Merawat orangtua tanpa bikin kantong merana

Tuesday, January 19th 2016. | Personal Finance

Anda mungkin termasuk generasi yg peduli dan sadar pentingnya berinvestasi untuk mempersiapkan kehidupan pensiun di masa mendatang. Anda mungkin juga telah mengajarkan kepada anak Anda semenjak dini perlunya menabung atau berinvestasi buat masa depan.

Tapi mungkin tak begitu dgn orangtua Anda. Orangtua Anda mungkin masih termasuk generasi yg memiliki anggapan dapat menggantungkan kehidupan pada anaknya di saat telah pensiun. Biasanya, generasi ini cukup memiliki tabungan masa pensiun ala kadarnya. Padahal belum tentu anggaran pensiun dari kantor cukup untuk memenuhi keperluan di
masa pensiun.

Kalau orangtua termasuk generasi yg belum terbiasa menyiapkan anggaran untuk hari tuanya, Anda harus bersiap merogoh kocek lebih dalam saat orang tua Anda pensiun. Pasalnya, selain harus membiayai kehidupan orangtua, Anda juga tetap harus membiayai keperluan keluarga sendiri plus menyiapkan biaya pendidikan dan biaya lain untuk masa depan anak Anda.

Kalau sekarang mengalami hal tersebut, berarti Anda termasuk golongan generasi sandwich. Ini adalah istilah para ahli perencanaan keuangan untuk menggambarkan generasi yg terjepit dua tanggungjawab, merawat dan memenuhi keperluan orangtua di masa pensiun mereka, plus menyiapkan keperluan keuangan untuk masa depan anak, seperti biaya pendidikan.

Anda yg termasuk generasi sandwich tak perlu pusing memikirkan biaya yg harus dikeluarkan. Sejatinya, Anda juga dapat menyiapkan biaya untuk menanggung hidup orangtua yg telah pensiun sebagaimana Anda menyiapkan biaya masa depan anak.

Persiapan ini penting agar perencanaan keuangan keluarga Anda tak sampai terganggu bila Anda tiba-tiba harus turut membiayai keperluan orangtua Anda. Tambah lagi, Anda sendiri juga harus tetap menyiapkan anggaran masa pensiun Anda.

Bicarakan di awal
Perencana keuangan dari Finansia Consulting Eko Endarto menuturkan, idealnya anggaran untuk membantu kehidupan pensiun orangtua disiapkan sebelum si anak membentuk keluarga sendiri. “Karena dia masih sendiri, biaya hidupnya tak terlalu besar,” jelas Eko.

Tapi, biasanya, sebelum berkeluarga si anak akan lebih banyak menggunakan pendapatannya untuk kepentingan sendiri. Apalagi bila si anak baru mulai masuk masa kerja.

Nah, bila si anak telah berkeluarga, bahkan telah memiliki anak, maka persiapan untuk turut membantu biaya hidup orangtua setelah pensiun dapat dimulai sekitar lima tahun sebelum orangtua pensiun.

Di masa ini seharusnya pendapatan si anak telah lebih stabil dan perencanaan keuangan keluarga si anak juga telah berjalan.

Tentu saja, bila si anak memutuskan untuk turut mempersiapkan anggaran bagi keperluan pensiun orangtuanya, dia harus terlebih dahulu membicarakan hal ini dgn pasangannya. Terutama bila persiapan ini cukup diperuntukkan bagi orangtua dari salah satu pihak.

Bila si anak memiliki saudara, lebih baik dia menyiapkan pendanaan pensiun orangtuanya bersama-sama dgn saudara. Dengan demikian, setoran yg dialokasikan untuk keperluan pensiun orangtua dapat lebih kecil. Pembagian jumlah setoran untuk keperluan orangtua ini dapat disesuaikan dgn pendapatan masing-masing anak.

Selain itu, bicarakan juga rencana ini dgn orangtua. Ini perlu dilakukan terutama agar orangtua sadar untuk tak terlalu mengikuti gaya hidup saat masih bekerja.

Yang pasti, sebelum memutuskan mempersiapkan biaya pensiun orangtua, pastikan keperluan keuangan keluarga si anak tak sampai terganggu. Perencana keuangan menyarankan sebaiknya alokasi anggaran yg digunakan untuk membantu keperluan pensiun orangtua sekitar 5%-10% dari pendapatan. “Itu pun dgn catatan keperluan kita telah terpenuhi, ya,” sebut Sari Insaniwati, perencana keuangan dari Mitra Rencana Edukasi Financial & Business Advisory.

Karena itu, sebelum memutuskan menyisihkan anggaran keluarga untuk menutupi keperluan pensiun orangtua, pastikan keluarga Anda telah memiliki anggaran darurat, sesuai jumlah anggota keluarga Anda. Pastikan juga keluarga Anda tetap memiliki anggaran untuk membayar utang dan cicilan rutin lain.

Jangan lupakan juga pendidikan anak. Pastikan Anda telah mempersiapkan anggaran untuk pendidikan anak di masa depan. Anda juga sebaiknya telah memiliki asuransi untuk perlindungan keluarga.

Ada beberapa hal yg perlu Anda persiapkan bila berniat membantu orangtua memenuhi keperluan keuangan saat telah pensiun.

