Menjahit laba dari peci karakter untuk anak-anak

Saturday, February 25th 2017. | Peluang Usaha

Salah satu pengusaha yg turut mencecap keuntungan di bulan puasa adalah perajin dan penjual peci. Kini peci tak cukup polos, untuk anak-anak banyak peci bergambar karakter kartun agar menarik. Para pengusaha peci karakter ini mengatakan mengalami peningkatan penjualan. Salah satunya dapat meraup keuntungan sampai Rp 500 juta sebulan.

Bulan Ramadan memang menjadi bulan penuh berkah. Selain bagi kaum muslim yg menjalankan ibadah puasa, berkah berlimpah pun dialami oleh para pengusaha UKM. Salah satunya adalah para perajin kopiah atau peci. Permintaannya sepanjang bulan puasa meningkat tajam.

Choiruddin Pradana, pengusaha peci asal Cirebon, Jawa Barat mengatakan, peci buatannya bermerek Azkafada mengalami peningkatan penjualan sampai 100% selama bulan Ramadan. Agar terlihat unik, Choiruddin mendesain sendiri peci jualannya dgn karakter kartun seperti Sponge Bob, Nemo, Angry Bird, dan tokoh kartun lainnya.

Semua produk peci buatannya dibuat dgn cara dibordir, dilukis, dan dijahit timbul sehingga banyak variasinya. lokasi produksinya berlokasi di Lamongan dan Gresik.

Dia bercerita di Gresik dan Kebumen khususnya di daerah Bandungsruni memang merupakan sentra kopiah. Karena di sana, banyak terdapat pondok pesantren dan sekolah-sekolah Islam.

Sebagian besar produknya dialokasikan untuk para santri di pondok pesantren. Dalam sehari, satu karyawan dapat membuat lebih dari lima kodi. Rata-rata produksinya dapat mencapai 50.000 buah atau sekitarnya 2.000 kodi per bulan.

Nah di bulan Ramadan seperti sekarang, dia harus meningkatkan produksi untuk memenuhi permintaan yg datang. “Kami telah meningkatkan produksi semenjak Mei lalu,” kata dia.

Rata-rata Choiruddin menjual peci buatannya di kisaran harga Rp 30.000 sampai Rp 40.000 per unit. Jika sedang ramai permintaan seperti sekarang ini, dalam sebulan

Choiruddin mengatakan dapat meraup keuntungan sampai Rp 500 juta bahkan lebih. Apalagi semenjak dua tahun silam, dia juga menjual produk lewat toko online azkafadagrosir.com, sehingga pasarnya makin luas.

Penjual peci lainnya yg mendulang berkah Ramadan adalah Nina Khansa asal Surabaya, Jawa Timur. Peci karakter yg dia jual tak berbentuk kartun dari luar negeri tapi tokoh anak-anak dari Indonesia yaitu Unyil dan kawan-kawannya. Nina tak memproduksi sendiri tapi ia cukup menjual peci yg diambil dari Gresik dan membuat merek sendiri bernama Khansa. Selain peci  atau kopiah, Nina juga menjual jilbab dan busana muslim.

Menjelang bulan puasa, Nina mengakui memang adanya peningkatan penjualan namun tak sebanyak tahun lalu. “Ramadan tahun ini peningkatan penjualan sekitar dua kali lipat, sementara tahun lalu dapat tiga kali sampai empat kali lipat,” kata dia.

Pada bulan-bulan biasa Nina dapat menjual peci sekitar 20 kodi per bulan. Saat ini dia mampu menjual sampai 40 kodi per bulan. Peci karakter khusus anak-anak ini dijual seharga Rp 50.000 per buah. Hingga akhir Juni ini, Nina menargetkan dapat meraup keuntungan sampai Rp 30 juta.              

 

Artikel Lainnya:

.:[Close ads]::[Click 2x]:.

.:[Close ads]::[Click 2x]:.