Pertamina EP Sisir Sumber Minyak Sepanjang 1.167 Km

Tuesday, September 25th 2018. | Berita

IndonesiaBisnis.net – PT Pertamina (Persero) melalui anak perusahaannya PT Pertamina EP terus melakukan pencarian sumber minyak dan gas bumi di beberapa wilayah di Indonesia. Ini dilakukan untuk menjamin ketersediaan energi nasional.

Kegiatan pencarian sumber migas tersebut dilakukan mulai dari Aceh sampai Papua. Panjang wilayah yg akan disisir sejauh 1.167 km. Area pencarian meliputi Sumatera Utara untuk survey Garcinia dan Seremban, Sumatera Selatan untuk survey Karbela dan Selingsing, Jawa Barat untuk survey Akasia Besar, Jawa Timur untuk survey Lumajang, dan Kalimantan untuk survey Tanjung dan Bunyu

“Serta di Area Papua untuk survey Kupalanda,” ujar Direktur PT Pertamina (Persero) Dwi Soetjipto, Senin (29/6/2015).

Pertamina EP menargetkan pemboran eksplorasi sebanyak 9 sumur yg terdiri dari 5 sumur wildcat yg merupakan sumur yg dibor pertama kali untuk menentukan keterdapatan minyak dan gas pada lokasi yg masih baru. Sementara 4 sumur deliniasi yg bertujuan untuk mencari batas-batas penyebaran migas pada lapisan penghasilnya.

Dari kegiatan eksplorasi tersebut diharapkan bisa mencapai target penemuan cadangan sampai dgn 90 Juta Barel Minyak Ekuivalen (MMBOE) selama tahun 2015. Ini terdiri dari minyak sebesar 22 Juta Barel Minyak Mentah (MMBO) dan gas bumi sebesar 390 miliar Standar Kaki Kubik (BSCF).

Dwi mengatakan meskipun harga minyak mentah dunia tengah mengalami pergerakan harga yg cukup fluktuatif dan harganya sekarang ini jauh lebih rendah dari periode tahun 2013 – 2014, namun Pertamina terus berjuang menunjukkan komitmen terbaik untuk bangsa Indonesia.
“Ketahanan energi itu nafasnya ada di penemuan cadangan, kalau tak dilakukan eksplorasi maka ketahanan energi dapat terganggu. Dan itu yg tak kami inginkan,” katanya.

Sebelumnya Dwi melakukan kunjungan kerja ke Bunyu. Di sana Pertamina melakukan kegiatan seismic. Itu adalah kegiatan seismic yg dilakukan untuk kelima kalinya, dgn target panjang lintasan sepanjang kurang lebih 209 KM yg akan melintas di hampir seluruh area Bunyu.

Sebelumnya, kegiatan seismic di Bunyu telah dilakukan pada tahun 1949 dan 1969. Selanjutnya pada tahun 2005 dan 2012 kembali dilakukan kegiatan seismic untuk memperkaya data.

Dwi menyampaikan bahwa kegiatan seismic dilakukan dgn memanfaatkan perkembangan teknologi yg semakin berkembang, untuk memperoleh data cadangan sumber migas yg semakin akurat.

“Untuk memperoleh hasil survey yg bagus dan akurat, Survey Bunyu akan dikombinasikan dgn Survey Gravity, kemudian hasil survei seismik dan gravity Bunyu 2015 akan diintegrasikan dgn hasil survei geofisika lainnya yaitu Survei Passive Seismic dan Survei Magnetotellurics agar diharapkan bisa menggambarkan model bawah permukaan area Bunyu dgn lebih baik,” ungkapnya.

Artikel Lainnya:

.:[Close ads]::[Click 2x]:.

.:[Close ads]::[Click 2x]:.