Bank Panin berencana terbitkan surat utang

Sunday, November 6th 2016. | Keuangan

JAKARTA. Bank Panin tengah mengkaji penerbitan surat utang guna melunasi obligasi jatuh tempo di tahun ini. Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), bank dgn sandi saham PNBN ini memiliki obligasi Rp 540 miliar yg akan jatuh tempo pada 9 November 2015 mendatang.

Obligasi Bank Panin yg jatuh tempo itu merupakan obligasi IV tahun 2010 yg dicatatkan di Bursa efek Indonesia (BEI) pada 10 November 2010 dgn tingkat kembang 9%. Namun Herwidayatmo, Direktur Utama Bank Panin belum dapat memastikan kapan dan berapa, serta jenis surat utang yg bakal diterbitkan.

“Lihat situasi dulu. Ini karena ada utang obligasi jatuh tempo. Selain terbitkan lagi surat utang, dapat saja pakai kas internal,” tutur Herwid, Jumat (29/5).

Meski begitu, Herwid juga menerangkan, jika dapat merealisasikan rencana penerbitan surat utang, anggaran yg didapatkan tak cukup sekadar untuk refinancing surat utang jatuh tempo. “Bisa saja untuk keperluan ekspansi juga. Tapi, tetap kami pantau kondisi yg ada dulu,” ujarnya.

Sejalan dgn itu, Bank Panin juga tengah mengkaji langkah untuk merevisi rencana bisnis di tahun ini. Menurut Herwid, sekarang ini revisi rencana bisnis masih menunggu hasil akhir dari perjalanan bisnis sampai akhir Mei. “Kami review ulang rencana bisnis kami. Dan waktunya masih dapat sampai 30 Juni mendatang untuk disampaikan ke otoritas,” imbuh Herwid.

Sejauh ini, Herwid bilang, Bank Panin berupaya melihat proyeksi bisnis sampai akhir tahun secara realistis, terutama dgn kondisi perekonomian yg ada. Dengan begitu, lanjut dia, Bank Panin tetap berhati-hati dalam melakukan ekspansi bisnis dari sisi kredit.

Herwid menegaskan, Bank Panin akan tetap fokus pada penyaluran kredit konsumer dan komersial, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yg sekarang ini berporsi 71% terhadap total kredit Bank Panin. “Jadi, selain berhati-hati salurkan kredit, kami juga pilih kredit yg sesuai dgn kemampuan,” tutur Herwid.

Berdasarkan rencana bisnis bank (RBB) yg disampaikan di akhir tahun lalu, tahun ini Bank Panin membidik target kredit sebesar 10%. Namun Herwid belum dapat memastikan apakah revisi rencana bisnis, khususnya untuk kredit akan direvisi naik atau turun.

Hingga Maret lalu, Bank Panin membukukan pertumbuhan kredit sebesar 8,5% dari Rp 111,11 triliun di Maret 2014 menjadi Rp 120,6 triliun. Sejalan dgn pertumbuhan kredit, aset Bank Panin mencapai Rp 169,77 triliun, naik 4,3% dari posisi Maret 2014 Rp 162,69 triliun.

Artikel Lainnya:

.:[Close ads]::[Click 2x]:.

.:[Close ads]::[Click 2x]:.