Menyeruput manisnya bisnis puding nan lembut

Tuesday, March 15th 2016. | Peluang Usaha

Banyak orang beranggapan, bisnis kuliner merupakan bisnis yg mudah dilakoni. Syaratnya, produk Anda dapat menyesuaikan dgn lidah konsumen sampai mendapat respon baik. Selain itu, yg harus diingat, pelaku bisnis kuliner juga harus kreatif dan pandai membaca tren.

Seperti yg dilakukan oleh  Yunita Adriana. Perempuan yg memiliki kegemaran masak-memasak ini akhirnya menjual silky pudding setelah membaca  tren dessert tersebut berkembang belakangan ini.

Yunita pun turut menikmati manisnya bisnis puding lembut ini semenjak Januari 2015. Penjualannya terus meningkat. Bahkan, minggu-minggu terakhir ini, orderan terus saja mengalir.

Warga Bintaro, Jakarta Selatan ini mengintip celah bisnis silky pudding atau puding sutera dari sebuah acara pengajian yg menghidangkan puding sutera ini sebagai menu penutup (dessert). “Saya lihat bisnis ini menarik,” kata dia.

Lantas, Yunita pun mencoba-coba resep puding sutera yg didapatnya dari internet. Dengan beberapa inovasi, akhirnya dia menemukan resep yg pas. “Saya coba jual, ternyata responsnya bagus banget,”
kisah dia.

Berbeda dgn puding biasa, seperti namanya, puding sutera memiliki tekstur yg lembut sebab menggunakan lebih banyak susu. Namun begitu, jenis puding ini juga terlihat kenyal seperti agar. Oleh karena itu, cara menikmati produk ini  cukup diseruput saja.

Saat ini, Yunita menjual ratusan puding sutera setiap minggu. Selain memenuhi orderan yg datang, dia juga menyiapkan produk ready stok dan menitipkannya di beberapa gerai penjual makanan di seputar Bintaro.

Silkypudding Adyta terdapat dalam delapan varian rasa, yaitu rasa cokelat, stroberi, pisang, taro, cappucino, bubble gum, green tea, dan mangga. Yunita bilang, bila anak-anak menyukai rasa cokelat, mangga dan bubble gum, orang dewasa lebih banyak memilih rasa green tea dan taro.

Dia menjual silky pudding ini mulai harga Rp 5.000 untuk gelas atau cup kecil. Sedangkan, cup besar dijualnya dgn harga Rp 8.000. Khusus untuk orderan, dia dapat membuat silky pudding dalam kemasan jar atau botol jika konsumen memintanya. “Saat ini, banyak orderan untuk arisan, ulang
tahun, dan lainnya,” ungkap Yunita.

Ketika bicara silky pudding, nama Puyo tak boleh dilewatkan. Pasalnya, usaha milik Adrian Christopher Agus bersama sang adik, Euginie Patricia Agus ini dapat dibilang pelopor produk sikly pudding di Jabodetabek. Adrian memulai usahanya semenjak Juli 2013. Resep puding lembut didapat dari sang ayah yg memang hobi membuat
puding.

Ia mengatakan, silky pudding secara umum tampak sama dgn puding biasa. Akan tetapi, ada perbedaan dalam proses pembuatan sehingga Puyo dapat punya tekstur yg sangat lembut. Namun, bila cup kemasan Puyo dibalikkan pun, isi pudingnya tak tumpah. Bahan baku utama pembuatannya ialah susu nabati.

Awalnya, Puyo punya lima varian rasa. Sekarang, Adrian menambah jumlahnya sehingga Puyo memiliki sembilan varian rasa, seperti taro, bubble gum, choco, green tea, hazelnut, leci, mangga, dan jeruk. Tiap cup Puyo dibanderol dgn harga Rp 12.500.

Setelah sukses dgn produk silky pudding, Adrian menambah varian produk, yaitu silky drink. Produk ini, kata Adrian, merupakan minuman yg diberi topping puding Puyo. Harga minuman ini ialah Rp 23.000 per cup.

