Sentra: Memborong ikan segar di Waduk Cirata

Saturday, February 4th 2017. | Peluang Usaha

BANDUNG. Jika Anda gemar dgn makanan laut dan sedang menyambangi Kota Bandung, ada baiknya menyempatkan waktu mampir ke daerah Waduk Cirata di Bandung Barat. Di sini tak cukup dikenal sebagai tempat budidaya ikan air tawar, tapi juga menjadi salah satu sentra penjualan banyak jenis ikan air tawar dan juga lobster.

Waduk Cirata telah dikenal sebagai penghasil ikan air tawar terbesar di Jawa Barat yg telah beroperasi semenjak tahun 1988. Waduk ini memiliki luas 6.200 hektare (ha) dan ketinggian 221 meter (m). Wilayah ini terdiri dari tiga kabupaten, yaitu Cianjur, Purwakarta, dan Bandung Barat.

Saat ini, terdapat kurang lebih 5.000 pembudidaya dgn total 70.000 petak kolam di Waduk Cirata yg membudidayakan aneka jenis ikan dan lobster. Untuk di Bandung Barat saja, ada sekitar 1.500 pembudidaya dgn memiliki total sekitar 25.000 petak kolam.

Letak lokasi ini cukup jauh dari jalan raya, sehingga disarankan menggunakan mobil. Selain itu, jalan masuk ke dalam waduk cukup berbatu. Setelah melewati PLTA Cirata dan berada di daerah balai pemerintahan Cirata, perjalanan ke waduk membutuhkan waktu kurang lebih setengah jam.

Asep Sulaiman, pembudidaya ikan di Cirata mengatakan, dia membudidayakan ikan mas dan ikan nila semenjak tahun 2004. Dia memulai menjadi pembudidaya dimulai dari bawah. Saat itu, dia rela menjual tanah untuk membeli dua petak kolam di Waduk Cirata, Kabupaten Bandung Barat.

Lebih dari 10 tahun, sekarang ini, Asep telah memiliki 20 petak kolam. Dengan hasil panen sebanyak 3 kuintal per empat petak per tahun, dia mengatakan dapat meraup mendapat keuntungan Rp 10 juta per bulan.

Biasanya harga jual ikan mas mengikuti harga pasar, sementara harga ikan nila cenderung lebih stabil. Harga jual ikan mas sekarang ini sekitar Rp 18.000 per kg dan ikan nila sekitar 14.000 per kg. Tidak cukup mendapat pembeli dari daerah Jawa Barat, Asep juga kerap kedatangan pembeli dari Jakarta, Semarang, dan Surabaya.

Ardiansyah, pembudidaya lainnya di Cirata membudidayakan lobster air tawar semenjak awal tahun ini. Saat ini, dia telah dapat menghasilkan 1,5 kuintal lobster dalam seminggu dan langsung memasok untuk orderan dari beberapa restoran makanan laut di Jakarta.

Meski masih terbilang baru, Ardiansyah telah pernah ditawari untuk ekspor lobster ke Jepang. Tapi, ia mengatakan sekarang ini masih ingin melayani permintaan di dalam negeri terlebih dahulu. Apalagi, sekarang ini konsumennya belum terlalu banyak.

Dengan harga jual sekitar Rp 70.000 per kg, Ardiansyah dapat meraup keuntungan Rp 3 juta per bulan. Biasanya para pembeli datang satu kali sampai dua kali dalam seminggu, langsung ke tempatnya untuk memilih lobster sendiri. (Bersambung)

Artikel Lainnya:

.:[Close ads]::[Click 2x]:.

.:[Close ads]::[Click 2x]:.