Fulus nyaman dari bisnis pendingin ruangan

Monday, October 2nd 2017. | Peluang Usaha

Untuk mendukung kenyamanan beraktivitas dalam sebuah ruangan, peran pendingin udara sangat penting. Tengok saja, kini, sebagian besar ruang perkantoran dilengkapi dgn penyejuk udara atau air conditioner (AC). Bukan cuma kantor, AC juga makin banyak terpasang di ruang-ruang rumah tinggal.

Dari tahun ke tahun, keperluan AC terus meningkat. Maklum, musim kemarau seringkali datang lebih lama dan mengantarkan hawa panas ke dalam bangunan. Alhasil, suasana itu membuat gerah dan ketidaknyamanan para penghuni dalam beraktivitas.

Bukan saja keperluan unit pendingin ruangan, jika musim kemarau tiba, jasa servis dan perbaikan AC juga kebanjiran rezeki. Pasalnya, penghuni ingin AC-nya mengembuskan udara yg lebih dingin sebagai penangkal hawa panas. Dus, permintaan pencucian AC maupun penambahan freon meningkat.

Kondisi ini yg akhirnya memunculkan peluang bisnis menggarap pasar AC secara khusus. Beda dgn perangkat elektronik lainnya, seperti televisi, kulkas dan mesin cuci, setelah unit AC terjual dan terpasang, jasa servis akan terus mengikuti sebagai keperluan rutin. Sebagai bagian dari perawatan, AC butuh dibersihkan minimal empat bulan sekali.

Melihat peluang bisnis seputar AC yg makin besar, Albert Susilo, pemilik Everest Electronic, menambah lini bisnis sebagai agen penjual AC pada 2010 lalu. Sebelumnya, Everest adalah penyedia jasa untuk pemasangan, servis dan perbaikan AC. Mereka beroperasi di wilayah Ciledug dan Tangerang. “Hampir 15 tahun kami bergerak di bidang jasa spesialis AC tersebut,” kata Albert.

Medio 2000 silam, Albert membuka gerainya di sebuah ruko wilayah Ciledug. Saat itu, dgn dibantu lima orang, dia menawarkan jasa yg berkaitan dgn AC. “Kami juga melayani pembelian AC tapi dalam jumlah yg tak banyak karena cukup menyesuaikan permintaan pelanggan,” jelas dia.

Setelah 10 tahun menggeluti bisnis jasa ini, selain mendapatkan pelanggan tetap, Albert juga berhasil mengembangkan jaringan toko elektronik. Dia pun melihat permintaan AC terus membesar. “Lantas, kami memutuskan untuk terjun sebagai penjual AC secara grosiran,” terang dia.

Dari cukup beberapa merek AC pada mulanya, kini Everest menawarkan delapan merek pendingin ruangan. Penjualan AC sendiri, lanjut Albert, terus meningkat dari tahun ke tahun. Bahkan, jika dihitung dari tahun pertama mereka memulai lini bisnis baru ini, kini penjualannya telah berlipat sampai tiga kali. Saban bulan, Everest Electronic mampu menjual 500 unit–1.000 unit AC.

Namun, sebab bertindak sebagai grosir, margin yg dia kantongi tipis. Albert mengatakan, profit maksimal dari berjualan AC cukup sebesar 5%.

Pelanggannya datang dari para pemilik pabrik, kontraktor, dan toko elektronik. Ada sekitar 200 toko elektronik yg menjadi pelanggannya. Mereka tersebar mulai dari area Ciledug, Bintaro, Serpong, Tangerang, sampai Bekasi. Meski berkonsep toko grosir, Everest juga melayani pembelian ritel.

Bisnis jasa Albert tetap dipertahankannya. Tapi, dia membatasi pelayanannya di sekitar Tangerang saja. “Kalau ke Jakarta, ada batas minimalnya, yakni 30 unit,” ujar Albert. Untuk jasa servis, Everest membanderol ongkos Rp 40.000–
Rp 50.000 untuk Ciledug dan Serpong serta Rp 50.000–Rp 60.000 untuk area Jakarta. Dalam sehari, Everest menerima servis sekitar 20 unit–40 unit.

Sedangkan, biaya pemasangan AC berkisar Rp 200.000– Rp 350.000 tergantung dari ukuran AC. Pemasangannya tergantung dari jumlah penjualan AC. “Tapi, untuk penjualan ke toko, biasanya karyawan dari toko yg memasangnya,” kata Albert.

Tahun 2010 sepertinya menjadi titik tolak berbisnis seputar AC. Pemilik PT Padi Mas Sejahtera Priska Sinaga juga memulai langkahnya menjadi penyedia jasa servis dan pemasangan AC. “Saat itu, kami melihat ada peluang di sana dan memutuskan menggarap lahan bisnis baru ini,” kata dia, yg lantas merekrut 5 karyawan di bisnis ini.

