Pedagang kerak telor dulang untung di ajang PRJ

Saturday, September 8th 2018. | Peluang Usaha

JAKARTA. Pekan Raya Jakarta (PRJ) 2015 benar-benar dimanfaatkan oleh para pengusaha. Salah satu pelaku usaha yg tak mau melewatkan acara tahunan ini antara lain pengusaha kerak telor. Makanan khas Jakarta ini banyak ditemui di tengah-tengah keramaian PRJ 2015.

Bang Soleh, salah seorang di antaranya. Pria asli Betawi ini mengatakan rutin  mengikuti PRJ semenjak tahun 2005 silam. Lantaran tak mampu membayar sewa untuk menjadi peserta di dalam arena pameran, ia pun memilih berjualan di luar area PRJ.

Kendati tak berada di dalam arena pameran, momen PRJ yg dihelat dalam rangka menyambut ulang tahun kota Jakarta ini tetap menjadi berkah tersendiri bagi bisnisnya.

Soleh mulai berjualan mengikuti jam operasional PRJ, yakni mulai pukul 11.00 wib-23.00 wib. Soleh menjual kerak telor ayam dan bebek. “Satu porsinya saya hargai Rp 15.000,” kata Soleh yg asli Kemayoran.

Harga ini lebih murah dibanding pedagang kerak telor yg berjualan di dalam arena pameran yg mencapai Rp 20.000 per porsi. Soleh dapat menjual agak murah karena tak membayar sewa tempat. “Hanya ada sedikit biaya buat keamanan,” katanya.

Soleh berjualan di trotoar jalan sekitar pintu keluar parkiran PRJ. Ia telah mangkal di tempat semenjak PRJ buka 29 Mei lalu. “Ya nanti saya jualan di sini sampai PRJ tutup tanggal 5 Juli,” ujarnya.

Kendati berjualan di luar, banyak pengunjung PRJ membeli kerak telornya. Selama PRJ berlangsung, ia dapat menjual rata-rata 50 porsi per hari, dgn keuntungan sekitar Rp 750.000. “Alhamdulillah kecipratan rezeki acara PRJ,” ujar Sholeh.

Pedagang kerak telor lainnya yg juga kecipratan berkah PRJ adalah Amin asal Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Amin juga mengatakan, tak pernah melewatkan moment PRJ untuk berjualan kerak telor. “Saya telah berrjualan kerak telor di arena PRJ ini semenjak tahun 2002,” katanya.

Menurut Amin, moment PRJ selama satu bulan selalu menjadi berkah bagi bisnisnya. Sama seperti Soleh, ia juga membuka lapak di pinggir jalan yg banyak dilalui kendaraan.

Selain banyak diserbu pengunjung PRJ, banyak juga orang yg kebetulan melintas di wilayah itu mampir membeli kerak telornya.  “Banyak pembeli yg datang bukan cuma berkunjung ke dalam arena PRJ, tapi juga sengaja datang untuk makan kerak telor di gerai-gerai di trotoar,” ucap Amin.

Dalam sehari, rata-rata Amin dapat menjual sekitar 30 porsi. Dengan harga jual
Rp 15.000 per porsi ia dapat mengantongi keuntungan
Rp 450.000 per hari.

Menurutnya, keuntungan selama PRJ merupakan yg tertinggi selama berjualan kerak telor di Jakarta. Setidaknya, ada puluhan pedagang kerak telor asli Betawi yg turut berjualan di sekitar arena PRJ ini. Rata-rata mereka membuka lapak di trotoar jalan.    

Artikel Lainnya:

.:[Close ads]::[Click 2x]:.

.:[Close ads]::[Click 2x]:.