkatkan juga ibadahnya. Selamat beraktivitas, semoga perjuampaan kita menyenangkan.  

 

Search terms:

harga talas jepang per kg, mainan dari limbah spon,

Artikel Lainnya:

.:[Close ads]::[Click 2x]:.

.:[Close ads]::[Click 2x]:.