Transaksi ritel remitensi Mandiri US$ 29,841 juta

Saturday, June 9th 2018. | Keuangan

JAKARTA. Perlambatan pertumbuhan ekonomi dan penyaluran kredit memaksa industri perbankan untuk lebih kreatif dalam mengumpulkan pundi-pundi keuntungan. Perbankan memoles kinerja dari bisnis jasa remitansi di dalam dan luar negeri. Salah satunya adalah Bank Mandiri.

Retail Remittance Department Head Bank Mandiri, Fitri Wahyu Adihartati mengungkapkan, bisnis remitansi bank dgn kode emiten BMRI ini fokus di Hong Kong dan Malaysia. Di Hong Kong, bisnis layanan jasa pengiriman uang Bank Mandiri dilakukan dgn satu cabang di daerah Causewaybay dan bisnis model baru yaitu kerjasama dgn outlet 7-eleven.

Sementara di negeri jiran Malaysia, akhir bulan Mei dan pertengahan Juni, Bank Mandiri akan membuka tiga cabang baru yg juga akan melayani jasa remitansi, yaitu di Shah Alam, Melaka dan Johor Bahru. “Sehingga, total cabang anak perusahaan BMRI yaitu Mandiri Remittance (MIR) menjadi 12 cabang,” kata Fitri kepada KONTAN, Minggu (24/5).
Fitri menuturkan, sepanjang tiga bulan pertama tahun 2015 ini, performance bisnis remitensi MIR di Malaysia naik 51% secara tahunan dibandingkan periode yg sama tahun 2014 kemarin. Sementara BMHK di Hong Kong, mengalami pertumbuhan 3% secara tahunan.

Ia merinci, kenaikan transaksi MIR didukung oleh startegi penguatan sales person dan pembukaan cabang baru di Penang Perai pada September tahun lalu. Sementara kenaikan volume transaksi remitansi Bank Mandiri di Hong Kong terbatas cukup di satu cabang, namun per pertengahan Maret lalu, BMI telah dapat bertransaksi di 7-eleven.

“Sehingga hal ini memberikan kenaikan volume transaksi yg signifikan,” jelas Fitri.

Lebih lanjut ia menambahkan, untuk total transaksi remitansi retail incoming mengalami pertumbuhan sebesar 18% secara tahunan. Total transaksi incoming dari jasa pengiriman uang semenjak Januari 2015 sampai Maret 2015 mencapai US$ 29,841 juta. Sementara, untuk transaksi outgoing retail remitansi, mengalami kenaikan sebesar 14% dan total transaksi sepanjang tiga bulan pertama tahun 2015 mencapai US$ 28,398 juta.

Artikel Lainnya:

.:[Close ads]::[Click 2x]:.

.:[Close ads]::[Click 2x]:.