Banjar Negeri, pemasok sangkar burung di Sumatera

Thursday, February 18th 2016. | Peluang Usaha

Burung kicau telah menjadi teman akrab manusia semenjak lama. Kicauannya yg merdu membuat banyak orang tertarik untuk memeliharanya di rumah. Tingginya permintaan akan burung kicau turut membuka peluang bisnis lainnya. Salah satunya adalah bisnis sangkar burung. 

Peluang itulah yg ditangkap sebagian besar warga di Desa Banjar Negeri, Kecamatan Natar, Lampung Selatan. Hampir sebagian besar penduduknya menjadi pengrajin sangkar burung, kini Desa Banjar Negeri menjelma menjadi sentra pembuatan sangkar burung terbesar di Lampung.

Sentra pembuatan sangkar burung ini berdiri semenjak tahun 2.000. Tempat sentra ini ditandai dgn sebuah plang yg bertuliskan “Home Kerajinan Bambu Sangkar Burung”. Untuk mencapai lokasi ini, butuh satu jam perjalanan dari Bandar Lampung.

Salah satu perajin sangkar burung, Budianto mengatakan, awalnya cukup ada satu orang yg perajin sangkar burung. Sementara sebagian besar masyarakat bekerja sebagai buruh dgn pendapatan yg tak menentu. “Melihat pendapatan si perajin sangkar burung ini bagus, akhirnya satu per satu warga di daerah ini belajar menjadi perajin sangkar burung,” katanya kepada KONTAN.

Hingga sekarang ini, telah ada 25 kepala keluarga menjadi perajin sangkar burung. Budianto sendiri mengatakan telah cukup lama menggeluti kerajinan ini. Biasanya dalam sebulan, ia dapat menghasilkan sekitar 30 unit sangkar burung yg siap dipasarkan.

Sistem pemasaran kebanyakan dititipkan ke tempat-tempat penjualan sangkar burung. Bila telah laku baru perajin mendapatkan uang bayaran. Selain itu, ada juga yg memasarkan melalui agen, pedagang pengumpul (pengepul), sampai memasarkan sendiri.

Budianto memilih memasarkan sendiri produknya. Saat ini pengiriman barangnya tak cukup di Lampung, tetapi juga sampai ke Palembang, Padang, Bengkulu, dan Pekanbaru. “Kalau langganan tetap kami ada di daerah Bandarjaya, Lampung,” ujarnya.

Harga jual sangkar burung bikinannya dibanderol Rp 115.000  per set. Satu set terdiri dari tiga ukuran sangkar burung, mulai ukuran kecil, sedang, dan besar. Jika sedang ramai, dalam sebulan ia dapat menjual 30 set dgn keuntungan mencapai Rp 3 juta per bulan.

Menurutnya, orderan meningkat saat musim panas karena saat itu mendapatkan burung sangat mudah. “Pernah dulu musim panas selama sembilan bulan, jadi orderan tak pernah sunyi. Ketika musim hujan, permintaan menurun,” ujarnya.

Perajin lain yg juga menggantungkan hidup dari usaha ini adalah Pembri. Ia telah memulai usaha ini semenjak tahun 2000. Dengan dibantu dua karyawan, dalam 10 hari ia dapat memproduksi 30 set sangkar burung.

Pembri memasarkan produknya lewat pengepul dan sistem beli langsung di rumahnya. Harga sangkar burungnya bervariasi. Untuk di dalam kota dihargai
Rp 110.000-Rp 115.000 per set. Sedangkan luar kota dihargai Rp 135.000 per set. “Produk saya telah sampai Palembang,” ucapnya. (Bersambung)

 

Search terms:

cara membuat sangkar segi enam, pengrajin sangkar bandung, sangkar burung segi enam, Usaha sangkar burung di pekanbaru,

Artikel Lainnya:

.:[Close ads]::[Click 2x]:.

.:[Close ads]::[Click 2x]:.