Atasi penurunan premi, ini langkah Asuransi Astra

Tuesday, January 10th 2017. | Keuangan

JAKARTA. Asuransi Astra tak punya target muluk-muluk di tahun ini. Hal ini disebabkan karena industri otomotif tahun ini sedang tak tumbuh optimal. Sampai akhir tahun ini, Asuransi Astra cukup menargetkan perolehan premi bruto Rp 4,1 triliun. Perolehan tersebut  tak jauh dari pencapaian tahun lalu.

Direktur Utama Asuransi Astra, Santosa mengatakan bahwa pada kuartal T-2015 jumlah premi Asuransi Astra mengalami penurunan sebesar 15% yoy. Penurunan ini, menurut Santosa terbilang cukup wajar. Sebab secara umum makro ekonomi pada kuartal T penyerapan anggaran masih belum optimal. Selain itu, beberapa tender pemerintah juga masih belum berjalan.

Seperti diketahui, sektor premi otomotif, menyumbang hampir 60% dari total pendapatan perusahaan. Sisanya disumbangkan dari lini bisnis komersial dan kesehatan. “Sampai akhir tahun kami menargetkan jumlah peroleh premi maksimal dapat inline dgn tahun sebelumnya, untuk laba bersih juga begitu,” ujar Santosa kepada KONTAN, (03/06) di Jakarta.

Namun begitu, Santosa masih akan melihat hasil dari kuartal II dan III tahun ini. Hal tersebut dikeranekan pada kuartal II dan III bertepatan dgn momen puasa dan Lebaran. “Terutama pada momen Lebaran, kami menargetkan perolehan premi cukup signifikan pada momen tersebut,” ujarnya.

Diversifikasi investasi

Nah, untuk mengantisipasi penurunan premi disebabkan karena keadaan makro ekonomi, Asuransi Astra akan mulai melakukan diversifikasi ke investasi. Seperti deposito, obligasi pemerintah maupun korporasi.

Santosa mengatakan, untuk jumlah ekuitas total perusahaan yg dimasukkan dalam keranjang investasi sekarang ini adalah antara 10% sampai 12%.

Langkah lainnya, perseroan akan mengadakan event atau kegiatan berbasis komunitas untuk meningkatkan masukan mengenai produk perusahaan. Santosa mengatakan, sekarang ini, perseroan menargetkan konsumen jenis renewal.

“Karena jenis konsumen ini lebih loyal dan mempunyai potensi influence yg tinggi ke orang lain untuk menggunakan produk kami,” katanya.

Langkah selanjutnya yaitu,Asuransi Astra akan mulai menyasar ke layanan online seperti aplikasi yg baru diluncurkan yakni Garda Mobile Otocare. Pasalnya, sekarang ini dua dari tiga orang di dunia telah memiliki smartphone. “Sehingga ini merupakan celah pasar yg menarik,” tuturnya.

Artikel Lainnya:

.:[Close ads]::[Click 2x]:.

.:[Close ads]::[Click 2x]:.