Hipmi dorong pendirian bank infrastruktur

Wednesday, June 13th 2018. | Keuangan

JAKARTA. Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) mengusulkan, Indonesia perlu membentuk bank khusus infrastruktur dan industri. Pasalnya, sekarang ini, perbankan kurang niat untuk mendanai kredit pada proyek-proyek infrastruktur dan industri.

Bahlil Lahadalia, Ketua Umum BPP Hipmi, mengatakan, perlu ada realisasi bank untuk infrastruktur karena bank kesulitan memberikan pinjaman dgn tenor yg lebih panjang sebab sumber-sumber pendanaannya berasal dari anggaran-anggaran murah berjangka pendek.

“Dengan adanya bank infrastruktur ini pemerintah membantu bank khusus ini mencari sumber-sumber pendanaan jangka panjang, kemudian bisa disalurkan ke pinjaman-pinjaman jangka panjang juga. Jadi tak terjadi miss match,” kata Bahli, Senin (25/5).

Bahlil mengatakan, total anggaran yg dibutuhkan untuk pembangunan infrastruktur 2015-2019 mencapai Rp 5.519 triliun.

Irfan Anwar, Ketua Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Perbankan BPP Hipmi menyampaikan, Indonesia perlu seperti China yg memiliki bank raksasa China Development Bank (CDB) yg berperan besar dalam pembangunan infrastruktur di negara Tirai Bambu secara besar-besaran.

Misalnya, selama 10 tahun, CDB telah membiayai 4.000 proyek infrastruktur dan industri yg digagas pemerintah.

Artikel Lainnya:

.:[Close ads]::[Click 2x]:.

.:[Close ads]::[Click 2x]:.