Dari Kerinci, bahan baku keripik talas berasal (2)

Wednesday, March 1st 2017. | Peluang Usaha

Sebagian besar warga di Kelurahan Silaing Bawah dan Silaing Atas, Padang Panjang, kini menggantungkan hidupnya  keripik talas. Mereka tak ragu menekuni usaha ini  karena bahan baku talas melimpah ruah. Selain dari kampung sendiri, juga ada yg diambil dari Kerinci, Jambi. Mereka telah memiliki langganan pemasok.

Kota Padang Panjang merupakan kota dgn luas wilayah terkecil di Provinsi Sumatra Barat. Biar pun wilayahnya kecil, potensi yg tersimpan di kota nan sejuk ini cukup besar. Posisi Padang Panjang yg strategis di wilayah jalur lintas Sumatra membuat sektor industri kecil dan menengah berkembang baik.

Salah satunya adalah sentra produksi keripik talas di Kelurahan Silaing Bawah dan Silaing Atas, Padang Panjang. Usaha ini telah tulang punggung perekonomian bagi sebagian besar masyarakat di wilayah ini.

Di Kelurahan Silaing Atas saja ada lebih dari 20 pengusaha keripik. Tiap hari, mereka melangsungkan produksi guna memenuhi orderan. Beberapa rumah juga tampak membuka kios keripik yg melayani penjualan langsung di tempat.  

Pasangan suami istri Liamran dan Roswati termasuk pembuat keripik talas yg cukup senior di daerah ini. Liamran mengatakan telah memproduksi keripik talas bersama isterinya semenjak 1990 dgn merek Upik.

Setiap bulan Liamran menghabiskan 800 kilogram (kg) talas dan 200 kg jagung.Menurut Liamran, kebanyakan bahan baku talas mereka peroleh Kabupaten Kerinci, Jambi. Sementara pasokan talas di Padang Panjang masih terbatas dan belum dapat memenuhi semua keperluan.

Liamran rutin mengambil talas seminggu sekali. Biasanya sekali mengambil minimal 200 kg talas. Liamran sendiri telah memiliki pemasok yg menjadi langganannya semenjak lama. “Saya memiliki langganan pemasok langsung dari petani di Padang Panjang dan beberapa pemasok talas di Kerinci,” katanya.

Dengan memiliki dua sumber pasokan, ia tak khawatir kekurangan bahan baku. Saat panen talas di Padang Panjang sedang turun misalnya, dapat langsung mengambil pasokan dari Kerinci.

Sama dgn pembuat lainnya, produk andalannya adalah keripik talas balado dan keripik talas bumbu. Namun ia memiliki variasi produk yg tak dimiliki pembuat lainnya, yakni keripik talas kunyit.

Selain keripik talas, ia juga membuat jagung goreng dgn merek yg sama sebagai variasi. “Jagung goreng juga tak dimiliki pengusaha keripik talas lainnya,” ujarnya.

Kendati produk utamanya keripik talas, kebanyakan pembuat juga membuat makanan ringan lain sebagai variasi. Dewi Indriyani, misalnya, membuat kerupuk jangek dan keripik kentang.

Dewi dibantu enam karyawan, ia dapat memproduksi keripik talas sebanyak 300 bungkus untuk semua ukuran. Dewi sendiri telah tak terlibat lagi di bagian produksi. Saat ini ia lebih fokus menyeleksi bahan baku talas dari para pemasok. Sama dgn Liamran, baku baku juga didatangkan dari Padang Panjang dan Kerinci.

Ia juga telah memiliki langganan pemasok sehingga tak ada kendala lagi.        

(Bersambung)

Artikel Lainnya:

.:[Close ads]::[Click 2x]:.

.:[Close ads]::[Click 2x]:.