Mengejar laba dari Jasa andong wisata di Borobudur

Saturday, July 14th 2018. | Peluang Usaha

MAGELANG. Kehadiran objek wisata rupanya mampu menciptakan ladang bisnis yg banyak untuk masyarakat sekitarnya. Salah satunya usaha jasa andong yg berkembang di sekitar kompleks Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Ini menjadi salah satu jasa yg ditawarkan masyarakat untuk menarik wisatawan di sekitar Candi Borobudur.

Ketika KONTAN mendatangi tempat wisata ini, sejumlah kusir andong di lokasi wisata ini mengatakan bahwa pekerjaan ini mereka jadikan sebagian mata pencaharian utama. Sejak tahun 1989, berdiri sebuah paguyuban para kusir andong di tempat ini. Sekarang terdapat lebih dari 60 kusir andong yg aktif beroperasi khusus di daerah Candi Borobudur.

Salah satunya adalah Oji yg menawarkan jasa wisata andong semenjak 2003. Sebelum dapat menawarkan jasa andong, Oji terlebih dahulu belajar merawat kuda.

Saat ini, Oji memiliki tiga kuda untuk digunakan bergantian menarik andong. Menurut Oji, kuda berusia dua tahun telah dapat untuk dilatih untuk menarik andong. Jika kuda jinak, dalam waktu 10 hari saja telah dapat digunakan. Namun, untuk kuda yg tergolong liar diperlukan waktu sekitar dua bulan sampai jinak dan dapat menarik andong.

Biasanya, Oji memasang tarif sekitar Rp 15.000-Rp 20.000 untuk sekali antar dari Terminal Borobudur menuju Candi Borobudur. Namun, bila penumpang ingin sekaligus masuk ke area Candi Borobudur dan berkeliling di dalamnya, Oji mematok tarif Rp 50.000 sekali naik per tiap pengunjung.

Tak cukup itu, Oji kerap menerima kerjasama dari penginapan yg turut mempromosikan jasa andongnya. Biasanya paket yg ditawarkan ialah mengejar momen matahari terbit ke atas bukit Puthuk Setumbu yg kemudian dilanjutkan dgn berjalan-jalan keliling desa mengunjungi berbagai kerajinan di Desa Borobudur. Paket ini senilai Rp 250.000 sekali jalan.

Oji mengatakan mampu meraih keuntungan sekitar Rp 100.000 ribu per hari jika sedang sunyi pengunjung. Namun, ketika musim liburan tiba Oji mengatakan dapat mendapatkan penghasilan sampai empat kali lipat dalam sehari. “Ketika hari Waisak, saya dapat bisa keuntungan sampai Rp 1,2 juta sehari karena pengunjung membeludak,” ungkap Oji kepada KONTAN.

Penyedia jasa andong wisata lainnya adalah Tenggoro atau yg akrab disapa Ateng. Meski baru tiga bulan menjajakan jasa andong, Ateng merasa usaha ini cukup menjanjikan. Sebelumnya Ateng adalah calo jual-beli kuda. Tapi karena dia punya kuda sendiri sehingga sekalian menjalankan jasa andong wisata. “Waktu kerjanya juga dapat diatur,” ungkap Ateng.

Dalam sehari Ateng mampu meraih keuntungan Rp 75.000 sampai Rp 300.000 per hari. Dia masih bisa untung setelah dikurang pakan kuda senilai Rp 30.000 per hari.

Artikel Lainnya:

.:[Close ads]::[Click 2x]:.

.:[Close ads]::[Click 2x]:.