Mencicipi roti buatan warga Gang Kopo, Bandung (1)

Sunday, July 30th 2017. | Peluang Usaha

BANDUNG. Kota Bandung telah terkenal menjadi salah satu kota yg memiliki banyak industri berskala rumahan. Selain industri tekstil, Bandung juga banyak memiliki pusat industri kuliner seperti roti. Salah satu sentra produksi roti ini berada di Babakan Rahayu, Gang Kopo, Kecamatan Bojongloa Kaler, Bandung.

Data Dinas Koperasi UKM dan Perindustrian Perdagangan Kota Bandung menyebutkan, ada sekitar 13 pembuat roti yg beroperasi dgn menyerap tenaga kerja sebanyak 115 orang. Sentra ini memproduksi berbagai macam roti seperti roti tawar, roti sobek, dan roti aneka rasa sampai bakpia. Kapasitas produksi di sentra ini sebanyak 12,98 juta roti per tahun. 

Letak sentra produksi roti ini berada di gang sempit yg cukup dapat dilalui sepeda motor. Ketika KONTAN menyambangi sentra ini, terlihat rak-rak berisi jejeran roti yg siap dijual. Rumah-rumah warga di tempat ini sekaligus dijadikan tempat produksi. 

Sentra ini konon telah eksis semenjak tahun 1980-an. Selain menjadi tempat produksi, Gang Kopo ini juga banyak didatangi para pembeli yg dapat langsung melihat produksi roti berlangsung.

Para pembeli biasanya ramai mendatangi sentra ini sekitar pukul 5 sore sampai 9 malam. Rata-rata pembeli eceran berasal dari warga sekitar Kopo. Sementara pembeli dalam jumlah banyak biasanya untuk dijual kembali. Roti-roti itu kemudian dijajakan di daerah Kuningan, Cianjur, Cirebon, Pamanukan, dan Subang.

Sudiya, salah satu pembuat dan pedagang roti di sentra ini bercerita, dia telah menjalankan usaha ini semenjak 1997. Pria berusia 50 tahun ini menjual dua jenis produk adonan tepung, yaitu bakpia isi susu dan baguette isi keju. Harga jualnya Rp 2.000 per kotak berisi enam. Selain menjual per kotak, di warung-warung produknya dapat dijual satuan seharga Rp 500 per buah.

Dia juga menerima orderan roti atau kue asalkan bahan baku dapat mudah didapat dan harga jual mampu menutup biaya produksi. Contohnya saja, pia yg dia produksi kecil dan agak tipis bisa diolah menjadi pia agak tebal seperti yg dijual di Yogyakarta.

Sudiya mampu memproduksi sekitar 70 kantong plastik yg masing-masing berisi 40 kotak roti per hari. Dia mengatakan perolehan keuntungan kadang tak menentu. Rata-rata dia dapat mendapat Rp 1 juta per hari.

Daup, pembuat roti lainnya memproduksi roti kasur dan kue keju yg berbentuk kraker. Harga jualnya Rp 2.100 per bungkus. Dia tak menjual secara eceran, namun grosir dari para pedagang pasar untuk didistribusikan ke warung-warung. Dia tak menyertakan merek pada bungkus roti buatannya.

Meski begitu, keuntungan yg Daup peroleh lumayan, dia dapat meraih pendapatan Rp 2,8 juta sampai Rp 3,5 juta per hari. (Bersambung)

Search terms:

jenis roti d gang kopo, produsen roti d bojongloa kaler,

Artikel Lainnya:

.:[Close ads]::[Click 2x]:.

.:[Close ads]::[Click 2x]:.