Adrian mengungkapkan, potensi usaha ini sangat bagus. Terbukti pada 2013, Puyo cukup dijual di mal Living World, Alam Sutera. Nah, sepanjang tahun lalu, Puyo menambah enam gerai penjualan. Sementara, tahun ini Puyo kembali menambah delapan gerai. “Jadi totalnya ada 14 gerai Puyo di Jabodetabek,” sebut Adrian.

Kapasitas produksi silky pudding di Puyo sekarang ini mencapai 3.000 cup per hari. Menurut hitung-hitungan KONTAN, dari usaha ini Puyo dapat mencatatkan keuntungan sekitar Rp 1 miliar saban bulan.

Dengan potensi usaha yg kinclong, tak heran banyak pemain lain yg juga melirik usaha yg sama. Adrian menyadari persaingan usaha semakin ketat.

Namun, ia yakin Puyo tetap unggul karena dari segi rasa dan tekstur, Puyo lebih baik dari produk lainnya. “Produk lain ada yg kurang manis, ada juga yg teksturnya tak lembut,” imbuhnya bernada promosi.

Begitu pula dgn Yunita. Dia melihat potensi usaha ini cukup bagus setelah melihat orderan yg tiada henti. Apalagi, bisnis dessert ini menyenangkan karena dapat dibuat dalam waktu cepat dan gampang proses pembuatannya. “Jadi, saya dapat menerima orderan satu hari sebelumnya, terutama dari konsumen yg punya acara mendadak,” kata dia. Profit yg dapat dikantongi dari usaha ini berkisar antara 40%-50%.

Pembelian kontinyu
Usaha ini dapat dimulai dari banyak skala. Mau merintisnya dari kecil atau langsung besar seperti yg dilakukan Adrian. Namun, bila langsung skala besar, Anda harus menetapkan standar produk yg tinggi untuk meminimalisir risiko kerugian.

Bila ingin merintis usaha ini dari skala kecil, Anda dapat meniru langkah Yunita yg memulai usaha ini dgn modal Rp 100.000 dgn skala rumahan. Tapi, itu cukup untuk membeli bahan baku tanpa peralatan. Sementara, Adrian mengawali bisnisnya dgn modal sebesar Rp 5 juta, untuk membeli kulkas bekas dan bahan baku.  

Beruntung Adrian punya ayah yg memiliki resep puding enak. Namun, jangan khawatir. Anda dapat mencari resep dan cara pembuatan silky pudding ini dgn browsing di internet. Namun, seperti Yunita, Anda juga harus pandai berinovasi dari bahan-bahan yg dipakai, untuk mendapatkan rasa dan tekstur yg pas.

Yunita mengakui dirinya memang pandai dalam menentukan bahan baku. Termasuk, takaran sampai menghasilkan silky pudding yg sesuai dgn selera lidah konsumennya.

Yunita bilang, banyak konsumen memuji pudingnya lebih berasa susu. “Jadi, rasanya ada, ditambah milky,” ujar dia. Perpaduan susu dan air inilah yg menentukan kelembutan silky pudding.

Inovasi pun dilakukannya, yakni memadukan puding dgn karamel. Jadi, Silkypudding Adyta tampil dgn dua lapisan. “Karena kalau cukup satu lapis, tanpa karamel, menurut saya terlalu eneg,” kata Yunita yg membuat sendiri resep pudingnya.  

Hingga sekarang ini, dia pun cukup menggunakan bahan-bahan berkualitas untuk menghasilkan produk yg sempurna. “Saya memakai susu dgn kualitas baik dan rasa yg tak bikin eneg. Kalau gula, saya memakai produk premium,” jelas dia.

Untuk lokasi usaha, tentu saja, Anda dapat memulai dari dapur di rumah Anda. Maklum, peralatan dan proses pembuatannya tak butuh tempat yg luas. Untuk tahap awal, peralatan yg dibutuhkan cukup berupa panci, gelas takar dan mixer untuk mengaduk bahan-bahan.

