Sukses membesarkan bisnis Waroeng Steak and Shake

Sunday, April 9th 2017. | Peluang Usaha

JAKARTA. Berasal dari keluarga yg sukses membangun usaha di bidang kuliner, mengantarkan Jody Brotoseno untuk dapat membangun usaha restoran dgn usahanya sendiri. Bersama sang istri, Siti Hariani, Jody menjalankan bisnis kuliner menu steak bernama Waroeng Steak and Shake.

Jody semenjak awal merintis usaha ini tak ingin berada di bawah bayang-bayang sang ayah yg telah sukses membesarkan jaringan resto Obonk Steak and Ribs. Berbekal pengalaman sebagai karyawan biasa resto sang ayah, Jody memulai usaha steik dari nol.

Setelah menikah di tahun 1998, Jody dan istri bertekad untuk mandiri dan menjalankan usaha sendiri. Beberapa usaha mereka jalani dan tak membuahkan hasil maksimal. Akhirnya, mereka memutuskan untuk berbisnis steik seperti yg dijalani ayahnya dgn mendirikan kedai steik bernama Waroeng Steak and Shake.

Jody memilih pasar yg berbeda, yakni untuk kalangan mahasiswa dan masyarakat berkantong pas-pasan. Sementara, resto sang ayah menyasar pasar menengah dgn harga jual menu yg lebih mahal.

Lantaran pasar yg dia tuju adalah anak muda dan mahasiswa, sehingga harga menu yg ditawarkan menyesuaikan. Konsumen dapat menyantap menu steik yg notabene adalah makanan mahal cukup dgn merogoh kocek Rp 14.000−Rp 39.000 per porsi.

Jenis menu yg ditawarkan mulai dari original steak, steak tepung, sirloin steak, tenderloin steak, chicken steak, dan lain-lain. “Penggunaan nama waroeng dalam merek usaha karena ingin memberikan kesan murah kepada konsumen,” kata dia.

Bahkan agar makin merakyat, Waroeng Steak and Shake juga menyajikan steik yg dapat dimakan dgn nasi. Strategi ini nyatanya berhasil menarik perhatian. Membuka gerai pertama yg sederhana di Yogyakarta pada tahun 2000, usaha steiknya terus berkembang pesat.

Hingga Juni 2015, Jody telah memiliki 60 cabang outlet yg ada di seluruh Indonesia, mulai dari Bali, Bandung, Bogor, Cirebon, Jakarta, Lampung, Magelang, Makassar, Malang, Medan, Palembang, Pekanbaru, Purwokerto, Semarang, Solo, Surabaya, Tegal, Ungaran, dan Yogyakarta. Semua outlet yg ada di kelola sendiri, tak ada mitra usaha.

Kini dgn 60 outlet yg berdiri, ia telah mempekerjakan lebih dari 1.500 karyawan. Jody bilang, satu outlet dapat menjual sekitar 200 porsi sampai 300 porsi per hari dgn total keperluan daging semua gerai sampai ratusan kilogram
tiap bulan. Tidak heran, keuntungan usaha tiap gerai mencapai ratusan juta per bulan. Bisa dihitung, berapa besar total keuntungan usaha dari semua gerai miliknya yg kini beroperasi. (Bersambung)

 

Artikel Lainnya:

.:[Close ads]::[Click 2x]:.

.:[Close ads]::[Click 2x]:.