Hitung keperluan anggaran
Untuk menyiapkan keperluan anggaran pensiun bagi orangtua, hal pertama yg perlu dilakuktikan adalah menghitung berapa besar keperluan anggaran pensiun orangtua Anda. Karena itu, Anda perlu menanyakan kepada orangtua berapa besar anggaran pensiun yg mereka dapatkan setelah pensiun.

Tanyakan juga bagaimana skema pencairan anggaran pensiun orangtua Anda, apakah dicairkan sekaligus atau dibayarkan secara bulanan. Anda juga perlu mengetahui apakah orangtua Anda masih menerima pendapatan setelah pensiun dan asal pendapatan tersebut.

Jangan lupa hitung pula berapa besar utang orangtua yg masih tersisa serta tanggungan yg masih harus dibayarkan orangtua. Misalnya, masih ada saudara yg pendidikannya ditanggung orangtua.

Tentu saja, pengeluaran bulanan orangtua harus dihitung, Orangtua yg telah pensiun disarankan mengubah gaya hidupnya. Biasanya, saat telah pensiun, biaya transportasi dan akomodasi dapat ditekan. Tapi biaya kesehatan berpotensi semakin besar.

Jangan lupa perhitungkan juga usia harapan hidup orangtua. Biasanya, seseorang memasuki pensiun pada usia 55 tahun sampai 65 tahun. Dengan anggapan rata-rata usia orang Indonesia mencapai 80 tahun, artinya orangtua Anda bakal membutuhkan anggaran untuk 15 tahun sampai 25 tahun ke depan.

Biasanya, rata-rata hasil investasi anggaran pensiun yg didapat dari tempat kerja cukup mampu memenuhi keperluan masa pensiun sekitar tujuh tahun. Dengan demikian, Anda harus memperhatikan keperluan anggaran untuk periode yg tak ditanggung anggaran pensiun yg terdapat.

Amankan biaya kesehatan
Seiring dgn bertambahnya usia, seseorang juga akan semakin rentan dgn penyakit. Karena itu Anda perlu menyiapkan biaya kesehatan untuk orangtua Anda. “Orangtua biasanya perlu melakukan cek kesehatan secara berkala,” kata Rakhmi Permatasari, perencana keuangan dari Safir Senduk & Rekan.

Untuk keperluan biaya kesehatan, perencana keuangan menyarankan mengambil asuransi kesehatan bagi orangtua. Selain itu, Anda juga dapat mengikutsertakan orangtua Anda di program BPJS Kesehatan. “Tujuannya meringankan biaya berobat orangtua juga, jadi dapat meringankan beban orangtua tanpa perlu merogoh kocek terlalu dalam,” kata Rakhmi.

Susun prioritas anggaran
Setelah menyiapkan anggaran untuk biaya kesehatan, Anda dapat menyusun prioritas pengeluaran orangtua lainnya di masa pensiun. Ada baiknya anggaran yg disiapkan digunakan untuk melunasi utang orangtua terlebih dulu. Dengan demikian, anggaran pensiun yg diterima oleh orangtua dapat digunakan untuk membiayai pengeluaran rutin sehari-hari.

Dana yg tersisa dapat digunakan untuk membayar tanggungan yg menjadi tanggungjawab orangtua Anda. Misalnya biaya pendidikan saudara yg masih sekolah. “Atau adiknya dapat dicarikan beasiswa atau diarahkan sekolah sambil bekerja,” kata Rakhmi. Pilihan lainnya, anak yg telah bekerja mengambil alih tanggungjawab orang tua membiayai biaya pendidikan anak yg masih sekolah.

Bila anak yg telah bekerja sepakat menanggung biaya pendidikan anak yg masih sekolah, maka biaya pendidikan saudaranya dapat disiapkan jauh-jauh hari, sama seperti menyiapkan biaya pendidikan anak. Dengan catatan, biaya pendidikan anak sendiri telah siap terlebih dulu.

Atur pemberian anggaran
Pertimbangkan cara pemberian bantuan biaya pensiun kepada orangtua Anda. Perencana keuangan menyarankan sebaiknya anggaran diberikan kepada orangtua dalam model uang saku bulanan. Dana untuk uang saku bulanan ini dapat diinvestasikan ke dalam reksadana pendapatan tetap. “Atau dapat juga dimasukkan ke dalam deposito dan memanfaatkan imbal hasilnya,” sebut Sari.

Ada cara untuk memperingan uang saku bulanan bagi orangtua, yakni dgn cara mengajak orangtua tinggal satu rumah dgn salah satu anaknya. “Ini dapat meringankan biaya bulanan,” imbuh Sari. Dengan cara ini, anak cukup mengeluarkan biaya bulanan berupa biaya makan, sementara biaya listrik, air dapat dihemat.

Beri sumber pemasukan baru
Anda juga dapat memberikan pemasukan baru bagi orangtua Anda. Misalnya, siapkan bisnis untuk dijalankan oleh orangtua Anda. “Usahakan bisnisnya yg tak terlalu merepotkan bagi orang tua, mengingat usia mereka yg tak lagi muda,” kata Rakhmi.

Nah, jelas, kan, generasi sandwich tak harus pusing menjadi anak yg berbakti?   

Search terms:

usia berapa karyawan indomart pensiun, dana pensiun indomart, masa pensiun di indomaret, pensiun indomaret sampai umur berapa?,

Artikel Lainnya:

.:[Close ads]::[Click 2x]:.

.:[Close ads]::[Click 2x]:.