Awalnya, Adrian juga memproduksi puding di dapur dan garasi rumahnya. Namun, seiring pertumbuhan permintaan, tempat itu tak lagi dapat menampung keperluan produksi. Sekarang, Adrian punya pabrik untuk memproduksi Puyo di wilayah Bumi Serpong Damai (BSD).

Adrian bilang, ia menyewa ruko dua lantai di wilayah itu agar biaya sewa tak terlalu mahal. Selain itu, ada lima gerai Puyo di daerah Tangerang Selatan. Dus, lokasi pabrik memudahkan urusan logistik.

Untuk mengirim produk Puyo ke gerai-gerai, Adrian menggunakan empat mobil didesain khusus agar dapat menjaga suhu makanan tetap rendah. “Silky pudding ini harus dalam keadaan dingin terus,” kata dia.

Namun, jika skala usaha masih kecil, seperti Yunita, Anda dapat memanfaatkan cool box untuk pengiriman. Jangan lupa, dalam cool box itu juga diselipkan ice pack untuk menjaga suhu puding tetap dingin.

Lantaran produksinya di Bintaro, pengiriman gratis cukup berlaku di seputar Bintaro. Adapun untuk pengiriman ke wilayah Jakarta, Yunita akan menetapkan batasan minimal order, yakni 100 cup bila ingin ongkos kirim gratis. “Bisa juga 50 cup, tapi ada ongkos kirimnya,” terang dia.

Adrian menambahkan, kendala dalam usaha ini sangat banyak. Ketika merintis usaha, ia sempat kesulitan mendapatkan mal yg tepat agar biaya sewa tak terlalu mencekik. Ia juga kerap terkendala dalam menemukan staf produksi sesuai standarnya.

Sekarang, Puyo memiliki total 100 orang karyawan. Selain mengurus produksi, logistik dan manajemen usaha, karyawan ini juga bertugas menjaga ruko. Tiap gerai dijaga oleh sekitar empat orang.

Belakangan, dgn banyaknya gerai penjualan, Adrian harus rela dipusingkan dgn urusan customer service. Adrian selalu mengajak konsumennya berinteraksi melalui jejaring media sosial.

Ia juga sering mengadakan promosi dgn memberikan hadiah pada konsumen setia Puyo. Cara ini dianggapnya ampuh membuat orang tertarik untuk terus membeli produk Puyo.

Sama seperti Adrian, Yunita juga menuturkan, pentingnya orderan rutin dan berulang dari para konsumen dalam bisnis ini. Oleh karena itu, pelaku usaha ini harus benar-benar memperhatikan kualitas.  

Selain itu, pemain baru juga harus pandai menyesuaikan rasa puding ini dgn lidah konsumen yg dibidiknya. Dari sinilah, Yunita menuai sukses. “Dari yg pertama beli, dua hari beli lagi dan terus berlanjut. Itu artinya, rasa puding saya cocok dgn lidah mereka,” jelas dia.

Sementara itu, Adrian juga kerap mendengarkan tanggapan konsumen. ”Kalau ada yg minta rasa baru, kami pertimbangkan untuk kembangkan. Kami juga selalu menanggapi feedback negatif yg datang ke Puyo,” tuturnya.

Ekspansi besar-besaran juga jadi salah satu strategi Adrian agar Puyo tak kalah saing. Makanya, ia berencana menambah gerai di kota-kota lain. Adrian juga ingin meningkatkan kualitas Puyo agar punya standar internasional.

Nah, jika Anda menyukai bisnis kuliner, puding sutera dapat masuk pertimbangan.     

 

Search terms:

usaha puding cup rumahan, resep silky dRink, harga puding puyo, franchise puding puyo, usaha puding rumahan, resep silky puding taro, jual silky pudding, harga silky puding, bisnis puding rumahan, usaha puding cup,

Artikel Lainnya:

.:[Close ads]::[Click 2x]:.

.:[Close ads]::[Click 2x]:.