Saat ini, Padi Mas Sejahtera melayani beberapa klien dari perusahaan dan instansi. “Untuk klien ini, biasanya kami mengadakan kerjasama dgn kontrak tahunan,” ujar Priska. Salah satu syarat kontrak itu, jumlah AC yg dimiliki klien minimal adalah 20 unit. Namun, biasanya, dalam satu kontrak itu ada ratusan unit. Selain jasa servis, ada juga penjualan AC.

Priska menawarkan dua paket kontrak servis yg berlaku selama setahun, yakni paket T senilai Rp 399.000 per unit dan paket II senilai Rp 450.000. Ada sejumlah layanan dalam paket tersebut, termasuk kunjungan servis dan cuci mesin 4 kali setahun, penambahan freon, pengelasan pipa jika ada kebocoran, serta penggantian kapasitor blower indoor dan outdoor jika terjadi kerusakan.

Untuk pelanggan ritel, patokan harga tergantung dari jenis unit dan PK. Untuk jenis AC split 0,5 PK–2 PK, jasa servis Rp 70.000 per unit. Adapun, servis AC di atas 2 PK mulai Rp 70.000 per PK. Penambahan freon dimulai dari Rp 150.000 per unit atau Rp 150.000 per PK untuk AC di atas 2 PK.

Dengan total 18 karyawan sekarang ini, Priska dapat memberikan servis lebih dari 200 unit AC tiap bulan. Omzet yg dia raih minimal Rp 100 juta. “Margin dari jasa servis ini lebih dari 50%,” jelas dia.

Tertarik menggeluti bisnis seputar AC? Albert bilang, prospek bisnis ini masih cerah. Kebutuhan AC masih tinggi, mengingat pembangunan properti terus berjalan. Di samping dari penjualan AC, Anda dapat menggali pemasukan dari jasa servis.

Pengetahuan merek

Salah satu keuntungan menggarap spesialisasi AC ini, Anda dapat lebih fokus. Dus, pertumbuhannya pun cepat. “Karena kami juga dapat menjual lebih mudah dan murah,” ujar Albert.

Untuk memulai bisnis ini, modal yg dibutuhkan juga tak besar, tergantung dari skala bisnis yg Anda inginkan. Baik Albert maupun Priska menyebut, modal minimal Rp 100 juta. “Tapi, itu belum termasuk tempat,” kata Albert.

Sebagai penjual, sangat penting untuk menjaga stok AC supaya konsumen tak kabur. “Kalau tak ada stok, konsumen akan mencari ke toko lain,” kata Albert. Di situlah, Anda harus pandai memperkirakan jenis maupun merek AC yg cepat laku supaya modal cepat berputar.

Pengetahuan soal merek ini penting. Selain dapat menentukan kelancaran bisnis, hal ini dapat meminimalisir risiko. “Karena sebelumnya telah bergerak di jasa servis, kami mengetahui merek apa saja yg mudah pemasangan dan tak gampang rewel,” kata Albert. Maklum, pembeli pasti akan kembali menghubungi penjual bila terjadi kerusakan.

Bila ingin menjadi agen seperti Albert, tentu saja modalnya lebih besar lagi. Pasalnya, sejumlah pabrik maupun distributor menetapkan batas pembelian minimal setiap bulan. Albert, misalnya, harus mampu menjual 200 unit–500 unit AC merek Panasonic tiap bulan.

Ingat, sebagai pemain baru, Anda juga harus membangun kepercayaan dgn pabrik atau distributor. “Dulu setelah barang datang, kami harus bayar tunai. Tapi, setelah sering beli dan membayar on time, mereka akan memberi tempo pembayaran,” tutur Albert.

Bila penjualan AC lancar, jasa pemasangan dan servis mengikuti. Oleh karena itu, sebaiknya Anda benar-benar menjaga kualitas AC dan pemasangannya. Untuk jasa servis, kejujuran menjadi modal utama. “Itu penting, jangan asal menyebut kerusakan atau perlu penambahan freon, yg membuat konsumen tak suka,” kata Albert.

Bila AC tak lagi dingin, dia mewajibkan teknisinya mencari masalah sebenarnya. Tujuannya, supaya konsumen akan kembali merawat AC dan merekomendasikan ke orang lain.

Dalam jasa servis ini, peralatan utama yg dibutuhkan adalah mesin steam. Makanya, keperluan modal juga tak besar. Dulu, Priska memulai bisnisnya dgn modal Rp 10 juta untuk 5 orang teknisi.

Oh, iya, yg perlu diingat, bisnis dan jasa servis ini juga dipengaruhi oleh musim. “Pernah, ketika musim hujan, penjualan drop sampai 200 unit,” kata Albert.

Jadi, Anda harus benar-benar berhitung. Untuk memperlancar jasa servis, ada baiknya pula Anda mengingatkan pelanggan bila AC mereka telah perlu diservis. “Itu sangat membantu,” tutup Albert.

Nah, siapa yg tertarik mencoba mengais rezeki yg sejuk ini?     

 

Artikel Lainnya:

.:[Close ads]::[Click 2x]:.

.:[Close ads]::[Click 2x]:.