Berburu keripik talas di Padang Panjang (1)

Saturday, March 12th 2016. | Peluang Usaha

Selain keripik singkong balado, Sumatra Barat juga memiliki olahan keripik yg tak kalah enaknya, yakni keripik talas balado. Sentra produksi keripik talas ini berada di Kelurahan Silaing Bawah dan Silaing Atas, Padang Panjang. Omzet pembuat mencapai puluhan sampai ratusan juta per bulan.

Selama ini, Sumatra Barat terkenal dgn produk kulinernya yg khas. Ada banyak ragam kuliner, baik makanan berat maupun ringan dari daerah ini. Salah satunya adalah keripik talas.

Sentra produksi keripik talas ini dapat Anda temukan di Kelurahan Silaing Bawah dan Silaing Atas, Padang Panjang. Distribusi keripik talas ini telah sampai ke daerah Riau, Jambi, dan Sumatra Utara.

Saat KONTAN menyambangi sentra keripik talas ini nampak aktivitas produksi tengah berlangsung. Para warga memproduksi keripik talas ini di rumahnya masing-masing. Tampak dari kejauhan kepulan asap dari tungku penggorengan keripik.

Lantaran produksi dalam skala besar, penggorengan yg dipakai juga berukuran sangat besar. Selain itu, banyak dari mereka memiliki gudang penyimpanan talas sebagai bahan baku keripik.

Rosita Aswin, wanita berusia 39 tahun ini mengatakan telah memproduksi keripik talas semenjak 1999. Awalnya keripik talas memang belum dijadikan produk oleh-oleh khas Padang Panjang. Rosita bilang, saat itu ia membuat keripik cukup untuk membantu suaminya yg bekerja sebagai pemasok jengkol.

Saat itu, situasi perekonomian juga masih sulit karena krisis moneter. Baru sekitar tahun 2005, keripik talas mulai tren sampai akhirnya menjadi produk oleh-oleh khas Padang Panjang.

Menurut Rosita, di Kelurahan Silaing Atas ada lebih dari 20 pengusaha keripik. Lokasinya memang tak berdekatan dan berkumpul di satu jalan. Misalnya di Jalan Anas Karim ada tiga pembuat, di jalan sebelahnya ada empat dan seterusnya.

Rosita sendiri termasuk pembuat keripik skala besar. Dalam sehari, kapasitas produksinya dapat mencapai 300 bungkus untuk ukuran besar dan 500 bungkus ukuran kecil.  Ia memproduksi keripik talas balado dan keripik talas bumbu. Untuk kemasan  besar dihargai Rp 10.000 dan ukuran kecil Rp 5.000.

Seminggu tiga kali, ia rutin memasok keripik ke para pedagang yg menjadi langganannya. Belum lagi pembeli yg mengambil langsung ke tempat produksi. “Pokoknya hampir semua produksi terjual,” katanya. Dari usahanya ini, ia dapat mengantongi keuntungan sampai Rp 150 juta lebih setiap bulannya.

Produsen keripik lainnya adalah Dewi Indriyani. Untuk memperkuat brand, semenjak tahun 2002 ia resmi menamakan produknya dgn merek Dewi Kripik Talas. Selain keripik talas, Dewi juga memproduksi keripik kentang dan kerupuk jangek atau kerupuk kulit sebagai variasi. “Tapi tetap produksi utama saya adalah keripik talas balado dan keripik talas bumbu,” ujarnya.

Sama dgn Rosita, dalam sehari ia dapat memproduksi keripik talas sebanyak 300 untuk semua ukuran. Harga jualnya juga sama, yakni Rp 5.000-Rp 10.000. Sebulan Dewi dapat juga dapat meraup keuntungan puluhan sampai ratusan juta.      

(Bersambung)

 

Search terms:

nama nama keripik singkong, nama unik untuk keripik singkong, nama keripik unik, nama kripik unik, nama keripik singkong unik, nama unik keripik singkong, nama keripik yang unik, contoh nama keripik, distributor keripik jengkol, nama kripik singkong,

Artikel Lainnya:

.:[Close ads]::[Click 2x]:.

.:[Close ads]::[Click 2x]:.