BI Terbitkan Aturan Kliring Generasi II

Friday, July 6th 2018. | Keuangan

JAKARTA. Bank Indonesia menerbitkan aturan Sistem Kliring Nasional (SKN) BI Generasi II. Aturan ini, telah bisa diimplementasikan semenjak Jumat (5/6).

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Ronald Waas menuturkan, dalam peraturan BI tentang SKN BI Generasi II, bank sentral juga mengatur tarif yg dikenakan bank kepada nasabah selain tarif yg dikenakan BI kepada bank. “Aturan SKNBI telah diimplementasikan. Sedangkan untuk real time gross settlement (RTGS), pada saatnya akan kami luncurkan,” kata Ronald kepada KONTAN.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Tirta Segara bilang, dgn SKNBI Generasi II sistem net kliring yg dilakukan empat kali dalam sehari. Rinciannya, nasabah bisa bertransaksi kliring di bank pada pukul 10.00 WIB, 12.00 WIB, 14.00 WIB dan 16.00 WIB.

Sistem kliring nasional generasi II ini lebih efektif dan efisien sebab menjadi sistem nasional. Seluruh proses SKN, dilakukan di Jakarta.

Sebelumnya, tiap-tiap wilayah memiliki sistem kliring sendiri. Selain itu, tarif kliring jauh lebih murah ketimbang tarif RTGS. “Untuk tarif, masih akan diatur oleh BI. Tapi yg jelas, mengenai tarif untuk kliring jauh lebih murah dan cepat dilakukan karena sekarang nasabah dapat empat kali transaksi kliring pada waktu-waktu yg telah ditentukan,” ujar Tirta.

SKN BI Generasi II ini memungkinkan bank-bank yg telah memiliki nomor keanggotaan untuk mengumpulkan seluruh tagihan dan penerimaan net kliring dalam satu hari penuh. Jika dalam satu hari, transaksi penerimaan kliring suatu bank jauh lebih tinggi ketimbang tagihan, maka selisih jumlah kliring akan dikreditkan pada rekening bank yg bersangkutan yg ada di BI.

Sebaliknya, jika tagihan transaksi kliring suatu bank melebihi penerimaan, maka selisih jumlah kliring akan dibebankan pada rekening giro bank yg bersangkutan.

Direktur Keuangan Bank Negara Indonesia (BNI), Rico Budidarmo mengatakan, perubahan SKNBI Generasi II ini akan memudahkan transaksi. Pasalnya, ada peningkatan kuantitas dari satu kali kliring menjadi empat kali kliring.

Volume juga akan meningkat karena uang yg mengalir antarbank semakin bertambah. “Bagi masyarakat akan menguntungkan karena ada opsi yg lebih mudah dan murah,” kata Rico.

Ogi Prastomiyono, Direktur Teknologi dan Operasi Bank Mandiri mengatakan, SKNBI Generasi II yg tengah dalam uji coba ini dapat mempercepat transaksi, karena semakin banyak nasabah yg dapat bertransaksi antarbank.

Ogi belum dapat menghitung potensi peningkatan volume transaksi. “BI harus menyiapkan business continuity plan. Jika sistem jaringan komunikasi terganggu dan gagal, harus ada cara lain yg dapat dilakukan serta jalan keluarnya,” kata Ogi.

Artikel Lainnya:

.:[Close ads]::[Click 2x]:.

.:[Close ads]::[Click 2x]:.